Coretan Di Gunung Terus Muncul, Luluk Tidak Menyerah

By | October 5, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com — Luluk Kartikawati adalah penggagas CAV OT MOUNTAIN (Clean Art Vandalism on the Mountain), gerakan bersih-bersih gunung yg dikerjakan secara sukarela. Wanita cantik itu menggagas CAV OT MOUNTAIN pada 2015. Alasannya, banyak sekali pendaki yg meninggalkan “jejak” memakai cat semprot di batu atau sepanjang jalur pendakian.

“Ada palang tulisan ‘jangan buang sampah sembarangan’, oleh mereka malah ditempeli stiker. Malah ada juga stiker dari pencinta alam,” tutur Luluk kepada KompasTravel, Minggu (2/10/2016).

(Baca: Wanita Cantik Ini Sukarela Bersihkan Vandalisme di Gunung Indonesia)

Perempuan yang berasal Solo ini sangat menyayangkan tindakan yg tak baik dari para pendaki. Saat menikmati alam, mereka juga seharusnya menjaga alam dengan baik. Bersama kawan relawannya, Luluk juga melakukan penanaman kembali pohon sebanyak sesuatu sampai beberapa bibit.

“Yang kalian tanam tak banyak, tapi mudah-mudahan dapat membantu,” tutur Duta Wisata Sragen 2015 itu.

Dalam menjalankan aksinya, Luluk menyiapkan seluruh peralatannya sendiri, salah satunya tiner. Dia didukung banyak relawan. Walau demikian, ada juga prasangka miring tentangnya.

“Tidak semuanya mendukung. Ada saja yg malah menghina, bahkan ada yg protes tulisannya dihapus,” kata Luluk.

Luluk menceritakan pengalamannya saat menghapus tulisan yg ada di salah sesuatu sisi di Gunung Lawu. Ketika dirinya sudah selesai membersihkan dua titik bersama rekan-rekannya, Luluk turun kembali. Namun, betapa kagetnya Lulu, saat ia kembali, ada seseorang yg sedang mencorat-coret di tempat yg sama.

 

INSTAGRAM/LULU_KARTIKA Lulu Kartikawati ketika beraksi membersihkan vandalisme di gunung.

“Lucunya, dia bilang begini, ‘Lah Mbak, kok dihapus sih tulisan ini tadi?'” kata Luluk sambil tertawa.

Dirinya juga tidak jarang kali mendapat kritik dari banyak orang. Ada yg merasa bahwa kegiatan Luluk sangatlah tak menghasilkan keuntungan. Tidak ada profit yg didapatkan. Namun, hal ini tak mematahkan semangatnya.

“Pokoknya aku tujuannya baik, tak peduli keuntungan. Saya hanya berharap banyak pihak yg mau mendukung kegiatan saya,” tutur Luluk.

Luluk berharap, ke depannya, para pendaki lebih menjaga kebersihan lingkungan, tak membuang sampah, tak mencorat-coret, dan tak menempelkan stiker di sembarang tempat. Luluk juga berharap, semangat dirinya “menular” ke orang atau komunitas lain.

“Bertanggungjawablah dengan sampah Anda, sekecil apa pun. Bungkus permen sekalipun,” begitu pesan Luluk.

Sumber: http://travel.kompas.com