Catat… Museum-museum Unik, Tempat Selfie Paling Asyik!

By | October 7, 2016

KOMPAS.com – Selama ini museum identik dengan bangunan tua dan penuh benda berserjarah. Namun, ternyata sekarang tidak segala museum terkesan kaku seperti itu. Lalu, seperti apa?

Museum of Ice Cream di Manhattan, New York, Amerika Serikat, misalnya. Berbeda dengan museum konvensional, dinding museum itu dicat dengan warna-warna pastel cerah, seperti pink dan biru muda.

Setiap ruangan di sini juga dihiasi benda-benda unik. Lampu gantung berbentuk es krim conekue berbentuk kerucut buat menghidangkankan es krimterbalik, misalnya.

Tak heran, cuma dalam waktu lima hari seluruh tiket buat masuk ke museum ini telah terjual habis. Melihat kesuksesan tersebut, museum tersebut berencana buka lagi setelah tutup pada Agustus 2016.

Seperti dilansir Nytimes.com, Jumat (29/7/2016), tidak cuma mata dan lidah pengunjung yg dimanjakan es krim selama berkeliling museum. Mereka juga mampu melakukan dua jenis aktivitas seru.

Di ruangan ice cream scoop, misalnya, pengunjung mampu menyendok mentega putih berlapis gula ke dalam sebuah mangkuk besar yg dapat menampung hingga 30.000 sendok es krim. Ini mulai menjadi “es krim sundae paling besar di dunia.”

Selanjutnya, ada ruang ice cream cones. Menariknya, di ruangan itu pengunjung bisa memakan balon yg terbuat dari gula dan digelembungkan dengan helium.

Selain itu, ada ruang cokelat. Di sana, pengunjung mulai melihat video cokelat meleleh di sepanjang dinding. Tentunya, pengunjung juga mampu menikmati cokelat sepuasnya secara gratis.

Berikutnya, atraksi penting museum itu adalah kolam yg dipenuhi plastik kecil menyerupai meses berwarna cerah. Pengunjung mampu bermain-main bahkan tiduran di atasnya. 

Sebelum pulang, pengunjung juga mampu membeli kenang-kenangan di toko cendera mata.

www.archdaily.com Herzog & de Meuron. Image Courtesy of Perez Art Museum Miami.

Tak cuma Manhattan, Jepang juga milik museum unik. Negara ini milik 21st Century Museum of Contemporary Art, di tengah kota Kanazawa.

Museum itu sengaja dirancang dengan halaman luas sebagai tempat warga bertemu dan berkumpul. Dengan luas 26.964 meter persegi, taman ini memiliki banyak pohon rindang dan tempat duduk.

Museum yg tutup setiap Senin itu memiliki dua koleksi permanen. Misalnya, rumah kaca tempat pengunjung mampu melihat pemandangan indah. Bagian luar rumah kaca ini dihiasi tanaman indah yg berubah setiap musimnya.

Pada musim panas, di museum ini dapat dilihat snowflower Jepang dan bunga iris. Kemudian, ketika musim semi ada bunga lili dan hydrangea.

Berikutnya pada musim gugur, pengunjung bisa menyaksikan bush clover Jepang. Terakhir, pada musim dingin giliran bunga silverleaf blossoms menjadi penyejuk mata.

Tak cuma itu, museum tersebut milik juga kolam renang anti-basah karya Leandro Erlich. Dari atas, kolam ini kelihatan dalam dan penuh terisi air.

Kenyataannya, cuma ada sekitar 10 sentimeter air yg ditahan kaca transparan. Di bawah kaca itu ada ruang kosong yg bisa dimasuki oleh pengunjung.

Tak cuma di luar negeri

Museum unik tidak hanya ada di luar negeri. Indonesia juga milik museum “anti-mainstream”. Salah satunya adalah Museum Old City 3D Trick Art di Semarang, Jawa Tengah.

Sesuai namanya, museum ini berada di Kota Tua. Tepatnya di dekat Gereja Blenduk dan Taman Srigunting.

Pemerintah Kota Semarang tampaknya juga sangat memahami kesukaan anak muda ketika ini, merupakan selfie. Dilansir dari Kompas.com, Rabu (6/7/2016), pengunjung yg gemar berfoto diri mulai dipuaskan dengan 108 latar foto tiga dimensi.

Ratusan latar belakang foto yg terbagi ke dalam tiga ruangan itu memiliki berbagai jenis tema. Misalnya, bangunan khas dan ikon budaya Semarang. Tokoh nasional hingga dunia, serta karakter film layar lebar mancanegara juga ada.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Salah sesuatu spot foto di 3D Trick Art Museum, Kota Lama Semarang. Pengunjung sedang berfoto bersama gambar Walikota Semarang Hendrar Prihadi, berlatarkan Lawang Sewu, Sabtu (25/6/2016).

Salah sesuatu spot selfie favorit di sana adalah foto “bersama” Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Tentu saja, teknologi ponsel kamera mulai sangat memudahkan pengunjung memuaskan hasrat berfoto diri menggunakan segala latar tersebut.

Terlebih lagi, ketika ini telah ada ponsel kamera dengan resolusi 16 MP seperti Oppo F1s. Hasil foto dipastikan sangat detail dan jernih.

Soal cahaya remang yg kerap jadi keluhan ketika berfoto di dalam museum pun telah bukan persoalan menggunakan ponsel kamera seperti ini. Di dalamnya telah dibenamkan fitur screen flash yg mampu menolong pencahayaan dari layar ponsel.

Pergi ke tempat unik, foto yg dihasilkan sebaiknya juga lebih kreatif. Di sini, ponsel kamera menyediakan fitur colourful and creative. Ada  tujuh macam filter dan sembilan macam watermark yg mulai memperkaya nuansa selfie.

Kumpulan foto wisata seru Anda pun mulai selalu terekam dan kelihatan berkualitas saat diunggah ke media sosial.

Masih berpikir museum terlalu membosankan bagi disambangi?
Sumber: http://travel.kompas.com