Wisata Halal Di Indonesia Sebatas “Branding”

By | September 29, 2016

MALANG, KOMPAS.com – Pengamat Pariwisata dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Ahmad Faidlal Rahman mengatakan, wisata halal yg ada di Indonesia masih sebatas branding. Sementara penerapannya masih belum mencerminkan wisata halal.

“Yang ada selama ini cuma branding. Sementara yg benar-benar wisata halal belum ada,” kata Ahmad Faidlal Rahman usai memperingati World Tourism Day di Alun-Alun Tugu Kota Malang, Selasa (27/9/2016).

Faidlal menjelaskan, wisata halal tak cuma soal aman dan higienis. Melainkan juga harus menjamin lokasi-lokasi wisata yg halal menurut ajaran agama. Konsekuensinya, wisata halal harus bercermin pada wisata syariah, di mana semua lokasi yg disediakan harus sesuai dengan syariah Islam.

“Jadi lebih kepada proses dan fasilitasnya. Misalnya di Lombok (Nusa Tenggara Barat), di sana kan telah terkenal dengan wisata halal, tetapi kenyataannya, di hotel-hotel, kolam renangnya masih campur. Karyawannya juga tak pakai kerudung,” jelasnya.

Kriteria wisata halal yg ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata juga dinilai masih ngambang.

Sementara itu, soal destinasi wisata halal, pemerintah, menurut Ahmad Faidlal Rahman, tak mampu memaksakan. Sebab di lokasi wisata halal sekalipun, masih banyak destinasi yg tak mencerminkan wisata halal.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Arsitektur Istano Basa Pagaruyung, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013). Rumah tradisional bergaya khas Minangkabau ini digunakan sebagai tempat jamuan makan ketika pelaksanaan Tour de Singkarak 2013.

“Pemerintah daerah atau siapa pun jangan mewajibkan hotel halal. Jadikan halal pariwisata sebagai pilihan alternatif buat menampung segmen pasar tertentu. Sehingga wisatawan dapat memilih,” katanya.

Terkait dengan potensi kunjungan, Kepala Prodi Pariwisata dan Perhotelan pada Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya itu menyebut sangat potensial. Sebab targetnya jelas. Yaitu wisatawan Muslim.

“Menjanjikan. Karena itu prospeknya adalah wisatawan Muslim. Sekaligus wisatawan umum yg ingin mengunjungi destinasi wisatawan muslim,” ungkapnya.

Sumber: http://travel.kompas.com