Wisata Ke Korea, Jangan Lupa Bawa Kamus

By | October 13, 2016

BAHASA Inggris kini telah menjadi bahasa internasional dan dipakai di semua dunia bagi berkomunikasi. Namun, hal itu tak berlaku di Korea Selatan (Korsel).

Banyak warga Korsel tak fasih berbahasa Inggris. Oleh karena itu, disarankan agar membawa kamus atau mencari tour guide warga Korsel yg fasih berbahasa Inggris apabila melancong ke negara yg terkenal dengan musik K-Pop ini.

Koordinator Tur Korean Tourism Organization (KTO) Oh Jin Young menyampaikan pelajaran Bahasa Inggris di Korsel sangat telat masuk kurikulum pendidikan. Oleh karena itu warga Korsel, terutama yg berusia tua, memilih berbahasa Korea ketimbang Bahasa Inggris.

“Untuk generasi yg sekarang Bahasa Inggris diajarkan sedini mungkin, bahkan akan sejak elementary school, ” kata perempuan Korea yg akrab disapa Jeni ini ketika berbincang dengan Tribunnews.com di Seoul, Korsel, Rabu (5/10/2016).

Sebagai warga Korsel, Jeni cukup fasih berbahasa Inggris. Hampir tiap hari selama menemani agenda Fam Trip 2016 KTO, Jeni berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, sehingga turis Indonesia yg jadi peserta tak kesulitan.

Jeni pun bercerita tentang bagaimana ia mampu aktif berbahasa Inggris. Ia mengaku kerap mengelilingi dari negara sesuatu ke negara lain. Bahasa Inggris ia pelajari ketika berada di Australia selama 10 bulan. Di negara kangguru itu juga Jeni menemui tambatan hati alias jodohnya.

“Suami sesama orang Korea bertemu di Australia, kita sama-sama bekerja di sana. Awalnya aku tak mengerti apa yg banyak teman aku bicarakan di Australia, tetapi aku di sana selama 10 bulan aku pelajari semua,” ujarnya.

Jeni juga pernah mengelilingi di benua Amerika seperti Kanada, Kuba, Guatemala, dan Chili. Di negara-negara tersebut ia juga mempelajari bahasa Spanyol.

“Sepuluh bulan aku mengelilingi Amerika, di sana aku belajar Bahasa Spanyol,” ujar perempuan yg hobi jalan-jalan dan traveling ini.

Tersesat karena supir taksi

Karena banyak warga Korsel yg tak fasih berbahasa Inggris, banyak turis terutama yang berasal Indonesia memiliki pengalaman buruk. Caca, salah sesuatu turis Indonesia menjadi korban ketika supir taksi mengantarkannya ke lokasi yg salah. Hal itu terjadi karena sang supir taksi tak pandai berbahasa Inggris.

“Dari Lotte habis belanja kami pulang naik taksi. Minta diantar ke Hotel Ibis Myeongdong diantarnya ke Hotel Ibis Dongdaemon, akhirnya pihak hotel bantu bicara,” kata Caca.

Saat berbelanja pun juga begitu, Tribun sempat melihat pakaian di kawasan kaki lima Myeongdong.  Maksud hati ingin bertanya berapa harganya sang pedagang justru menjawab ‘Beli Dua Gratis Satu’.

Meski begitu warga Korsel terkenal cukup ramah dengan para turis. Mereka tak segan tersenyum dan mau membantu apabila melihat orang kesulitan atau tersesat.

Sumber: http://travel.kompas.com