Ratusan Wisatawan Jerman Kunjungi NTT

By | October 20, 2016

KUPANG, KOMPAS.com – Sebanyak 150 wisatawan yang berasal Jerman, mengunjungi sejumlah tempat wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, para wisatawan itu tiba dengan memakai kapal pesiar Hansheintic dan mengunjungi tiga daerah di NTT, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Flores Timur dan Sumba Barat Daya.

“Turis Jerman sebanyak 150 orang asing, ketika ini berwisata di kampung adat Riang Pedang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Mereka ini sebenarnya mau mengetahui napak tilas Portugis di sana. Kehadiran Portugis di Pulau Flores akan dari Kabupaten Flores Timur, sehingga mereka mau melihat kedatangan Portugis di masa lalu,” kata Marius kepada KompasTravel, Rabu (19/10/2016).

Marius menjelaskan, wisatawan asing itu berada di Flores Timur selama beberapa hari, kemudian menuju ke Komodo, Kabupaten Labuan Bajo, selanjutnya menuju Kabupaten Sumba Barat Daya, selanjutnya mereka menuju Kalimantan.

Mulai bertambahnya wisatawan asing mengunjungi NTT, menurut Marius, memamerkan bahwa NTT ketika ini sedang menjadi destinasi pariwisata internasional yg menarik banyak wisatawan.

Bahkan dua hari dahulu Wali Kota Binjai membawa rombongannya melakukan studi banding ke NTT tentang perkembangan pariwisata.

Untuk itu, lanjut Marius, pemerintah daerah ketika ini harus langsung menyiapkan dua hal yg masih harus dibenahi seperti infrastruktur jalan, listrik sarana telekomunikasi (penyediaan BTS di tempat wisata).

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Permainan tete alu yg menuntut konsentrasi.

“Saya kira masalah yg harus diangkat yakni infrastruktur. Jalan-jalan yg menjadi tujuan wisata, semuanya belum baik terutama di pegunungan dan desa. Di samping itu, ketersediaan listrik di NTT yg masih sangat terbatas. Saya juga telah meminta kepada Menteri ESDM melalui media sosial. Kemudian Telkomsel belum menjangkau tempat wisata di NTT seperti di Waerebo, Kabupaten Manggarai, belum sehingga mulai menyulitkan wisatawan buat berkomunikasi ke keluarga dan sahabatnya di luar negeri,” jelasnya.

Selain itu, terdapat juga destinasi wisata di desa-desa yg jauh dari kota, belum sepenuhnya digali potensinya oleh pemerintah daerah, sehingga ia pun mendorong pemerintah kabupaten di NTT bagi menggali, memamerkan dan menginformasikan kepada pihaknya supaya dipromosikan ke luar negeri.

“Tahun depan turis dari Jerman mulai tiba lagi sebanyak 350 orang dulu kemudian mulai berbaur dengan 5.000 wisatawan yang berasal Polandia telah masuk dan menyebar di Flores. Jadi wisatawan internasional yg tiba ke NTT telah meningkat tajam,” ucapnya.

Sumber: http://travel.kompas.com