Terlena Dalam Pelukan Embun Coban Pelangi

By | October 17, 2016

RASANYA tak ada habisnya menikmati pesona keindahan Malang Raya, Jawa Timur. Kawasan perbukitan tinggi yg dikelilingi dua gunung ini memiliki potensi air terjun atau coban yg luar biasa banyaknya. Setiap coban memiliki keindahannya masing-masing yg memancarkan pelangi ketika matahari indah berseri.

Hari Senin (19/9/2016) tengah hari, rasa penat dan panas membawa sekelompok pengunjung yang berasal Kota Malang rela menempuh jarak 35 kilometer menuju Coban Pelangi di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Angan-angan merasakan kesegaran tetes air yg membias dari air terjun, serta menghirup sehatnya udara pegunungan, membuat sekelompok orang ini semangat menempuh rute berkelok dan menanjak. Jalur ke Coban Pelangi sama dengan jalur menuju Gunung Bromo dari arah Malang.

Menuju Coban Pelangi memang tak mampu ditempuh dengan angkutan umum. Pengunjung lebih baik menyewa kendaraan atau naik motor menuju lokasi.

Tiket masuk wisata Coban Pelangi tak mahal, merupakan Rp 9.000 per orang bagi wisatawan domestik dan Rp 25.000 per orang bagi wisatawan mancanegara.

Air terjun Coban Pelangi berada di kaki Gunung Semeru dengan jalur tempuh berupa medan berbukit terjal naik dan turun. Seperti halnya pelangi, kalian baru mampu menikmati keindahannya selepas hujan.

Begitu pula dengan tempat wisata yg sesuatu ini. Turun dari kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer (km) buat mampu sampai pada lokasi. Rute menanjak dan sesekali licin yaitu tantangan tersendiri dari perjalanan kali ini.

Untuk menuju sumber air, pengunjung harus menembus hutan yg jalurnya telah tertata. Sebenarnya tak sulit asalkan pengunjung kuat berjalan kaki melintasi bumi perkemahan, warung bambu, jembatan Kali Amprong, hingga akhirnya menjumpai air terjun dengan tinggi sekitar 100 meter yg mengalir dengan deras.

Mendapati eloknya pancuran air raksasa itu membuat kekaguman menyeruak seketika. Tingginya air terjun menjadikan bias air terjun memeluk siapa saja yg mendekat. Rasa penat seusai berjalan kaki seperti lenyap seketika ketika pelukan embun—dari bias air terjun—datang dengan segarnya.

Jika tak puas meresapi keindahan air dari ketinggian bukit, pengunjung mampu turun mendekat ke kaki air terjun. Jangankan sampai menyentuh air secara langsung, mendekatinya saja tubuh telah basah kuyup kedinginan.

Jika tak tahan dengan hawa dingin dari air terjun, pengunjung mampu uduk di satu-dua bangku pantau yg tersedia tak jauh dari air terjun.

Sumber: http://travel.kompas.com