Yang Sebaiknya Tak Lagi Terlewat Dari Cirebon…

By | October 1, 2016


KOMPAS.com –
Jakarta-Cirebon cuma terpaut jarak 214 kilometer, yg itu mampu ditempuh selama 3-5 jam memakai kendaraan pribadi. Dikenal sebagai salah sesuatu Kota Wali, Cirebon juga milik banyak hal yang lain yg kerap terlewat para pelancong.

Jamak bila kota ini dianggap sebagai tujuan wisata religi. Itu tadi, ada wali yg pernah bermukim dan meninggalkan jejak di sini, merupakan Sunan Gunung Jati.

Namun, Cirebon juga dikenal karena sejumlah kuliner legendaris. Sebut saja empal gentong, nasi jamblang, dan docang. Makanan yg terakhir juga tidak lepas dari sosok wali di sini.

Ada pula di Cirebon, kerajinan yg telah go internasional. Inilah batik trusmi. Namanya berasal dari kawasan tempat kerajinan itu berasal dan berkembang.

Lalu, apa lagi yg masih mungkin terlewat dari kota ini kalau begitu?

Satu hal yg tidak banyak orang tahu soal Cirebon adalah kaitannya dengan salah sesuatu legenda seniman Indonesia, Affandi. Maestro seni lukis ini ternyata lahir di sini.

Affandi adalah pelukis Indonesia yg namanya dikenal hingga mancanegara. Almarhum menciptakan tidak kurang dari 2.000 lukisan selama hidupnya.

KOMPAS/INGKI RINALDI Seorang perajin batik, Sabtu (7/12/2013), tengah melakukan proses menembok atau menutup pola yg bakal dibiarkan putih dengan memakai malam (lilin). Proses itu dikerjakan pada selembar kain batik di Sanggar Batik Katura, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Namun, yg juga teramat jarang diketahui orang adalah kuliner bernama sate kalong. Apa pula ini?

Kalong dalam sejumlah bahasa daerah adalah nama binatang sejenis kelelawar yg cuma terbang pada malam hari. Namun, jangan khawatir, sate yg sesuatu ini tidak berbahan daging hewan itu.

Sate kalong yaitu sate berbahan daging kerbau. Nama “kalong” tersemat karena sate ini awalnya cuma dijual selepas matahari terbenam. Sama seperti kemunculan hewan itu, bukan?

Makin jarang

Bahan penting sate kalong adalah daging has dalam kerbau. Iya, kerbau.

Belum ada penelusuran sejarah yg pasti, tapi penggunaan daging kerbau ini diduga milik kaitan dengan akulturasi budaya Islam dan Hindu di Cirebon.

Saat ini, telah tidak banyak pedagang sate kalong di Cirebon.

“Rumit pembuatannya,” kata Didi Gunadi, salah sesuatu pedagang sate kalong yg masih dapat dijumpai di kota ini, Selasa (16/8/2016) malam.

Didi mengaku sebagai generasi ketiga pembuat dan penjual sate kalong.

“Dulu kakek jualan keliling. Kakek telah berjualan sejak 1932. Saya meneruskan dari ayah saya, sejak 1995,” tutur Didi.

Kompas.com tidak sengaja berkesempatan mampir di gerobak Didi, yg ada di Jl Pecinan. Berikut ini video dari sate kalong tersebut:Kompas Video Kuliner Malam Sate Kalong Cirebon

Tempat jualan Didi tidak seberapa besar. Hanya sesuatu gerobak dan meja panjang bagi makan lesehan di teras pertokoan jalan tersebut.

Satu porsi sate kalong berisi 20 tusuk sate. Namun, setiap beberapa tusuk sate ini saling melekat, disatukan oleh bumbu masaknya.

“Karena dagingnya tipis-tipis. Kalau benar-benar cuma sesuatu tusuk sendiri-sendiri, terlalu kecil,” kata Didi.

Sebagai bumbu siramnya, sate kalong juga bukan sambal kacang atau kecap saja. Sate ini memakai bumbu siram campuran kacang dan oncom. Bagi Anda yg pernah mencicipi dendeng, ada rasa yg mirip dengannya pada sate ini.

“Setiap harinya aku dapat membuat 700 sate daging dan 300 tusuk otot. Seluruhnya terus habis,” ungkap Didi.

Per porsi sate kalong dibanderol Rp 20.000. Jangan salah, sate ini telah dikirim sampai Australia dan Belanda.

Didi memang melayani pesanan dan pengiriman selain berjualan di kawasan kuliner Cirebon tersebut. Untuk pengiriman ke luar kota bahkan luar negeri, bumbu siram mulai dipisah.

Bahkan, cerita Didi, dia pernah berangkat ke Lampung lengkap bersama gerobaknya, buat mengikuti semacam eksebisi kuliner.

Tanpa penyimpanan di lemari pendingin, sate kalong dapat bertahan hingga 3 hari. Kalau disimpan di lemari pendingin, sate ini tahan sampai beberapa pekan.

Pilihan yg juga jangan terlewat

Di Cirebon ada banyak tempat wisata yg bisa disambangi. Pilihannya dari tempat menyepi seperti Gua Sunyaragi hingga wisata religi yg teramat populer merupakan kompleks masjid dan makam Sunan Gunung Jati.

Namun, kota ini pun menyediakan buat Anda yg cuma melintas atau sengaja berlibur bersama keluarga pilihan sesuatu lokasi bagi beragam minat. Hotel, restoran, fasilitas relaksasi, dan pusat perbelanjaan di kompleks Cirebon Superblock (CSB) Mall adalah salah satunya.

Dokumentasi Swiss-Belhotel Cirebon Superblock Mall Cirebon.

Dibuka bagi umum pada 2011, kawasan ini tumbuh pesat menjadi semacam oase baru untuk warga dan tamu Cirebon. Rata-rata, 14.000 orang bertandang ke kompleks ini pada hari biasa dan melonjak menjadi 16.000 orang pada hari libur.

Sebelum Tol Cirebon-Palimanan dibuka, pengunjung ke kompleks ini rata-rata cuma 8.000 orang per hari. Tentu saja, tanpa ada daya pikat yg pas, kehadiran tol tersebut tidak mulai cukup mendatangkan tambahan pengunjung sebanyak itu ke CSB Mall.

CSB memang dibangun berdasarkan kebutuhan sebuah kota yg tumbuh. Selain pusat perbelanjaaan, CSB juga milik kawasan perkantoran dan fasilitas entertainment seperti kawasan kuliner, tempat spa, salon, dan refleksi.

Semakin menarik, karena di kompleks ini juga ada hotel bintang empat Swiss-Belhotel Cirebon. Tersedia beragam fasilitas yg mampu dinikmati, tidak cuma oleh tamu yg menginap.

Di hotel ini ada Swiss Cafe Private Room dan Swiss Cafe, misalnya, selain kolam renang yg mampu dimanfaatkan juga oleh selain tamu menginap. Jangan terlewat, tersedia juga fasilitas pijat dan spa di sini.

Ada pula fasilitas seperti Ballroom, Pangrango Function Room, dan Papandayan Meeting Room, bagi keperluan hajatan dan meeting bisnis.

Total, ada 9 fasilitas rapat bisnis di Swiss Belhotel Cirebon. Untuk Ballroom, luas ruangan mencapai 1.344 meter persegi.

Adapun kelas kamar yg tersedia akan dari deluxe, business suite, hingga president suite. Bahkan, Swiss Belhotel Cirebon milik kamar khusus bagi bulan madu pengantin baru, merupakan honeymoon suite.

Dok Swiss Belhotel Cirebon Deluxe Room Swiss Belhotel Cirebon

Semua pilihan kamar itu mampu dinikmati dengan harga akan dari Rp 1.088.000 per malam.

Bagi para tamu yg menginap di hotel ini, seluruh fasilitas di kompleks CSB mampu dijangkau tanpa harus menumpang kendaraan atau berjalan jauh.

Pusat perbelanjaan—termasuk bioskop dan aneka tempat makan populer—tepat menempel di samping hotel, sementara fasilitas yang lain ada di deretan pertokoan di depan hotel—dalam sesuatu kompleks yg sama.

CSB dan Swiss Belholtel Cirebon berlokasi di Jl Cipto Mangunkusumo, Cirebon. Dari stasiun Cirebon, pengunjung cukup berkendara sekitar 5 menit. Ingin berkelana ke seantero Cirebon pun, lokasi kompleks ini ada di jalan penting kota.

Catatan menarik, di kawasan ini kerap digelar acara-acara seni budaya tradisional. Modernitas yg dihadirkan dalam konsep kawasan ini tidak dahulu serta-merta meniadakan citra sejarah dan budaya yg lekat dengan kotanya.

Jadi pengin melancong lagi ke Cirebon?
Sumber: http://travel.kompas.com