Lukman Sardi Berharap ‘THE PROFESSIONALS’ Mirip ‘FAST Dan FURIOUS’

By | October 18, 2016

Lukman Sardi bermain dalam film action-heist THE PROFESSIONALS. Selain menjadi aktor, Lukman juga didaulat sebagai produser kreatif dalam film besutan sutradara Affandi Abdul Rachman ini.

“Di film ini saya juga produser kreatif. Dari awal, kita brain storming kira-kira mau bikin suatu film yg beda, gimana ya. Akhirnya bikin THE PROFESSIONALS ini, yg kira-kira kita pikir belum pernah ada di Indonesia. Sampai akhirnya saya main juga,” tuturnya ketika ditemui diJakarta Convention Center, dua waktu lalu.

Lelaki 45 tahun itu menyatakan seandainya THE PROFESSIONALS milik perbedaan dari film action lainnya. Apa itu? “Actionnya mungkin gak jauh beda dari yg lain, hanya ini lebih ke arah heist, lebih smart action. Film action yg lebih bicara mengenai bagaimana mendapatkan sesuatu,” jelasnya.

Ia berharap filmnya mampu menjadi satu hal yg baru dan menyegarkan. “Semoga ini kayak FAST AND FURIOUS 1,2,3, dan lain-lain. Berharapnya mengarahnya ke sana,” bebernya.

Lukman ini membawa THE PROFESSIONALS ke festival film internasional/Lukman ini membawa THE PROFESSIONALS ke festival film internasional/KapanLagi.com/Budy Santoso

THE PROFESSIONALS menjalani proses syuting selama kurang lebih 1 bulan. Lokasinya sebagian besar di Jakarta, meskipun ada pengambilan gambar yg juga bertempat di sebuah pulau di luar ibukota.

Ada dua kesulitan yg dialami tim produksi selama proses syuting. Lukman membaginya dalam beberapa hal. “Kita harus mempelajari teknologi. Dalam arti gadget dan lain-lain. Karena yg terpenting dalam menampilkan ini, kalau teknologinya aja gak nyampe, nggak mulai bisa. Kedua, ada adegan actionnya yg diulang-ulang, misal balapan mobil. Kan cukup bahaya ya, kan ada adegan-adegan jatuh, loncat, hal-hal tersebut sih. Kayak Ai (Fachri Albar) loncat dan lain-lain,” ungkapnya.

Sebagai sineas berbakat, Lukman juga milik mimpi agar THE PROFESSIONALS bisa berlaga di festival film internasional. “Rencananya sih begitu. Doain aja. Karena kalian berpikir perlu juga disebarkan bahwa Indonesia milik konsep film seperti ini. Kalau mampu ke semuanya, paling dekat mungkin Asia, setelah itu baru ke yg lain,” tandasnya.

Sumber: http://www.kapanlagi.com