Musical Instrument Museum, 15.000 Alat Musik Yang Menyatukan Manusia

By | October 18, 2016

Oleh: Chappy Hakim

Di antara beraneka ragam jenis museum, ternyata ada juga museum yg memperagakan sekian banyak instrumen musik yg berasal dari berbagai penjuru atau pelosok dunia.

Museum tersebut, sesuatu diantaranya adalah MIM (Musical Instrument Museum). MIM terletak di Phoenix, Arizona, dan secara resmi sudah dibuka buat umum sejak tahun 2010.

Museum ini tercatat sebagai museum alat musik terbesar di dunia dengan koleksi lebih dari 15.000 alat musik berbagai macam yg dikumpulkan dari berbagai negara dan mewakili segala benua.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Brazil, Meksiko, China, India dan Rusia bahkan menampilkan berbagai jenis alat musik yg berasal dari penduduk suku bangsa asli masing-masing.

Pendiri museum ini adalah Robert J Ulrich, seorang Amerika kelahiran tahun 1944 mantan CEO dan Chairman dari “Target Operation” sebuah perusahaan retail kondang dan terbesar kedua di Amerika Serikat.

Ulrich, adalah seorang kolektor barang-barang seni Afrika yg bersama dengan temannya, Marc Felix, mendirikan museum ini. Keduanya terinspirasi setelah mengunjungi museum alat musik di Brussel, Belgia.

Rancang bangun MIM dilakukan dengan banyak meniru dan bahkan dikonsultasikan dengan para ahli pada museum sejenis yg ada di Perancis, Musée de la Musique.

Biaya pembangunannya sebesar 250 juta dolar AS, terdiri dari beberapa lantai yg dirancang dengan penuh pencahayaan dan desain yg amat canggih.

Alat musik tiap negara, baik yg modern maupun asli, ditampilkan dalam sebuah layar datar hight resolution dengan suguhan atraksi yg menarik.

Alat pemandu nirkabel

Para pengunjung museum bisa menikmati dengan mendengarkan suara dari aneka ragam alat musik tersebut melalui alat pemandu berupa headset yg tersambung secara nirkabel dengan televisi-televisi itu.

Pengunjung tak memerlukan bantuan operator.  Sistem suara dan sajian di layar monitor bekerja secara otomatis.

Pada ketika pengunjung selesai membayar tiket masuk, mereka mulai menerima alat pemandu nirkabel lengkap dengan headset-nya.

Setiap orang mulai menerima sebuah alat pemandu nirkabel yg telah dalam kondisi “on”. Volume suara mampu diatur sesuai selera masing-masing menggunkan tombol yg sangat gampang dilakukan.

Museum ini mengoleksi lebih dari 15.000 instrumen musik yg berasal dari tak kurang 200 negara di semua penjuru bumi.

Hanya dua meter dari loket penjualan karcis tanda masuk, tersedia sebuah grand piano besar yg bersiap pakai.

Di samping piano terpampang pengumuman yg menjelaskan bahwa siapa saja dipersilakan memainkan piano tersebut buat turut serta menghibur kedatangan para tamu yg baru saja melangkahkan kakinya masuk ke MIM.

Di lantai 1 terdapat bagian khusus yg bernama “The Artist Galery”. Isinya adalah beragam instrumen musik yg berhubungan atau digunakan oleh sejumlah artis ternama seperti Elvis Presley, Pablo Casals, Taylor Swift, King Sunny Ade, dan John Lennon.

Di lantai yg sama terdapat pula “museum store” yg menjual banyak souvenir yg berhubungan dengan instrumen musik.

Pada bagian yang lain para pengunjung bisa coba memainkan sendiri dua instrumen musik yg disediakan di situ. Ada tempat khusus buat mencoba. Jadi, para pengunjung tak cuma bisa melihat, tetapi juga bisa merasakan memainkannya.

Alat musik Indonesia

Alat musik Indonesia dipamerkan di sebuah pelataran yg cukup luas. Ada sesuatu set gamelan lengkap termasuk sesuatu set wayang kulit seolah-olah sedang mulai ada pertunjukan wayang kulit.

Di salah sesuatu sisi pelataran itu, di samping gong, terdapat layar monitor yg menayangkan proses pembuatan gong. Ditampilkan dalam tayangan itu bagaimana sebuah bongkahan besi ditempa dan dibakar sampai perlahan-lahan berubah bentuk menjadi sebuah gong.

Sebuah visualisai yg sangat menarik.

CHAPPY HAKIM Satu set gamelan dan wayang kulit di Musical Instrumen Museum, Arizona, Amerika Serikat.

CHAPPY HAKIM Satu set angklung di Musical Instrument Museum, Arizona, Amerika Serikat.

Di seberangnya terdapat sisi yg menampilkan sesuatu set angklung yg berjajar rapih dan sangat menarik perhatian pengunjung.

Bila dibandingkan dengan luasnya museum alat musik ini, maka ruang yg tersedia buat peragaan alat musik Indonesia terbilang cukup luas.

Sungguh membanggakan hati melihat betapa keterwakilan Indonesia di museum alat musik terbesar di dunia ini memperlihatkan pengaruh yg luar biasa dari para pemerhati alat musik dunia di Amerika Serikat.

Sebuah penghargaan yg patut menyadarkan kami sebagai orang Indonesia bahwa dalam bidang seni musik Indonesia berada dalam jajaran yg sangat diperhitungkan.

Dapat dikatakan, musik yaitu ruang refleksi seseorang. Musik adalah bahasanya segala orang. Musik menampung aspirasi dan menyatukan seluruh orang. 

Edgar Winter, seorang musisi sekaligus penyanyi “Rock and Blues” berkebangsaan Amerika yg dikenal sebagai seorang multi instrumentalis karena kemampuannya memainkan dengan piawai dua alat musik seperti piano, keyboard, saxophone, perkusi, dan gitar, pernah berujar,  

“Music is very spiritual. It has the power to bring people together”.

Sumber: http://travel.kompas.com