Ini Goa Gelatik Lorong Sewu, Goa Tujuh Susun Di Gunungkidul

By | October 15, 2016

GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com – Sebuah goa yg ditemukan warga Grogol II Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, DI Yogyakarta pada 2014 silam, belum mampu beroperasi secara maksimal buat pariwisata.

Goa yg tidak jauh dari Goa Pindul tersebut adalah Goa Gelatik Lorong Sewu.

Sesepuh Goa Gelatik Lorong Sewu, Supardi menjelaskan bahwa dulunya ada cerita bahwa di daerah tersebut terdapat goa. Namun karena goa berada di bawah tanah, masyarakat sekitar penasaran dan melakukan penggalian pada 2014.

“Butuh waktu 4-5 bulan,” terangnya, Selasa (4/10/2016).

Terkait pemilihan nama Goa Gelatik Lorong Sewu, Supardi menjelaskan bahwa dulunya ada banyak burung gelatik di sekitar goa.

Setelah masyarakat sekitar berhasil menemukan goa dan menyusurinya, ternyata goa memiliki banyak lorong, yg pada akhirnya dinamakan Goa Gelatik Lorong Sewu.

Marsono, salah sesuatu pemandu di Goa Gelatik Lorong Sewu menerangkan bahwa di dalam goa terdapat beragam macam batuan dan juga masih tampak jejak turbulensi di dalamnya.

“Pada lantai yg paling dasar, kami mulai menemukan sungai bawah tanah dan habitat ikan naga jawa atau moa,” bebernya.

Terkait medan di dalam goa, Marsono menjelaskan bahwa tingkat kesulitannya terbagi dalam sedang dan sangat menantang. Pasalnya, goa tersebut memiliki jalur horizontal dan juga vertikal.

“Kita masuk, di dalam ada goa lagi dan begitu seterusnya sampai 7 susun hingga kami sebut lorong sewu. Maka dibutuhkan pemandu ketika masuk ke dalam,” tambahnya.

Sementara ini, baru 350 meter yg sudah dieksplore warga sekitar. Belum semuanya berhasil terkuak. Berhubung sirkulasi udara yg minim, pengunjung dibagi dalam sesuatu kelompok yg berisi 10-15 orang, termasuk dengan pemandu. Durasi perjalanan di dalam goa hingga keluar adalah 1,5 jam.

“Dulu ketika grand opening cukup ramai. Per orang dikenakan tarif Rp 15 ribu. Saat ini sementara vakum karena keterbatasan jumlah personel dan juga kendala biaya,” urainya.

Perwakilan Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Supriyanta menjelaskan Goa Gelatik Lorong Sewu yaitu goa kering, yg dalam pengembanganan pariwisatanya tak dapat berdiri sendiri.

“Untuk pengembangannya, kami bentuk kelembagaannya yakni pokdarwis (kelompok sadar wisata) dan juga membuat paket kunjungan,” terangnya.

Terkait paket kunjungan tersebut, Supriyanta menyampaikan mampu dibentuk konsep wisata goa, yakni dari Goa Pindul, Goa Gelatik Lorong Sewu, dan juga gua sekitarnya. Selain itu, paket wisatanya juga dapat melibatkan UMKM yg tersebar di sekitar Goa Gelatik Lorong Sewu.

“Selain itu, karena ini termasuk obyek wisata minat khusus, maka harus diperhatikan safety dan juga pemandu yg bersertifikat, karena goa membutuhkan perlakuan khusus,” tambah Supriyanta. (Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah)

Sumber: http://travel.kompas.com