Tema Cinta Di Musik Cadas Itu Cengeng? Sama Sekali Tidak!

By | October 6, 2016

‘Lagu cinta melulu. Kita memang benar-benar melayu. Suka mendayu-dayu’, bunyi lirik Cinta Melulu dari Efek Rumah Kaca itu rasanya pas menggambarkan bagaimana musik Indonesia sekarang. Yap, tidak dapat dipungkiri lagi kalau tema cinta masih sangat mendominasi. Mulai dari galau hingga indahnya jatuh cinta, seluruh tergambar jelas dan diterima baik oleh para pendengar.Namun uniknya, masih ada dua orang yg menganggap kalau tema cinta cuma cocok bagi lagu-lagu pop saja. Lalu bagaimana dengan musik cadas seperti rock, punk atau mungkin metal? Wah ya cengeng banget dong kalau sampai bahas cinta-cintaan di sana. Masih adakah yg berpikir seperti itu?Dengan kata lain, cinta masih dianggap sebagai sebuah hal tabu bagi dibahas di musik-musik yg notabene dianggap keras. Sebagai gambaran, sebuah band punk mulai lebih terlihat sangar kalau membahas tema-tema seperti politik, pemberontakan atau persoalan sosial lainnya.Padahal di sisi lain, cinta nggak melulu tentang putus dari pacar, diselingkuhin ataupun indahnya jatuh cinta. Come on, cinta mampu lebih dari itu bro! Kasih sayang untuk anak dan orangtua hingga wujud syukur kepada Tuhan juga masuk ke dalam lingkup besar cinta. Bukankah begitu?Sebuah lagu pada hakikatnya adalah gambaran kehidupan kami sendiri yg dimusikkan. Nah, bukankah cinta yaitu bagian dari manusia yg tidak mulai mampu dilepaskan? Percaya deh, rocker semacam Freddie Mercury hingga Lemmy Kilmister pun pasti pernah merasakan yg namanya cinta. Jadi rasanya kurang fair kalau tema cinta cuma dikhususkan buat musik yg itu-itu aja alias haram bagi genre-genre lain.Fenomena semacam ini juga dirasakan oleh band yang berasal Yogyakarta, Endank Soekamti. Seperti yg dapat dilihat dalam sajian VLOG pembuatan album ketujuh mereka, Erix Soekamti memberikan pendapat terhadap banyaknya pertanyaan mengapa band punk sekelas Endank Soekamti mengambil tema cinta bagi karya mereka.”Kenapa temanya cinta, padahal kita band punk? Lha band punk kan milik hati juga. Kita kan juga manusia. Cinta itu powerful, cinta kami terhadap anak, keluarga, bapak – ibu dan teman semuanya. Cinta ini alasan kalian buat membuat satu yg nggak mungkin menjadi mungkin,” ujar Erix Soekamti.Mungkin ada dua alasan yg menyebabkan tema cinta menjadi sebuah hal yg tabu bagi musik-musik cadas. Yang pertama adalah terlalu banyaknya lagu-lagu dengan tema seperti ini. Sesuatu yg yg booming suatu ketika mulai dicap sebagai hal yg mainstream. Dan (mungkin) di situlah permasalahannya. Band-band cadas misalnya punk selama ini dikenal dengan jalur mereka yg menentang dunia. Tentunya, kata mainstream menjadi sebuah hal yg haram.Permasalahan kedua, kebanyakan orang cuma menilai cinta dari luarnya saja. Maksudnya, tema cinta dalam sebuah lagu cuma sebatas kisah naksir, rindu, perselingkuhan hingga patah hati. Mungkin ini pula yg membuat mindset orang berpikir kalau tema cinta telah pasti cengeng.Padahal lebih dari itu, tema cinta dapat dikemas dengan cara yg berbeda. Seperti yg ada di paragraf atas, kasih sayang hingga wujud syukur kepada Tuhan juga masuk ke dalam lingkup besar cinta. Masih belum cukup, lagu nasionalis secara tak segera juga berisi perasaan cinta sang seniman kepada negaranya.Kita ambil contoh konkritnya ya kalau tema cinta nggak selamanya cengeng. Lagu Lestari Alamku yg dinyanyikan Gombloh yaitu sesuatu gambaran cinta terhadap alam Indonesia. Ada pula tembang Keluarga Bahagia yg dinyanyikan oleh Grace Simon. Masih ada lagi, JRX dadi Superman Is Dead pernah menyampaikan kalau lagu Sunset di Tanah Anarki berkisah tentang cinta seorang pemberontak yg hidup di negara ketidakadilan. Di sana, pemberontak tersebut harus mengorbankan hidupnya bagi cinta yg lebih besar yakni kemanusiaan dan alam. Lalu apakah lagu-lagu tersebut cengeng? Sama sekali tidak!Cinta adalah hak setiap orang bukan hanya punya musisi pop saja. Seperti lirik lagu dari Serious, ‘rocker juga manusia. Punya rasa milik hati. Jangan samakan dengan pisau belati’. Satu yg pasti, jangan pernah membenci cinta 🙂 (kpl/abl)
Sumber: http://www.merdeka.com