Buddha Perak Nan Sakral Di Yangon

By | October 7, 2016

YANGON, KOMPAS.com – Dari luar, Kaba Aye Pagoda di Yangon tampak seperti kuil Buddha pada umumnya. Pagoda berlapis emas tampak berkilauan dari kejauhan. Tak cuma bagian luar, dalamnya pun dipenuhi ornamen berwarna emas.

“Bagi umat Buddha, utama bagi memberikan hal paling berharga yg mereka punya. Dalam hal ini, emas adalah yg paling berharga,” tutur Nang Hla May, pemandu wisata yg mengantar KompasTravel dan rombongan dari Tourism Authority of Thailand (TAT) mengelilingi Yangon dua waktu lalu. 

Itulah mengapa mayoritas pagoda dan patung Buddha berwarna emas. Namun begitu melangkahkan kaki ke Kaba Aye Pagoda yg terletak di Yangon, aku menemukan patung Buddha berwarna perak.

“Patung Buddha ini terbuat dari perak murni. Keberadaannya disakralkan, karena menjadi simbol toleransi umat beragama,” tutur May, panggilan akrab perempuan tersebut.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Warga lokal silih berganti buat berdoa di dua titik Kaba Aye Pagoda. Barisan pengunjung yg memanjatkan doa juga tampak di depan patung Buddha perak.

Apa hubungan antara patung Buddha perak dengan toleransi umat beragama? May menjelaskan, Kaba Aye Pagoda adalah kuil yg dibuat dalam rangka perhelatan Buddhist Council ke-6 pada 1952. Tepat 2.500 tahun setelah Buddhist Council pertama digelar di sebuah goa di India.

“Dalam perhelatan tersebut, dibicarakan juga tentang toleransi dan perdamaian antar umat beragama. Itulah mengapa Kaba Aye juga disebut World Peace Pagoda,” tambah dia.

Di kompleks yg sama, terdapat Maha Pasana Guha Cave yg yaitu goa buatan tempat digelarnya rapat segala agama di Myanmar. Keduanya dibangun pada 1952.

May menjelaskan, kuil-kuil Buddha di Myanmar biasanya memiliki empat atau lima pintu masuk. Begitu pun dengan Kaba Aye Pagoda, yg memiliki lima pintu masuk di tiap sisinya yg berbentuk lingkaran.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Kaba Aye Pagoda adalah kuil yg dibuat dalam rangka perhelatan Buddhist Council ke-6 pada 1952. Tepat 2.500 tahun setelah Buddhist Council pertama digelar di sebuah gua di India.

“Empat pintu masuk melambangkan empat Buddha yg sudah lalu. Sedangkan seandainya memiliki lima pintu masuk, melambangkan empat Buddha yg sudah dulu dan sesuatu future Buddha,” paparnya.

Kaba Aye Pagoda memiliki tinggi 35 meter, penuh ornamen berwarna emas dan tempelan kaca berukuran kecil di segala dinding. Bagian tengah kuil ditempati sebuah ruangan berbentuk persegi, berisi patung Buddha terbuat dari perak murni.

“Perak ini berasal dari wilayah utara Myanmar. Di sana adalah penghasil emas, perak, dan dua batu mulia seperti giok dan ruby,” tambah May.

Hanya sedikit pengunjung yg tiba hari itu. Namun, warga lokal silih berganti bagi berdoa di dua titik Kaba Aye Pagoda. Barisan pengunjung yg memanjatkan doa juga tampak di depan patung Buddha perak.

Sumber: http://travel.kompas.com