Di Tepian Sungai Rhein

By | October 5, 2016

CAHAYA jingga pecah di ujung timur Jembatan Hohenzollern yg membelah Sungai Rhein, di kota Cologne, Jerman, Rabu (21/9/2016).

Sinar matahari terasa hangat menyentuh permukaan kulit, mengusir pagi yg dingin.

Kayuh sepeda dan langkah kaki warga Cologne hilir mudik melintasi Jembatan Hohenzollern menjalankan rutinitasnya setiap hari.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Pejalan kaki berfoto di Jembatan Hohenzollern, Cologne, Jerman.

Sementara dua wisatawan mengamati ribuan gembok berwarna-warni, sebagai simbol pesan cinta yg terkunci dalam ikatan janji.

Sungai Rhein membelah daratan Eropa sepanjang 1.200-an kilometer dari Pegunungan Alpen di Swiss, sehingga Sungai Rhein menjadi salah sesuatu sungai terpanjang di Eropa, khususnya di Jerman.

Sungai ini memiliki peran utama dalam jalur perdagangan di Eropa sejak zaman kekaisaran Romawi. Selain itu sungai juga berfungsi sebagai pertanda perbatasan wilayah kekuasaan.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Stasiun Central Cologne, Jerman.

Sungai Rhein kini salah sesuatu destinasi wisata yg terus dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke kota Cologne.

Sungai ini memisahkan wilayah Köln Hbf dan Köln Deutz/Messe (Hohenzollernbrücke).

Kota Cologne pernah mengalami kehancuran pada masa perang dunia kedua, dua bangunan yg masih utuh berdiri adalah bangunan Katedral Kölner Dom atau Katedral Cologne yg terletak di sebelah barat Sungai Rhein, berjarak sekitar 100 meter.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ornamen Kolner Dom atau Cologne Cathedral, Cologne, Jerman.

Bangunan katedral yg dibangun pada abad ke-7 tersebut kini masih aktif digunakan umat buat beribadah. Bangunan warisan budaya dunia tersebut juga menjadi destinasi wisata wajib ketika berkunjung ke kota Cologne.

Bagi sebagian ”petualang cinta”, Sungai Rhein adalah saksi bisu yg memancarkan spektrum romantisme dan makna keabadian.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Gembok cinta di Jembatan Hohenzollern, Cologne, Jerman.

Gembok-gembok cinta dari berbagai penjuru dunia ditautkan di Jembatan Hohenzollern, yg jumlahnya semakin hari semakin bertambah.

Namun, buat sebagian lainnya, Sungai Rhein adalah denyut kota yg memberikan banyak kehidupan. (Lucky Pransiska)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 September 2016, di halaman 32 dengan judul “Di Tepian Sungai Rhein”.

Sumber: http://travel.kompas.com