Gencar Promosikan Kuliner Di Australia, Indonesia Gaet Koki Asing

By | September 28, 2016

PERTH, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia tengah gencar menggenjot promosi pariwisata. Kuliner menjadi salah sesuatu sektor yg dipandang menjanjikan buat mendatangkan wisatawan ke Indonesia. Sebut saja Australia yg dianggap sebagai salah sesuatu negara yg paling prospektif buat dijadikan destinasi promosi kuliner Indonesia.

Kepala Bidang Festival dan Promosi Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Adella Raung menuturkan, dua negara yang lain yg juga menjadi sasaran promosi penting adalah Tiongkok, Korea, Jepang, hingga India.

“Kami menjembatani bagi promosi wisata. Begitu dia (turis) mencicipi rendang, misalnya. Dan menilainya enak, dia mulai tiba ke Padang buat merasakan originalnya,” kata Adella ketika berbincang di Perth, Australia, Senin (26/9/2016).

Pada Minggu, (25/9/2016), Easy Event Perth didukung Kementerian Pariwisata RI menggelar Indonesian Culinary and Promotion Wonderful Indonesia di Geraldton, Australia Barat. Agenda promosi kuliner tersebut bukan pertama kalinya, melainkan telah digelar dua kali di negeri Kangguru.

Adella menjelaskan Australia menjadi negara penting kedua promosi pariwisata Indonesia. Secara geografis, letak Australia tidak jauh dari Indonesia, sehingga sangat prospektif bagi menarik wisatawan. Promosi kuliner pun digencarkan. Sebab, lanjutnya, kuliner Indonesia digemari di negara tersebut namun belum ada yg representatif.

Padahal, Adella menilai kuliner Indonesia sangat beragam. Adapun jenis-jenis masakan Indonesia yg paling digemari di Australia, di antaranya sate, nasi goreng, dan mie goreng. Namun, masakan dari daerah-daerah yang lain perlahan juga dikenalkan. Respon yg didapatkan pun positif.

KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Suasana Indonesian Culinary and Promotion Wonderful Indonesia di Geraldton, Australia Barat, Minggu (25/9/2016).

“Kami kenalkan juga yg lain. Laksa Bandung, misalnya, Kolak Pisang, Lumpia juga. Mereka rata-rata suka karena tasty. Sampai ada yg memesan,” tutur Adella.

Tak tanggung-tanggung, juru masak asing juga digaet bagi memasak masakan Indonesia. Sementara itu, Owner Event Organizer Easy Event Perth, Ratna Hartoyo sebagai pelaksana acara menyampaikan pihaknya juga mengadakan fine dining bagi mempromosikan kuliner Indonesia dengan konsep moving restaurant.

Para chef asing “dipaksa” mempelajari cara membuat masakan Indonesia. Salah sesuatu tujuannya adalah agar masakan Indonesia yg dipromosikan dapat sesuai dengan selera masyarakat Australia. Tentunya tanpa menghilangkan cita rasa asli masakan Indonesia yg dibuat.

“Kalau yg di (hotel) bintang lima, kita telah ada enam chef. Ada dari Jerman dan dari Australia sendiri. Mereka mau menyiapkan masakan Indonesia. Rasanya persis dan hasilnya dipuji,” kata Ratna.

Indonesia sendiri pada 2016 menargetkan kedatangan turis mancanegara sebanyak 12 juta orang. Berbagai strategi promosi digencarkan. Misalnya dengan memutuskan pembangunan infrastruktur di 10 destinasi prioritas, seperti pembangunan bandara, tidak mengurangi landas pacu bandara, merenovasi terminal penumpang, hibgga membangun marina.

Adapun 10 daerah yg ditetapkan sebagai destinasi prioritas adalab Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Mandalika (Lombok Selatan), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), Pulau Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

“Program prioritas artinya mulai membangun ‘Bali’ lainnya. Wisatawan selama ini kan maunya ke Bali. Takutnya Bali over-capacity. Padahal Indonesia luas, sangat banyak yg cantik-cantik,” tutur Adella lagi.

Sumber: http://travel.kompas.com