Segarnya Air Di Permandian Baaluwu Buton

By | September 29, 2016

BUTON, KOMPAS.com – Teriakan Kegembiraan anak kecil begitu nyaring terdengar dari tengah kampung. Beberapa anak kecil kelihatan sedang asyik berenang berenang di permandian yg berada di tengah kampung ini.

Permandian tersebut biasa disebut permandian Baaluwu yg lokasinya tepat berada di tengah Desa Matanauwe, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Permandian Baaluwu ini berbeda dengan permandian pada umumnya. Permandian Baaluwu ini mirip seperti sebuah kolam renang yg besar, dengan airnya yg dingin dan kehijauan.

Menurut seorang warga desa, Wa Ita (32), permandian ini yaitu permandian yg telah lama dimanfaatkan warga desa.

“Permandian ini mempunyai banyak mata air yg mengalir. Dahulu ini di kelilingi batu gunung di sekitar kolam ini tetapi sekarang telah dibeton. Ada bagian mata air yg dilarang mandi berenang ke situ, karena masih ada warga yg ambil air ketika itu,” kata Ita, Minggu (25/9/2016).

Permandian Baaluwu seperti kolam renang yg besar dengan ketinggian air sebatas dada orang dewasa.

KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Permandian Baaluwu yg berada di tengah kampung Desa Matanauwe, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara terasa segar dan menyenangkan. Warga desa memanfaatkan bagi tiba mencuci dan juga mandi di permandian mirip sebuah kolam besar tersebut.

Di samping kolam besar tersebut, terdapat juga kolam kecil khusus buat anak-anak yg ingin mandi juga di permandian tersebut.

“Masih banyak warga yg manfaatkan kolam ini selain mandi, tidak jarang juga mencuci pakaian. Ini permandian ada mata airnya dan airnya menyeberang ke kolam lainnya,” ujarnya.

Permandian tersebut tak saja digunakan warga desa, dua pengunjung dari luar desa juga tiba memanfaatkan permandian tersebut. Baik tiba bagi berekreasi terkadang juga tiba mencuci pakaian dan lainnya.

“Permandian di sini, bagus sekali. Kadang kita tiba dari kampung yang lain tiba mencuci dan mandi-mandi di sini. Airnya dingin dan segar, kalian menikmatinya,” ucap Ali, seorang pengunjung.

Sumber: http://travel.kompas.com