Berwisata Di Dalam Gerbong Kereta Istimewa Ala Presiden

By | October 4, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, bepergian memakai jasa angkut kereta api adalah salah sesuatu cara terbaik.

Selain dinilai cukup aman, perjalanan memakai kereta api membuat waktu tempuh menjadi relatif lebih cepat ketimbang jasa angkutan darat lainnya.

Tidak sedikit pula yg memilih kereta api sebagai angkutan ketika melakukan perjalanan wisata. Berbagai kelas dengan bermacam fasilitas ditawarkan oleh perusahaan pengelola kereta api.

Salah sesuatu yg pilihannya adalah gerbong wisata yg disediakan oleh PT Kereta Api Wisata. Di dalam gerbong khusus ini, para penumpang dapat duduk di sofa yg empuk, berkaraoke, bahkan beristirahat di tempat tidur layaknya di kamar hotel.

Untuk ketika ini, terdapat 12 gerbong kereta wisata yg terdiri dari tujuh tipe yg berbeda. Berbagai tipe tersebut yaitu, Jawa, Sumatera, Toraja, Bali, Nusantara, Imperial, dan Priority.

“Masing-masing tipe berbeda fasilitas dan kapasitasnya,” ujar Supervisor Operasi PT Kereta Api Pariwisata R Bayu Santika, ketika ditemui, Kamis (22/9/2016).

Salah sesuatu tipe yg menjadi unggulan kereta wisata adalah tipe Nusantara. Tipe ini memiliki fasilitas kamar tidur, tempat duduk sofa, dan ruang balkon.

Dengan ruang balkon tersebut, penumpang mampu melihat-lihat pemandangan di luar gerbong. Ruang balkon tersebut mirip ruang terbuka yg biasa terdapat pada kereta di masa lampau.

“Karena kereta api sekarang telah tak ada aling-alingnya. Jadi di bagian paling belakang gerbong wisata, kami dapat melihat pemandangan segera di belakang rel,” kata Bayu.

Untuk tipe Bali, menurut Bayu, hampir sama seperti tipe Nusantara, cuma tak terdapat tempat tidur. Tipe ini lebih menonjolkan sisi privasi, dengan adanya VVIP room yg yaitu ruangan terpisah di tengah gerbong.

Kemudian, bagi tipe Jawa, di dalam gerbong terdapat tempat tidur, sofa dan ruang pertemuan di belakang TV besar. Ruang meeting tersebut dapat juga digunakan sebagai ruang makan.

“Sementara, buat tipe Sumatera, meskipun tak ada tempat tidur, tetapi memiliki keunggulan yakni terdapat fasilitas home theater,” kata Bayu.

Kompas.com berkesempatan coba salah sesuatu tipe kereta wisata, yakni tipe Toraja. Perjalanan dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, menuju Stasiun Tugu di Yogyakarta, ditempuh dalam waktu 7 hingga 8 jam perjalanan.

Sekilas, tipe Toraja memiliki bentuk tempat duduk yg mirip dengan kereta api reguler. Tipe Toraja memiliki 16 tempat duduk yg posisinya mampu menghadap depan atau saling berhadapan.

Gerbong kereta Toraja juga memiliki sebuah ruangan kompartemen VIP yg mampu diisi 5-6 orang. Nuansa klasik dan elegan di dalam gerbong semakin terasa karena dinding kereta dilapisi kayu dan lis berwarna emas.

Di awal perjalanan menuju Yogyakarta, penumpang disuguhkan minuman pembuka yg bisa dipilih sesuai keinginan. Beberapa penumpang bisa memilih menu kopi, teh dan bajigur.

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Pramusaji menyiapkan makanan bagi penumpang di dalam gerbong Toraja, kereta api wisata, Kamis (22/9/2016).

Di tengah perjalanan, penumpang mulai disuguhkan menu makanan penting yg tersaji secara prasmanan. Pramusaji mulai mempersilakan tamu mengambil dan memilih sendiri hidangan yg telah ditata secara menarik di meja makan.

Hal menarik dari perjalanan memakai kereta wisata adalah keleluasaan pribadi. Kereta wisata cocok digunakan ketika berwisata bersama rombongan teman atau keluarga.

Untuk ketika ini, kereta wisata cuma beroperasi di wilayah Pulau Jawa, dengan Banyuwangi sebagai titik yg paling jauh. Untuk harga, menurut Bayu, dihitung akan dari jarak pendek, menengah dan jauh.

Jarak pendek, misal dari Jakarta, Bandung, atau Cirebon, tarifnya akan dari Rp 14 juta per gerbong. Sementara, buat jarak menengah, harganya mencapai sekitar Rp 20 juta setiap perjalanan.

Jarak menengah akan dari Gambir-Purwokerto, Gambir-Yogya dan Gambir-Semarang.

Menurut Bayu, perbedaan harga terjadi akibat perbedaan kapasitas yg terdiri dari 22 dan 28 kursi.

Ala Presiden

Pengguna kereta wisata cukup bervariasi. Mulai dari rombongan keluarga, perusahaan swasta hingga instansi pemerintahan ikut menyewa gerbong istimewa tersebut.

Salah sesuatu tokoh yg cukup kadang memakai kereta wisata adalah presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Bayu, selama menjabat sebagai presiden RI, SBY dua kali menumpang kereta wisata dalam melakukan kunjungan kerja. Beberapa menteri juga pernah mendampingi SBY di dalam kereta wisata.

SBY juga dua kali memilih memakai kereta wisata ketika pulang ke kampung halaman.

“Kesukaan Beliau adalah Toraja sewaktu jadi presiden. Setelah tak lagi berdinas, Beliau ada pilihan lain, merupakan Imperial yg menjadi favorit Beliau,” kata Bayu.

Kompas TV Stasiun Bondowoso jadi Museum Kereta Api

Sumber: http://travel.kompas.com