Kemenpar Siapkan “One-Stop Online Travel”

By | September 30, 2016

PERTH, KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata kini tengah berupaya menyediakan “lapak” wisata secara online atau one-stop online travel. Ide tersebut digagas Menteri Pariwisata Arief Yahya guna mempermudah wisatawan baik lokal maupun mancanegara merancang perjalanan mereka.

Kepala Bidang Festival dan Promosi Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Adella Raung menuturkan Arief mempelajarinya ketika berkunjung ke Sidney, Australia sekitar bulan April lalu. Di sana, Arief juga berbincang dengan Menteri Pariwisata Australia. Kemudian ia pun berniat mencontoh program one-stop online travel tersebut.

“Mau hotel, travel agent, mobil, itu lah yg secara online disiapkan pemerintah. Nanti dikelola swasta. Dia kayak pasar khusus tourism tetapi online,” tutur Adella ketika berbincang di Perth, Australia, Senin (26/9/2016).

Adella menambahkan banyak travel agent yg mengeluh karena telah tergeser situs booking online. Sebab, banyak masyarakat yg lebih memilih merancang perjalanan mereka sendiri dengan memanfaatkan situs booking online ketimbang menggunakan jasa travel agent yg kebanyakan masih manual.

Adella berharap program one-stop online travel tersebut mampu langsung dijalankan, meski kemungkinan besar belum dimulai pada tahun ini.

“Nanti didata dan ada orang-orang yg bantu itu semua. Lalu diserahkan ke swasta. Secepat mungkin kita harap,” kata dia.

Indonesia sendiri pada 2016 menargetkan kedatangan turis mancanegara sebanyak 12 juta orang. Berbagai strategi promosi digencarkan.

Misalnya dengan memutuskan pembangunan infrastruktur di 10 destinasi prioritas, seperti pembangunan bandara, tidak mengurangi landas pacu bandara, merenovasi terminal penumpang, hibgga membangun marina. Adapun 10 daerah yg ditetapkan sebagai destinasi prioritas adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Mandalika (Lombok Selatan), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), Pulau Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Sumber: http://travel.kompas.com