Agar Wisatawan Merasa Aman Dan Nyaman, Ini Langkah Polsek Kuta

By | September 28, 2016

KUTA, KOMPAS.com – Keamanan dan kenyamanan obyek wisata di kawasan Legian, Kuta dan sekitarnya menjadi perhatian serius jajaran Polsek Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Cukup banyak wisatawan yg mengeluhkan dan menjadi korban kejahatan ketika berwisata diantaranya mengalami kehilangan barang-barangnya dengan cara dijambret, dicuri dan dirampas, dan dirampok di vilanya dan kejahatan lainnya.

Kapolsek Kuta, Kompol Wayan Sumara mengatakan bahwa ada langkah-langkah yg telah dikerjakan jajaran Polsek Kuta buat pengamanan wilayah yg memang menjadi tujuan penting wisatawan di Bali.

“Kami memperkuat jaringan antar pihak terkait. Jaringan kita kuat, saat ada kejadian, atau peristiwa, kita cepat mengatasi, dan seluruh bergerak,” kata Kompol Wayan Sumara, di Kuta, Selasa (27/9/2016).

KOMPAS.com/SRI LESTARI Kapolsek Kuta, Kompol Wayan Sumara

Disamping adanya Polisi Pariwisata dari satuan Dit PAM OVIT dari Polda Bali yg berjaga di kawasan wisata, Wayan Sumara juga menjelaskan langkah-langkah yang lain yg telah dikerjakan diantaranya.

1. Kerja Sama dengan Desa Adat

Desa adat memang sangat utama dalam menolong keamanan wilayah. Alasannya bahwa desa adat garda depan di lingkungan masyarakat yg cepat mendeteksi apa pun yg terjadi di lingkungan adat.

Desa adat milik petugas keamanan yg dinamakan Pecalang. Pecalang inilah yg terus menolong petugas yang lain dalam mengamankan berbagai acara maupun pengaman wilayah selain aparat kepolisian dan TNI.

2. Kerja Sama dengan Rider dari Kodam IX/Udayana

Karena Markas Rider ada di wilayah Kuta, Polsek Kuta terus menggandeng pihak TNI dalam hak apa pun termasuk pengamanan wilayah.

Kerja sama TNI dan Polri cukup baik sehingga dalam mengatasi berbagai persoalan, pihak terkait terus saling bekerja sama.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Monumen Bom Bali di Jalan Legian Kuta, Bali, yg tidak jarang dikunjungi wisatawan.

“Kita kadang lupakan Rider buat bersama patroli di kawasan Legian, Kuta dan sekitarnya. Hubungan kita baik, kita sesuatu tujuan bagi menciptakan Bali aman dan nyaman, terutama dikunjungi wisatawan,” ujar Sumara.

3. Kerja Sama dengan Pelaku Pariwisata atau Stakeholder

Stakeholder milik peranan utama dalam keikutsertaan menciptakan lingkungan wisata yg aman dan nyaman. Peran pelaku pariwisata dapat dikerjakan dengan cara melengkapi tempat usahanya baik hotel dan restoran dengan CCTV dan personel pengamanan internal atau Satpam yg baik.

Para pelaku pariwisata juga diwajibkan melakukan komunikasi intensif dan dapat bekerja sama, baik dengan desa adat, Kepolisian maupun TNI.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Polisi Pariwisata berjaga di kawasan Pantai Kuta, Bali.

4. Kerja Sama dengan tukang ojek

Polsek Kuta kini memiliki sekitar 20 tukang ojek binaan yg bekerja di kawasan Legian, Kuta dan sekitarnya. Melalui kerja sama tukang ojek ini, Kepolisian meyakini mulai cepat mendapatkan keterangan terkait tindakan kejahatan di jalan.

Jika tukang ojek binaan ini berhasil memberikan keterangan yg benar, mulai diberi hadiah. Hingga kini telah ada yg berhasil mendapatkan hadiah karena memberikan keterangan yg benar.

“Sekarang total ya sekitar beberapa puluh tukang ojek. Saya janjikan hadiah bagi mereka yg dapat memberikan keterangan yg benar. Dan telah ada (dapat hadiah), beberapa orang. Tapi aku rahasiakan orangnya,” tambah Kapolsek Sumara.

Sumber: http://travel.kompas.com