Turis AS Kurang Berminat Liburan Ke Indonesia? Ini Tanggapan Menpar

By | October 5, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Profesor di bidang humaniora yang berasal University Maryland, Barbara Russell menyebutkan dua alasan mengapa wisatawan Amerika Serikat kurang berminat liburan ke Indonesia, seperti yg ia tulis dalam sebuah artikel yg dimuat di The Jakarta Post.

Alasan-alasan yg diungkapkan Barbara seperi kurang dikenalnya Indonesia selain Bali, persoalan infrastruktur di luar Bali, isu negatif tentang keamanan di Indonesia, isu negatif tentang pemberlakuan hukuman mati di Indonesia, dan tentang sampah/kebersihan.

(Baca: Kenapa Turis Amerika Serikat Tidak Berkunjung ke Indonesia?)

“Indonesia kurang dikenal selain Bali. Setuju, walaupun tak seekstrim itu. Menyadari hal inilah maka kalian melakukan kampanye branding di Amerika Serikat, termasuk yg ketika ini 4 baliho besar yg sedang terpampang besar di New York,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya menanggapi tulisan tersebut ketika dihubungi KompasTravel, Selasa (4/10/2016).

(Baca juga: Kemenpar Siapkan Rp 8 Miliar bagi Promosi di Times Square New York)

Oleh karena itu, Arief menuturkan promosi pariwisata Indonesia memakai Bali sebagai pintu masuk wisatawan asing.

“Karena Bali yg dikenal, maka promosi kalian terus memakai Bali sebagai pintu masuk, dengan program Bali plus-plus seperti Bali plus Jogja, Bali plus Komodo, dan seterusnya,” jelasnya.

Arief menambahkan Indonesia sendiri telah akan dikenal oleh wisatawan Amerika Serikat. Hal itu menurutnya, terbukti dari angka kedatangan wisatawan Amerika Serikat bulan Agustus yg naik pesat merupakan 48,17 persen dibanding Agustus tahun 2015.

“Kedua, persoalan infrastruktur di luar Bali. Kita menyadari hal ini. Makanya Kementerian Pariwisata sangat getol membangun ’10 New Bali’ di luar Bali, dengan penekanan pada bidang infrastruktur dan manajemen atau pengelolaan,” lanjutnya.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Suasana obyek wisata Pantai Indah Permai di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (20/8/2016). Danau Toba adalah salah sesuatu obyek wisata yg wajib dikunjungi seandainya berkunjung ke Tanah Batak.

Adapun destinasi wisata yg dikembangkan dan dipromosikan sebagai 10 “Bali Baru” yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Morotai (Maluku Utara), Kepulauan Seribu (Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

“Ketiga, isu negatif tentang keamanan. Keamanan memang yaitu isu di seluruh negara. Termasuk adanya bom di Perancis, Inggris, bahkan juga di Amerika sendiri. Keamanan Indonesia telah sangat membaik, bahkan penanganan terorisme saat terjadi di Jalan Thamrin Jakarta, mendapatkan pujian internasional,” ujar Arief.

Sementara bagi isu negatif hukuman mati bagi terdakwa pengedar narkoba di Indonesia, Arief menolak buat berkomentar.

KOMPAS/AGUS HERMAWAN Gunung Batok dari ketinggian.

“Kelima, persoalan sampah dan kebersihan. Kita mengakui (Indonesia masih belum bebas sampah), karena terbukti memang nilai kebersihan kalian masih rendah dalam penilaian TTCI WEF (Travel and Tourism Competitive Index World Economic Forum),” jelas Arief.

Untuk mengatasi persoalan sampah, Kementerian Pariwisata milik program edukasi berbasis komunitas. Arief menyebutkan sudah gencar melakukan edukasi berbasis komunitas merupakan program Sapta Pesona (Sadar Wisata).

Sumber: http://travel.kompas.com