Bandara Sam Ratulangi Layani 1,9 Juta Penumpang

By | October 14, 2016

MANADO, KOMPAS.com – Peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Sulawesi Utara, serta berbagai jenis agenda berskala nasional di Manado, berpengaruh positif terhadap pergerakan jumlah penumpang di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Peningkatan jumlah pergerakan penumpang di Bandara Sam Ratulangi hingga triwulan III atau September dahulu tercatat 1,9 juta penumpang baik domestik maupun internasional. Angka ini naik dibandingkan dengan periode yg sama tahun dulu sebanyak 1,5 juta penumpang.

“Tahun ini 1,9 juta orang. Artinya, ada presentase pertumbuhan positif sebesar 27 persen,” kata General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Nugroho Jati, di Manado, Kamis (13/10/2016).

Jumlah penumpang internasional sebanyak 67.000 orang atau meningkat 56 persen dari tahun sebelumnya yg tercatat sebanyak 42.000 pergerakan penumpang.

Pertumbuhan penumpang internasional triwulan III tahun ini, menurut Nugroho, yaitu yg tertinggi sejak tiga tahun terakhir. Bahkan telah lebih dari pencapaian total keseluruhan penumpang internasional tahun 2015 merupakan sejumlah 53.000 penumpang.

“Pertumbuhan penumpang yg akan agresif ini karena kedatangan charter flight dari China sejak 4 Juli dahulu hingga akhir triwulan III,“ ujar Nugroho.

Peningkatan ini memperlihatkan adanya sinergi yg sangat baik antara pihak bandara dengan pemerintah daerah, tourism board, serta para pelaku industri pariwisata buat melakukan upaya promosi sehingga mampu meraih lebih banyak wisman.

“Saat ini secara korporasi pun kita tengah menjajaki agar bandara tak sebatas sebagai infrastruktur namun juga bagaimana kalian dapat berperan aktif terhadap pengembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui perdagangan, pariwisata, dan investasi,” kata Nugroho.

Sementara itu, jumlah penumpang domestik juga tumbuh menjanjikan dengan total 1,8 juta orang atau meningkat sebesar 27 persen dari tahun sebelumnya yg tercatat 1,4 juta orang.

KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Pesawat Boeing 737-800 NG punya Garuda Indonesia di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Grup Lion masih menjadi maskapai dengan jam penerbangan berjadwal yg mendominasi dengan total rute penerbangan sebanyak 22 rute, yakni 10 rute bagi Wings Air, 9 rute Lion Air, dan Batik Air dengan 3 rute penerbangan.

Berikutnya Garuda Indonesia dengan 9 rute penerbangan, diikuti oleh Citilink sejumlah 3 rute penerbangan, Sriwijaya dan Airfast masing-masing 2 rute penerbangan.

“Jumlah pergerakan pesawat dan kargo juga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Untuk kargo, hingga triwulan III sejumlah 9,5 juta kilo atau mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 8,8 juta kilo,” papar Nugroho.

Pergerakan pesawat tahun ini jumlahnya sudah mencapai 19.000 atau tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan tahun dulu sebanyak 15.000 pergerakan.

“Seluruh aspek produksi tumbuh positif hingga triwulan III ini. Untuk itu pihak Bandara Sam Ratulangi berusaha mengimbanginya dengan meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi fasilitas maupun kesiapan SDM. Dukungan segala pihak selalu kalian perlukan agar mampu maksimal dalam memberikan pelayanan,” kata Nugroho. 

Sumber: http://travel.kompas.com