Legit Dan Murah, Ini Dia Roti Selai Khas Aceh

By | October 14, 2016

BIREUEN, KOMPAS.com – Jika anda tidak sengaja melintas jalan Banda Aceh-Medan, jangan lupa menyempatkan diri bagi singgah dan menikmati lezatnya sepotong roti yg dilumuri selai beraroma wangi dan legit. Tepatnya di Pasar Samahani, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Berada persis di pinggir jalan negara, terdapat beberapa pabrik yg memproduksi roti selai khas Samahani ini. Salah satunya roti yg menabalkan nama dagangnya dengan “Kembang”.

Di sebuah warung kopi yg juga dinamai “Kembang”, jejeran roti kosong tertata rapi pada dua rak kaca yg terpampang di depan toko. Tak butuh waktu lama memesan, roti bersiap dinikmati tersaji di sebuah piring kecil lengkap dengan lumuran selainya.

Hanya dihargai Rp 3.000 per potong buat roti yg dimakan di warung. Jika belum puas anda mampu memesan dalam porsi besar yakni Rp 7.000 per buah roti. Begitupun buat dibawa pulang, anda tinggal menyebutkan bagi selai dan rotinya dipisahkan agar tidak cepat basi.

Kepada KompasTravel, Firmansyah, penjaga warung “Kembang”, menuturkan, pesanan roti dan selai di tempatnya bekerja itu lumayan tinggi. Bahkan pada hari Minggu mampu menghabiskan hingga 1.000 potong roti ukuran besar.

Tak cuma pembeli lokal, pada akhir minggu banyak pembeli yg tiba dari luar kota bahkan luar provinsi buat pemesanan. Sedangkan pada hari-hari biasa, pembelian tergolong stabil. “Pembeli tidak cuma dari Aceh juga, banyak yg memesan hingga ke Jakarta, tentu kalian paket agar tahan lama dan selainya tak dicampur,” jelas Firmansyah.

Ia memaparkan, pemesanan mampu dikerjakan pada ketika itu juga bila dalam jumlah kecil, namun harus lebih awal seandainya pesanan roti selai dalam jumlah banyak.

Sementara itu, sejumlah penikmat roti selai yg kerap mampir ke Warung Kembang Samahani ini mengaku cukup menggilai roti selai yg bertekstur lembut dan berasa legit itu. Apalagi seandainya dinikmati dengan segelas kopi aceh tradisional alias kopi saring, tidak terbantahkan rasa dan aroma kue bercampur kopi dijamin lebih nikmat.

Jasmani, salah seorang warga Kabupaten Bireuen mengaku terus membawa pulang oleh-oleh roti selai Samahani itu ke kampung halamannya. Tak terkecuali roti kering yg dipisah dengan selainya itu.

“Karena buat disimpan lama memang lebih bagus yg tak tercampur selai, kalau telah tercampur dapat cepat basi,” ujarnya kepada KompasTravel.

Senada diungkapkan Hafsah, warga Kabupaten Aceh Utara yg juga menjatuhkan pilihan pada kue selai Samahani bagi dijadikan buah tangan sepulang dari Kota Banda Aceh. Selain rasanya, harga kue selai yg terjangkau membuat Hafsah tidak lupa singgah di warkop yg berada persis di pinggir jalan negara itu.

“Sudah enak murah pula, juga lokasinya yg mudah dijangkau. Jadi kalaupun pulang memakai angkutan umum, sopirnya tidak keberatan buat singgah sebentar,” kata ibu beberapa anak itu. 

Sumber: http://travel.kompas.com