Jogja Geowisata, Liburan Sambil Bedah Fenomena Alam Di Yogyakarta

By | October 24, 2016

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Deretan pantai di Kabupaten Gunungkidul, gumuk pasir di Parangtritis, dan Gunung Api Purba Nglanggeran adalah segelintir destinasi wisata alam di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Semua destinasi alam di provinsi tersebut tidak lepas dari fenomena geologis bahkan dari jutaan tahun silam.

Selain menikmati keindahan wisata, inilah saatnya “membedah” lebih dalam sejarah dan proses geologis tempat-tempat tersebut. Inilah yg ditawarkan operator tur Jogja Geowisata.

“Jogja Geowisata dipelopori oleh alumni Teknik Geologi UGM. Kami ingin memberikan edukasi geologi kepada wisatawan, karena Yogya milik banyak tempat wisata yg berhubungan dengan geologi,” tutur Imaduddin Yazid, kru Jogja Geowisata kepada KompasTravel.

Jogja Geowisata adalah operator tur yg mengantar rombongan “Take Me Anywhere 2” mengelilingi Yogyakarta pada 14-16 Oktober 2016 lalu. Selama tiga hari, 10 pemenang Quiz on Article dan Photo Competition “Take Me Anywhere 2” mengunjungi banyak tempat wisata alam. Mulai dari Hutan Pinus Imogiri, Kebun Buah Mangunan, Kalisuci, sampai Gumuk Pasir di Parangtritis.

“Wisata alam dan adventure memang jadi favorit di Yogyakarta. ‘Take Me Anywhere’ acara yg bagus banget dari segi pilihan destinasi,” tambah Imad, panggilan akrab pria tersebut.

Paket lengkap

Meski mengusung kata ‘Jogja’, paket tur yg disediakan Jogja Geowisata tidak melulu berada di sekitar Kota Gudeg. Jogja Geowisata juga menyuguhkan tur ke dua destinasi lainnya seperti Pulau Komodo, Lombok, Bali, Dieng, Karimunjawa, dan Malang-Batu-Bromo.

Jogja Geowisata juga menyuguhkan paket wisata ke beberapa negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia.

“Kami mengusung jargon Your All in One Tours Solution. Mulai dari perencanaan, ticket booking, destinasi, juga akomodasi di destinasi tujuan. Semuanya dapat disesuaikan dengan bujet customer,” papar Imad.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Wisatawan mengunjungi obyek wisata gumuk pasir Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Sebagian wisatawan memanfaatkan gumuk pasir buat melakukan permainan sandboarding.

Operator tur yg terdaftar dalam Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) itu memiliki jaringan kerja sama yg luas. Mulai dari rental kendaraan, hotel, restoran, sampai asosiasi guide profesional.

“Yang membedakan Jogja Geowisata dengan perusahaan tur lainnya adalah Paket Wisata Geologi. Sebagian besar kru di Jogja Geowisata memiliki latar belakang pendidikan Teknik Geologi,” tambah Imad. 

Paket wisata minat khusus ini terbuka bagi umum, terutama buat turis yg ingin belajar mengenal alam. Mengetahui proses pembentukan sebuah tempat, serta potensi sumber daya alam yg dikandungnya.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Dicanangkannya Taman Tebing Breksi sebagai cagar budaya tidak lepas dari keadaan geologisnya. Batu kapur breksi di tebing ini rupanya yaitu endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Proses geologis ini terjadi di seluruh tempat. Taman Tebing Breksi misalnya, dahulu menjadi lokasi tambang batu Breksi. Atau Gunung Api Purba Nglanggeran yg yaitu endapan lahar puluhan juta tahun silam,” jelas Imad.

Sebagai guide dari Jogja Geowisata, Imad berbagi tips buat wisatawan yg ingin menikmati wisata alam di Yogyakarta.

“Sebisa mungkin hindari weekend. Coba pilih wisata yg antimainstream. Misal kalau ke Gunungkidul, jangan hanya tiba ke Pantai Indrayanti yg paling terkenal. Banyak deretan pantai di sekitarnya yg juga patut dikunjungi,” tutupnya.

Sumber: http://travel.kompas.com