Bali Dari Beragam Sisi…

By | October 19, 2016

KOMPAS.com – Mohd Shukree Bin Jafar namanya. Meski kian tidak jarang menerima pelancong yang berasal Indonesia di Chiang Mai, pria kelahiran Provinsi Pattani, Thailand, ini terus menyebut Bali sebagai tempat berwisata di Indonesia yg paling dikenalnya.

“Ya, Indonesia, ya Bali,” ketika dijumpai Kompas.com di tempat usahanya, Lorong Banhaw, dekat pusat kota Chiang Mai, pada medio Juni 2016.

Bali milik suguhan buat hampir seluruh macam minat wisatawan. Pantai, ombak, dan pemandangan alam, misalnya. Atau surga spa dan pusat kulinari.

Namun, pesona Bali pun tidak hanya itu. Apa saja yg kini ada di Bali?

Mulai dari suguhan serba asli

Nyambu, misalnya, adalah sisi yang lain paras elok Bali. Beda dengan lokasi yg lebih kadang disebut bagi bercerita soal Pulau Dewata, desa ini menawarkan “hal-hal asli” Bali.

Sejak April 2016, salah sesuatu desa di Kabupaten Tabanan tersebut menyandang predikat sebagai Desa Wisata Ekologis. Lokasinya sekitar 35 kilometer ke arah barat Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Peresmian Desa Nyambu di Tabanan, Bali, sebagai Desa Wisata Ekologis, Jumat (29/4/2016)

Dari area seluas 380 hektar, 61 persen lahan di sini adalah kawasan pertanian. Desa itu pun sampai sekarang masih menyimpan 22 mata air. Lalu, ada 67 pura di sana. Keaslian desa di Bali mendapatkan gambaran nyata di Nyambu.

Bayangkan saja betapa menakjubkan sejarah Bali dengan pura bercorak zaman Bali mula atau kuno, yg sesuatu generasi dengan Kerajaan Kediri tetap tidak terusik oleh—misalnya—bangunan beton hotel, dapat ditemukan di sini.

Ada pula di cakupan areanya, aktivitas warga yg seolah berbeda benua dengan keramaian destinasi yang lain dari magnet penting wisata Indonesia itu.

Pertanyaannya, wisatawan menginap di mana kalau tidak ada sesuatu pun hotel di Nyambu?

Tak perlu khawatir, rumah-rumah penduduk di Desa Nyambu adalah tempat menginap atau homestay yg layak dan memadai bagi digunakan. Tak perlu khawatir, rumah warga telah disiapkan milik standar kebersihan laiknya hotel berbintang.

Jangan lupa, tinggal di homestay seperti itu juga dapat menjadi kesempatan mencecap kebersahajaan penduduk Desa Nyambu.

Fakta dan angka dari bandara

Saat ini, Bali adalah sesuatu dari tiga destinasi penting pariwisata Indonesia selain Jakarta dan Kepulauan Riau. Dari target 20 juta pelancong mancanegara pada 2019, pemerintah berharap Bali bisa menyerap 40 persennya.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Ribuan wisatawan, baik asing maupun domestik, memadati kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, buat menunggu matahari terbit, Rabu (17/8/2016). Pantai Kuta yaitu obyek wisata pantai paling terkenal di Bali yg terus penuh wisatawan pada musim liburan.

Nah, buat menampung para wisatawan asing itulah, pemerintah Indonesia sudah pula menyiapkan 100.000 homestay di segala Nusantara akan 2017. Di Bali, homestay difokuskan sebagai salah sesuatu daya tarik buat meningkatkan hasrat warga asing berkunjung.

Tentunya, upaya ini dikerjakan pula dengan memanfaatkan pula pemeo bahwa Bali di mata orang asing lebih dikenal daripada kata “Indonesia”, seperti yg dibilang Shukree.

Padahal, merujuk Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958, Bali adalah salah sesuatu Daerah Tingkat I atau kini disebut sebagai provinsi di Indonesia.

Dengan semua keindahan alam dan budayanya, patut kami akui bahwa Bali seolah menjadi takdir tujuan wisata buat begitu banyak wisatawan lokal dan mancanegara. 

Simak saja data dari laman bali-airport.com yg mencatat jumlah penerbangan menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pelabuhan udara terbesar di Bali.

Berlokasi 13 kilometer di selatan Denpasar, bandara ini beroperasi 24 jam, melayani 10 operator penerbangan domestik dan 37 operator penerbangan internasional.

Pada 2015, bandara yg telah milik konter fasilitas Visa on Arrival (VoA) di terminal kedatangan internasional-nya itu, melayani 8,6 juta penumpang domestik dan 8,5 juta penumpang internasional.

Per hari, rata-rata ada 46.883 penumpang hilir-mudik di bandara tersebut. Terkini, sampai akhir triwulan III/2016, Bandar Udara I Gusti Ngurai Rai bahkan tercatat telah melayani 14,8 juta penumpang penerbangan.

Di bandara yg kali pertama dibangun pada 1930 oleh  Departement Voor Verkeer en Waterstaats—semacam Departemen Pekerjaan Umum—pemerintahan Hindia Belanda itu, pada 2015 dilandasi 125.345 pesawat, atau rata-rata 346 pesawat berseliweran di sini setiap hari.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Tak mengherankan bila bandara yg memasang nama pahlawan nasional yang berasal Bali tersebut dahulu mendapatkan predikat internasiona sebagai bandara terbaik kedua, bagi kategori bandara yg melayani kisaran 15-25 juta penempuang per tahun.

Dewan Bandara Internasional (ACI) juga memberikan predikat Best Improved Airport di kawasan Asia Pasifik untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Lalu, apa sebenarnya pemikat gelombang wisatawan ke pulau ini?

Lumbung energi dan air pemikat

Bagi siapa pun yg telah berkesempatan bertandang ke Bali, Pulau Dewata ini mudah bagi dinyatakan sebagai gabungan dari keindahan alam berikut budaya yg memikat hati.

Orang Bali juga dikenal milik sikap hangat dan ramah. Kemampuan mereka melestarikan kebudayaan dari generasi ke generasi pun ibarat lumbung energi kehidupan yg tidak lekang.

Di luar itu, ada pemikat bernama olahraga air. Ya, olahraga ini gampang dijumpai di Bali yg kaya pantai indah seperti Kuta dan Sanur. Penikmat olahraga selancar biasa memanfaatkan ombak di Kuta dan Uluwatu.

Pantai Uluwatu ada di sisi selatan Bali. Ombaknya paling bagus. Makanya, di pantai ini kompetisi selancar internasional tidak jarang diadakan. Waktu bagi berselancar terbaik adalah pada kurun April hingga September, saat angin bertiup ke tenggara.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Wisatawan bermain selancar di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (17/8/2016). Pantai Kuta yaitu obyek wisata pantai paling terkenal di Bali. Wisata ke Bali kini bisa dikerjakan siapa pun dengan biaya terjangkau.

Para peselancar juga menyukai ombak di Nusa Lembongan di dekat Nusa Penida, pulau yg berada di tenggara Bali dan menghadap ke Samudera Indonesia.

Pulau-pulau ini berjarak tempuh 45 menit memakai perahu dari Nusa Dua atau Sanur. Arus ombak di Nusa Penida kuat karena selat ini memisahkan Bali dari Lombok.

Belum lagi, di ujung paling timur Bali terdapat Padang Bay dan Cemeluk, yg lebih dikenal dengan Pantai Amed. Perairan ini sangat cocok buat diving atau olahraga selam. Di tempat ini, pengunjung mulai disapa ikan-ikan kardinal, black snappers, dan damsel.

Sementara itu, di pesisir barat-utara Bali, tepatnya di Taman Nasional Bali Barat, ada Menjangan yg yaitu lokasi selam terbaik. Di sini ada karang datar, reruntuhan jangkar, taman belut, dan gua-gua, bagi dijelajah.
 
Satu lagi, Bali mengajak Anda  memompa adrenalin dengan bermain arung jeram menuruni Sungai Ayung yg spektakuler di Ubud. Silakan coba bungy jumping yg mendebarkan hati itu.

Dari gunung, beo langka, sampai susur hutan bakau

Bukan hanya “penikmat air” yg boleh terpesona dengan Bali. Pulau ini juga milik Gunung Agung. Gunung di timur Bali ini adalah tanah tertinggi di Pulau Dewata, tepatnya 3.031 meter di atas permukaan laut.

Gunung Agung masih berstatus gunung api aktif. Namun, pendakian bukan hal terlarang. Coba saja pendakian dari belakang pura atau melalui Desa Sebudi.

Namun, pastikan bagi meminta izin terlebih dulu dari petugas pura. Pasalnya, peraturan agama Hindu di Bali melarang seseorang berdiri lebih tinggi dari pura terutama saat upacara sedang berlangsung.

Pendaki yg berpengalaman menghabiskan waktu enam sampai delapan jam menuju puncak.  Silakan memulai pendakian pada pagi hari. Sebuah saran buat pengunjung, gunakanlah jasa pemandu yg berpengalaman.

Alam Bali bisa pula dinikmati dengan berjalan kaki. Mari bertandang ke Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Taman nasional seluas 76.312 hektar, berada di Kabupaten Jembrana dan Buleleng. Masuklah dari sisi Jembrana di Melaya yg dekat dengan jalan tol Denpasar-Gilimanuk.

TNBB ni menawarkan alam tropis yg masih alami dan yaitu rumah untuk burung beo langka yg masih tersisa seratusan ekor. Burung ini berwarna putih nan cantik, dengan ujung sayap berwarna hitam dan garis biru di sekitar matanya.

Di sini juga terdapat Javan buffalo atau banteng yg langka, dengan 30-40 ekor yg masih tersisa di kedalaman hutan. Hewan yang lain yg ada di sini antara lain, rusa, kancil, macan tutul, musang, beruk, dan dua macam kera lainnya.

BARRY KUSUMA Pulau Menjangan di Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana, Bali.

Pengunjung yg ingin ke Bali Barat harus mendapatkan izin—yang diurus gratis—terlebih lalu di Cekik, Labuhan Lalang, atau di kantor Kementerian Kehutanan di Renon, Denpasar.

Meskipun di sini terdapat tempat perlindungan, para penikmat berjalan kaki pun harus membawa alas tidur sendiri, makanan, air, dan perlengkapan lainnya. Ada hotel sederhana tersedia di Labuhan Lalang atau di Gilimanuk dan Negara.

Masih bagi penikmat jalan kaki, ada hutan bakau yg mampu ditapaki di Benoa. Pengunjung diajak memanfaatkan jalan setapak dari kayu di hutan ini.

Hutan mangrove itu terletak di dekat Pelabuhan Benoa di Suwung Kau, sekitar 21 kilometer ke selatan dari Denpasar. Pusat Informasi Mangrove dibuka pada 2003, ditujukan untuk studi dan pelestarian kawasan mangrove.

Mencakup wilayah sekitar 200 hektar, kawasan ini milik pula persemaian seluas 7.700 meter persegi, pondok buat beristirahat dan meditasi, serta dek terapung.
 
Waktu terbaik buat mengunjungi hutan-hutan mangrove ini adalah pada pagi atau di siang hari. Ini adalah ketika terbaik bagi menyaksikan berbagai spesies burung yg menjadikan mangrove sebagai habitat.

Budaya, relaksasi, kulinari, dan belanja

Bicara Bali, tentu tidak mulai dapat melewatkan kekayaan budaya. Di sini, peribadatan di pura tidak pernah dapat lepas dari seni tari dan drama.

Uniknya, setiap desa di Bali milik waktu dan tanggal perayaan berbeda. Sudah barang tentu, keadaan seperti ini adalah peluang buat para pengunjung menyesuaikan waktu buat menikmati acara budaya.

Misalnya, bagi menikmati tari barong di Desa Batu Bulan, Kabupaten Gianyar. Pertunjukannya biasa berlangsung pada pagi hari. Tari ini mengangkat kisah abadi perseteruan kebaikan versus kejahatan.

Ada pula tari kecak yg pentasnya bakal lebih dramatis di lapangan terbuka di Pura Tanah Lot saat matahari perlahan-lahan turun seperti seolah masuk ke laut sebagai latar. Tari kecak menuturkan cerita Ramayana.

Bali milik beragam tarian lain, seperti tari baris dan tari topeng.

KOMPAS/RIZA FATHONI Turis asing menikmati pertunjukan tari Bali di Puri Saren Agung Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (6/8/2016). Bulan Juli hingga Agustus menjadi puncak jumlah kunjungan wisatawan asing di Ubud.

Nah, kalau soal relaksasi, Bali milik banyak spa buat memanjakan diri. Sejumlah spa berada di tengah pemandangan bukit hijau yg luar biasa indah dan sungai atau pemandangan menghadap ke laut yg memberikan kedamaian dan relaksasi.

Setiap spa memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. Lokasinya bisa ditemukan dari “tempat biasa” sampai hotel bintang lima.

Kalau telah relaks, giliran wisata kuliner harus dijajal di Bali. Dari makanan kecil sampai yg bikin perut terasa sesak, ada banyak pilihan.

Bondan Winarno, Harry Nazarudin, dan Lidia Tanot dari pegiat Jalansutra, sampai menulis buku “100 Mak Nyus Bali” yg antara yang lain berisi daftar restoran yg menyajikan kuliner khas pulau ini.

Sebut saja di antara kuliner yg dapat diburu di Bali adalah sate lilit ikan tuna, ayam betutu, sampai sambal matah, bagi masakan khas Bali.

(Baca juga: Ke Bali, Jangan Lupa Cicipi “Jaje Bali”)

Di luar itu, masih ada laklak, sudang lepet, dan serombotan. Untuk menemukan sarombot, mencoba saja mencarinya di Pasar Klungkung atau Pasar Senggol.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Laklak Pisang, kuliner khas Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Ke Bali, tidak mulai lengkap rasanya bila tidak sekaligus menyesap nikmatnya wisata belanja. Lukisan mampu menjadi pilihan oleh-oleh dari Bali, yg mampu didapatkan antara yang lain di galeri-galeri di Ubud.

Lukisan Bali cocok dibingkai dengan kayu berukir. Untuk ukiran kayu terbaik, Desa Mas yg yaitu tempat master pengukir kayu berkarya mampu dituju.

Jika mencari perhiasan emas dan perak, pergi saja ke Desa Celuk. Namun, seandainya Anda berpikir bagi membawa pulang suvenir buat teman-teman dan kerabat, tempat terbaik adalah pasar Sukowati.

Masih seputaran belanja, laman travel.kompas.com mencatat dua lokasi belanja unik. Salah satunya adalah di Jalan Sulawesi, Kota Denpasar.

Di sepanjang jalan ini ada banyak toko-toko bahan kebaya. Ingat saja, kebaya lekat dengan perempuan Bali lantaran dikenakan di berbagai acara.

Satu kebaya brokat model kutu baru, dengan dalaman kebaya yg disebut angkin, dan ikat pinggang dengan bros cantik di bagian tengah dibanderol Rp 125.000. Cukup terjangkau bukan?

Mayoritas toko di Jalan Sulawesi masih mengandalkan proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual. Untuk mengunjungi Jalan Sulawesi, Anda bisa menuju arah Pasar Badung, Denpasar. Jalan Sulawesi terletak persis di sebelah Pasar Badung.

Jalan ini adalah jalan sesuatu arah sehingga cukup padat pada akhir minggu atau hari-hari tertentu khususnya menjelang hari raya umat Hindu di Bali. Rata-rata toko di Jalan Sulawesi buka dari pagi sekitar pukul 09.00 Wita sampai sore hari, sekitar pukul 17.00 Wita.

Untuk belanja buah tangan “antimainstream”, Pasar Candi Kuning, Bedugul, boleh jadi pilihan. Di sini ada hasil bumi buah segar yg harganya murah pula.

KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Selain buah dan sayur, Pasar Bedugul Bali jugamenyediakan berbagai kerajinan khas dan pakaian buat buah tangan dari Bali.

Bedugul yg berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut memang sentra sayur mayur dan buah buahan. Tinggal pastikan milik kelihaian menawar.

Masih di kawasan Candi Kuning, wisatawan mampu mendapatkan pula penganan keripik dan pakaian khas Bali. Pencari makanan halal, dapat memuaskan pilihan di sini juga.

Di pasar ini, pelancong bisa berbelanja dengan nyaman, karena wisatawan tidak terlalu menyesakinya. Lokasinya bersih, udaranya pun sejuk. Pasar tersebut buka pukul 06.00-18.00 Wita.

Kalau telah begini, masa masih kekurangan informasi? Mari berkunjung ke Bali.

Bila butuh keterangan tambahan soal destinasi wisata Indonesia, termasuk Bali, kunjungi saja laman pesonaindonesia.travel.  Pilihan lain, follow saja akun twitter @indtravel, fan page Facebook Indonesia.Travel, atau akun @indtravel di Instagram.

Selamat menjelajah!
Sumber: http://travel.kompas.com