Jadi “Full Time Traveler” Enak? Tidak Juga…

By | October 14, 2016

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Petualang penuh waktu (full time traveler) seringkali membuat orang iri. Media sosialnya penuh dengan foto destinasi wisata yg jadi impian seluruh orang, pekerjaannya jalan-jalan, dan yg pasti jalan-jalannya disponsori oleh pihak yang lain alias gratis. Meski kelihatan bahagia, tidak selamanya menjadi full time traveler itu mudah. 

Seperti Ashari Yudha Pratama Putra (24), full time traveler yg dikenal dengan akun Instagram @catatanbackpaker. Yudha bersama rekannya ketika ini memiliki hampir 74.000 follower. Angka fantastis tersebut tidak lepas dari konsistensi Yudha bagi mengupdate media sosial dan menceritakan pengalaman serunya ketika bertualang. 

“Awalnya aku super backpaker-an, sekarang ada sponsor. Saya milik cita-cita sebelum usia 25 tahun harus telah ke 34 provinsi di Indonesia. Sekarang telah tinggal sesuatu provinsi lagi yg belum, Kalimantan Barat,” kata Yudha ketika bertemu KompasTravel di Garuda Indonesia Travel Fair, Sabtu (8/10/2016). 

 

Opini Gagal Download Padahal Udah 99%! Aaaaa! #OpiniCatatanBackpacker #YudminCB. . “Yes, dikit lagi kelar, udah 99%!” . Tiba-tiba, HPku berdering. . “Tet-Tot!” . “Download Failed, Check Your Data Connection”. . “ARRRRRRRGHHHH!”. . Menunggu waktu mengunduh data adalah hal yg menyebalkan. Mengapa menyebalkan? Terkadang, disaat telah mau finish, tiba-tiba sinyal mandeg dan download jadi gagal. Hal itu terjadi karena sinyal yg tidak merata dimana-mana. Padahal, sebagai penggiat aktif di sosial media, sinyal terus dibutuhkan dimana-mana karena pekerjaannya terus terhubung dengan internet. Hal itu juga menjadi persoalan untuk para traveller yg kadang blusukan, saat sinyal tetap dibutuhkan bagi berkerja ataupun sekedar buka sosmed. Nah, untungnya Simpati terus mampu diandalkan selama aku traveling. Jangkauan sinyal 4Gnya selalu diperluas hingga ke pelosok negeri. Selama aku di Kalimantan kemarin, cuma di ibu kota Kalimantan Utara saja yg belum 4G, sisanya di IbuKota Provinsi yg yang lain telah masuk 4G semua. Apalagi dengan paket #Gigamax yg bikin kamu fleksibel dalam bersosmed dan streaming video, pasti bikin puas deh. Jadi, sebelum #GoDiscover keliling Indonesia, aktifin lalu paket #Gigamax nya sob! Penasaran tentang paket Gigamax? Bisa di cek di http://bit.ly/2b8kGAk Sebenernya ada dua hal yg bikin download lemot atau terhenti. Biasanya sih karena download yg macam-macam.. you know lah (interpretasi sendiri) ????????????????????. . Siapa yg tidak jarang gagal download abis itu ngulang lagi? Solusi dong siapa tau milik triknya…

A photo posted by Catatan Backpacker (Yud & Nov) (@catatanbackpacker) on Sep 20, 2016 at 4:40am PDT

Menurut Yudha ketika akan bekerja sama dengan pihak sponsor, tentu ada perubahan yg terjadi. “Merasa terbebani, kalau dahulu mau jalan bebas, mau pulang kapan terserah. Sekarang setiap malam harus bikin laporan, bikin tulisan, dikejar deadline,” kata Yudha. 

Belum lagi pengalaman invoice atau pembayaran yg tidak tepat waktu, menurut Yudha juga menjadi resiko yg tidak jarang dihadapi full time traveller seperti dirinya. 

Yudha ketika ini bekerja sebagai full time traveler, menjadi brand ambassador bagi merek peralatan outdoor, dan aktif menjadi pembicara di acara travel. “Nanti aku ingin milik usaha travel sendiri, memanfaatkan pengalaman dan nulis buku juga,” kata Yudha. 

Sumber: http://travel.kompas.com