Seberapa Mahal Pendakian Gunung Carstensz Di Papua?

By | September 30, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggapan Gunung Cartensz sebagai gunung yg membutuhkan biaya mahal bagi mendaki masih lekat di mata pendaki Indonesia. Sejumlah pendaki mengaku pendakian Gunung Carstensz masih sebatas impian belaka.

Lalu seberapa mahal pendakian menuju Gunung Carstensz? Seorang pendaki gunung dari Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Leny Surya Martina dan operator pendakian dari Patagonia Adventure Travel serta Indonesia Expeditions berbagi cerita tentang mahalnya pendakian Gunung Carstensz.

Leny menyampaikan kelompoknya yg beranggota lima orang menghabiskan biaya sekitar 55 juta per orang bagi mendaki Gunung Carstensz. Ia menceritakan, biaya transportasi menuju ke Papua dan ditambahnya sewa pesawat dari Nabire ke Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Ada kultur-kultur masyarakat di sana yg belum teredukasi. Kalau telah terorganisasi mungkin murah. Resiko-resiko yg tidak terduga juga jadi alasan,” kata Leny yg bulan Mei berhasil menapaki puncak Gunung Cartensz bersama empat pendaki Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia kepada KompasTravel ketika ditemui acara “Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid” di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.

Pemilik Operator Pendakian Patagonia Adventure Travel, Fandhi Achmad atau akrab disapa Agi menyebutkan, mahalnya biaya pendakian Gunung Carstensz lantaran letak gunung tersebut yg sulit dijangkau. Misalnya dari Jakarta, lanjutnya, pendaki mesti memakai pesawat menuju Nabire, Papua selama enam jam.

“Setelah itu dari Nabire menyambung dengan pesawat kecil ke Desa Sugapa di Kabupaten Intan Jaya. Yang murah itu yg tarifnya subsidi. Tapi Itu cuma diberikan bagi orang Papua. Kita gak mampu subsidi,” jelas Agi yg juga bertugas sebagai pemandu pendakian gunung di Patagonia Adventure Travel.

Lewat Patagonia Adventure Travel, ia membanderol paket pendakian Gunung Carstensz seharga Rp 55 juta per orang. Harga tersebut sudah termasuk transportasi pergi pulang (PP) Jakarta – Nabire, pesawat Nabire-Sugapa, biaya porter dan pemandu selama beberapa pekan pendakian, peralatan pendakian kelompok, makanan, dan minuman.

“Kalau ada konflik, itu lebih mahal. Kalau di Gunung Carstensz ini problemnya adalah faktor keamanan. Itu yg membuat bikin mahal. Jadi seperti keamanan juga terhadap porter. Biaya tidak terduga itu di pendakian Gunung Carstensz dapat banyak. Kadang-kadang dapat naik 100 persen,” jelas Agi.

Dok.7 Summits Indonesia Kondisi pendakian Carstenz Pyramid, Papua, oleh tim 7 Summits Indonesia. Mereka berhasil mencapai puncak pada 18 April 2010 dan memakai keadaan alam Papua bagi berlatih sebelum mendaki enam gunung tertinggi di dunia.

Menurut Agi, belum adanya sistem pemberian gaji porter menjadi alasan mahalnya pendakian Gunung Carstensz. Selain itu, lanjutnya, belum teredukasinya porter-porter tidak mengurangi mahalnya biaya pendakian.

“Mereka dapat aja nuntut biaya lebih. Kalau gak dikasih dia mau pulang. Nah, kalau dalam situasi bawa tamu atau ekspedisi. mau gak mau kami turutin. Kalau gak, kami dapat rugi. Ongkosnya besar. Itu yg bikin mahal. Tarif porternya mahal. Biaya tidak terduganya banyak,” jelas Agi.

Sementara itu, Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana, menambahkan, harga porter buat sekali perjalanan pendakian Gunung Carstensz berkisar Rp 7-8 juta. Sementara, lanjutnya, buat sesuatu orang membutuhkan beberapa porter.

“Yang bagi mahal itu aksesnya sulit. Mesti pakai pesawat ke Desa Sugapa. Di sana biaya hidupnya belum pasti. Beda kalau seperti di Nepal,” jelas Egie kepada KompasTravel saat ditemui acara “Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid” di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.

Egie menyebutkan, rata-rata operator pendakian menawarkan paket perjalanan pendakian Gunung Carstensz di harga Rp 55 – 65 juta per orang. Menurutnya, rata-rata calon pembeli masih menganggap harga pendakian Gunung Carstensz tersebut mahal.

Keberadaan Gunung Cartensz terbilang diperhitungkan dalam dunia pendakian gunung di dunia. Pasalnya, Gunung Cartensz termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama Mount Everest (Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Selatan), Mckinley (Amerika Utara), dan Vinson Massif (Antartika).

Sumber: http://travel.kompas.com