Menjelajahi Keindahan Teluk Mayalibit Di Raja Ampat

By | October 18, 2016

WAISAI, KOMPAS.com – Pesona Raja Ampat di Papua Barat tidak habis bagi dieksplor. Ada banyak destinasi yg patut dikunjungi, kaya mulai keindahan alam dan kearifan lokal.

Salah sesuatu wilayah Raja Ampat, di Waigeo yg menarik buat dikunjungi adalah Teluk Mayalibit. Di Teluk Mayalibit, ada dua titik destinasi yg bisa dikunjungi wisatawan seperti berikut ini:

1. Kampung Lopintol

Kampung Lopintol terkenal mulai kearifan lokal yakni penangkapan ikan lema dengan cara tradisional. Saat musim panen ikan, warga mulai berkumpul membuat kurungan ikan dari batu dan di malam hari mulai menangkap ikan dengan cara menyedoknya dengan berbagai alat.

Dalam semalam setengah ton ikan lema mampu dipanen warga. Tentunya sangat menarik melihat dan ikut serta ketika penangkapan ikan lema di Kampung Lopintol.

Namun acara penangkapan ikan dimulai di malam hari, sehingga pilihannya wisawatan mampu bermalam di rumah penduduk atau berlayar di malam hari.

Kompas.com/Silvita Agmasari Tugu Kemaluan di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.

2. Tugu Kemaluan

Namanya destinasi ini memang mengundang tanya. Ternyata ketika sampai di lokasi, KompasTravel mendapati beberapa stalagtit dengan bentuk menyerupai alat kelamin pria. Penduduk sekitar yakin saat menempatkan koin atau rokok di tugu kemaluan dan memohon dengan tulus, maka permohonan mampu terkabulkan.

Kompas.com/Silvita Agmasari Air Jatuh di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.

3. Air Jatuh

Disebut ‘Air Jatuh’ karena bentuknya seperti air terjun, namun dengan ketinggian sekitar 50-100 sentimeter. Air Jatuh adalah air tawar dari gunung, yg kemudian jatuh di laut sehingga menjadikan wilayah ini berair payau dan bewarna hijau.

Ombak yg tenang dan air jatuh sangat cocok bagi berenang sembari meregangkan otot dengan pijatan alami Air Jatuh.

Kompas.com/Silvita Agmasari Kali Biru di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.

4. Kali Biru

Jangan lewatkan berkunjung ke Kali Biru seandainya Anda menyambangi Teluk Mayalibit. Air biru bening dengan suhu dingin dijamin membuat sensasi berenang yg berbeda. Untuk mencapai Kali Biru diperlukan trekking sekitar 15 menit, sembari melewati anak sungai, hingga menemukan kolam alami di tengah hutan.

Menuju Teluk Mayalibit

Dari Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, wisatawan perlu menyewa perahu buat menelusuri Teluk Mayalibit. Harga sewa perahu bermuatan 10-12 orang sebesar Rp 6 juta, dapat kurang dengan negosiasi.

Perjalanan mulai dimulai dari Pelabuhan Waisai dan memakan jarak tempuh selama empat jam buat pulang pergi. 

Sumber: http://travel.kompas.com