Turis Amerika Serikat Lebih Kenal Bali Dibanding Indonesia, Benarkah?

By | October 5, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Wisatawan yang berasal Amerika Serikat cuma mengenal Bali dibandingkan Indonesia. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh seorang profesor bidang humaniora dari Universitas Maryland di Amerika Serikat, Barbara Russell.

“Ketika aku kembali ke Kanada, tempat yang berasal aku dan ke Amerika Serikat tempat aku 20 tahun tinggal, sebagian besar mengenal Bali sebagai negara di kawasan Pasifik. Faktanya, Bali adalah bagian dari negara Indonesia yg memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan pasti mulai mengejutkan masyarakat khususnya di belahan utara Amerika,” tulis kata Barbara di The Jakarta Post.

Ia menyampaikan wisatawan Amerika Serikat yg tiba ke Indonesia umumnya cuma fokus berkunjung ke Bali yg sudah memang dikenal sebagai destinasi wisata secara global. Mayoritas wisatawan Amerika Serikat, menurut Barbara, mengenal Bali sebagai negara berbentuk pulau dan beriklim tropis di kawasan Pasifik.

(Baca: Kenapa Turis Amerika Serikat Tidak Berkunjung ke Indonesia?)

“Lebih dari 75 juta warga Amerika Serikat pergi ke luar negeri setiap tahun. Hanya sekitar 7 persen yg mengunjungi Asia, itu sekitar 5 juta orang. Namun, cuma sebagian kecil dari jumlah tersebut yg mengunjungi Indonesia,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya turut menanggapi pernyataan Barbara Russel. Ia setuju dengan tulisan Barbara mengenai anggapan wisatawan Amerika Serikat tentang Bali.

“Indonesia kurang dikenal selain Bali. Setuju, walaupun tak seekstrim itu. Menyadari hal inilah maka kami melakukan kampanye branding di Amerika Serikat, termasuk yg ketika ini 4 baliho besar yg sedang terpampang besar di New York,” ujar Arief ketika dikonfirmasi KompasTravel, Selasa (4/10/2016).

(Baca:  Wonderful Indonesia “Mejeng” di Times Square New York)

Ia menambahkan bahwa kelebihan Bali yg sudah dikenal oleh wisatawan Amerika Serikat digunakan sebagai alat promosi oleh Kementerian Pariwisata. Promosi pariwisata Indonesia memakai Bali sebagai pintu masuk wisatawan asing.

“Karena Bali yg dikenal, maka promosi kami terus memakai Bali sebagai pintu masuk, dengan program Bali ‘plus-plus’ seperti Bali plus Jogja, Bali plus Komodo, dan seterusnya,” jelasnya.

Arief menambahkan Indonesia sendiri telah akan dikenal oleh wisatawan Amerika Serikat. Hal itu, lanjutnya, terbukti dari angka kedatangan wisatawan Amerika Serikat bulan Agustus yg naik pesat merupakan 48,17 persen dibanding Agustus tahun 2015.

Sumber: http://travel.kompas.com