Menanti Pagi Di Pantai Menganti…

By | October 8, 2016

SUARA deburan ombak menyapa telinga. Seketika, Safutra Rantona (26) terdiam. Ia terpana coba melihat sekeliling. Namun karena malam, ia tidak dapat melihat indahnya gulungan ombak.

Ia pun akhirnya mendekat ke salah sesuatu sisi tebing. Ia meninggalkan kerumunan rombongan buat mendapatkan suara ombak yg lebih jelas.

Ia pejamkan mata dan menghirup udara Pantai Menganti yg berlokasi di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ini dengan sangat dalam, berulang kali.

“Aku gak mulai mampu tidur nih malam ini,” ujar Safutra kepada seorang temannya sambil tersenyum.

Tak berapa lama, hujan turun. Ia bergegas meninggalkan tebing menuju cottage, memakai mobil jemputan. Sesampainya di cottage, ia kembali terpana. Cottage tersebut berada di atas tebing.

Di balik tebing, terdapat hamparan laut Menganti yg berbatasan segera dengan Samudera Hindia. Keindahan ini mampu segera dirasakan dari balkon cottage. Namun Futra lebih memilih tinggal di dalam tenda yg berada di atas empat buah cottage.

BAKHTIAR RAKHMAN Air Terjun Sawangan di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Selain karena aura berpetualangnya lebih terasa, pemandangannya lebih mengena dan bersiap bagi menanti matahari terbit.

Pagi pun tiba dan wow… Futra dan anggota rombongan lainnya cuma dapat melongo. Hamparan pasir putih yg dikepung gugusan bukit karst ini sangat menawan.

Ditambah deburan ombak, birunya laut, semilirnya angin, hangatnya udara pagi, dan hijaunya pemandangan tebing membuat Futra enggan beranjak.

“Indah sekali. Gak rugi jauh-jauh dari Bandung, pantainya keren abis,” tuturnya.

Kisah Menganti

Pantai Menganti menyimpan banyak legenda. Dahulu kala, terdapat seorang panglima perang Kerajaan Majapahit melarikan diri ke pesisir selatan Jawadwipa. Ia melarikan diri karena hubungannya dengan pujaan hati yg tak direstui sang raja.

BAKHTIAR RAKHMAN Berkemah di Pantai Menganti, Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Mereka pun berjanji bertemu di tepi samudera berpasir putih nan indah. Sepanjang hari, sang panglima pun selalu menanti pujaan hati yg ternyata tidak kunjung datang di atas bukit kapur sambil memandang laut lepas. Ia menanti dan terus setia menanti.

“Itulah mengapa disebut Menganti, dari yang berasal kata ‘menanti’,” ujar Kepala Desa Karang Duwur, Basir kepada KompasTravel, belum lama ini.

Basir mengatakan, ada beberapa legenda yg mengiringi Pantai Menganti ini. Kisah lainnya menceritakan persahabatan Wali Syekh Maulana Malik Ibrahim (salah sesuatu Wali Songo) dengan Syekh Subakir.

Dikisahkan, kedua sahabat tersebut melakukan perjalanan menyebarkan agama Islam dengan terpisah. Mereka berjanji bertemu di pantai yg terkenal indahnya. Syekh Maulana sampai lebih dahulu di pantai tersebut dan dengan setia ia menanti sahabatnya.

Akhirnya mereka pun bertemu dan melanjutkan perjalanannya masing-masing. Syekh Maulana dikisahkan kembali ke negeri Jazirah Arab, dan Syekh Subakir ke Gunung Tidar Magelang.

“Inilah Pantai Menganti. Kalau dahulu setia menanti sahabat, sekarang setia menanti kunjungan para wisatawan,” terang Basir.

BAKHTIAR RAKHMAN Sarana perkemahan di Pantai Menganti, Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Beragam Wisata

Basir mengatakan, selain pantai yg eksotis, Menganti memiliki terumbu karang, air terjun, dan goa di bibir yg tidak kalah indahnya. Goa ini rutin dikunjungi peziarah di hari-hari tertentu karena konon petilasan dari Maulana Malik Ibrahim.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pihaknya tidak cuma menawarkan keindahan alam. Namun ia menawarkan pertunjukan seni dan budaya setempat. Seperti kuda lumping, sholawatan Jawa, wayang calung, ketoprak, dan lainnya.

Saat ini, pengunjung telah berdatangan akan dari Jakarta, Bandung, hingga di luar Pulau Jawa. Bagi keluarga yg ingin merasakan cottage, ia menyediakannya.

Namun untuk yg ingin hidup dengan alam, Basir menyediakan areal luas buat camping. “Kapasitasnya luas, dapat untuk ratusan,” ungkapnya.

BAKHTIAR RAKHMAN Pantai Menganti di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Harga yg ditawarkan sangat terjangkau, cuma Rp 300.000 per malam bagi cottage. Harga tersebut masih mampu dinego, yg utama pengunjung mau bersilaturahmi ke Pantai Menganti.

Bagi yg ingin mengeksplor Pantai Menganti disarankan memiliki fisik yg kuat. Karena infrastruktur jalannya cukup menantang sehingga dibutuhkan fisik yg prima. Misalnya buat menuju air terjun di Desa Karang Duwur, pengunjung harus berjalan kaki cukup jauh.

Namun lelahnya perjalanan dijamin mulai sirna setelah sampai di air terjun tersebut. “Di air terjun ini wajib mandi, agar pulangnya terasa ringan karena badannya dingin. Dan untuk yg beruntung, ketika mandi tersebut, mulai menemukan pelangi di dalam air terjun,” ungkapnya.

Pengembangan Desa Wisata

Basir mengungkapkan, pihaknya selalu mengembangkan desa wisata miliknya. Salah satunya bekerja sama dengan PSDI (Pusat Studi Desa Indonesia). Ketua PSDI Edi Sabara mengaku sangat konsen mengembangkan desa-desa wisata di Indonesia.

BAKHTIAR RAKHMAN Air Terjun Sawangan di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Edi melihat, potensi pariwisata di desa belum dikelola secara maksimal dan belum memberikan manfaat buat perekonomian masyarakat desa.

“Kita bersama-sama menolong masyarakat bagi dapat mengelola desa wisata secara baik, agar masyarakat tak lagi cuma menjadi penonton. Tapi menjadi pemilik dan pelaku usaha pariwisata di daerahnya sendiri,” kata Edi. 

Sumber: http://travel.kompas.com