Belum Rilis Di Indonesia, ‘#66’ Sabet Penghargaan Internasional

By | October 22, 2016

Diskon RP 350,000 cuma di Pergi.com Penghargaan Worldfest Houston berhasil disabet Creative Motion Pictures lewat film berjudul #66. Yang menarik, film drama action karya Asun Mawardi itu belum dirilis di Indonesia. Mereka berhasil menyabet kategori Theatrical Features Film Awards dan mendapatkan Platinum Remi Award.Tidak sampai situ, film yg dibintangi oleh Donita, Fandy Christian dan Ricardo Silenzie ini sukses pula dalam pagelaran International Filmmaker Festival of World Cinema London 2016, buat kategori Best Supporting Actress in a Foreign Language Film dan Best Sound Design. Kali ini, #66 membawa pulang kategori Best Fight Choreographer Feature Film dalam ajang Internasional Film Festival 2016.“Dengan menangnya film #66 di Houston, London dan Los Angeles, aku merasa mendapatkan pengakuan karena film kami mampu diterima dan disukai oleh mereka. Selain itu dengan terpilihnya buat ditayangkan di Beijing dan Xian-China, yg juga mendapat sambutan yg baik ketika screening, meyakinkan aku bagi membuat film yg lebih baik lagi,” ucap Asun Mawardi selaku pemain, produser, sutradara dan penulis film #66, ketika dijumpai di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (20/10).Film itu sendiri bercerita tentang seorang pembunuh bayaran yg ditugaskan membunuh seorang informan polisi buat melindungi sebuah organisasi kriminal, tapi dia kabur dengan uang bayarannya ke luar kota, tanpa menyelesaikan tugasnya. Karena dia ingin meninggalkan kehidupan kriminalnya.Sang pembunuh bayaran berusaha berdamai dengan masa lalunya, namun ia malah terperangkap lagi di dunia kriminal. Sang pembunuh sadis itu dihadapkan pada pilihan bagi tetap loyal dengan pekerjaannya atau melindungi keluarganya.Tentunya, Asun berharap film yg rencananya mulai tayang pada 17 November 2016 nanti dapat diterima penonton di Indonesia. Apalagi, film action seperti itu sangat jarang diangkat oleh sineas tanah air.”Semoga film ini mendapat sambutan positif oleh penonton di tanah air dan memberikan warna baru dalam industri film kita,” tutup Asun. (kpl/aal/mhr)
Sumber: http://www.merdeka.com