Gumuk Pasir Barchan Dan Parangkusumo, Apa Bedanya?

By | October 25, 2016

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Sandboarding, begitu nama salah sesuatu aktivitas pemacu adrenalin yg dapat dikerjakan di DI Yogyakarta. Sandboarding dilakukan di bentang alam bernama gumuk pasir, dan Yogyakarta memiliki gumuk pasir satu-satunya di Asia Tenggara.

“Gumuk pasir ini adalah satu-satunya di Asia Tenggara. Gumuk pasir beda dengan padang pasir seperti yg ada di Bromo misalnya,” tutur Imaddudin Yazid, pemandu dari operator tur Jogja Geowisata kepada KompasTravel.

Gumuk pasir di DI Yogyakarta terkenal dengan sebutan Gumuk Pasir Parangkusumo. Ikramullah Sultana, yg juga seorang pemandu di Jogja Geowisata menerangkan yang berasal mula terbentuknya Gumuk Pasir Parangkusumo.

“Gumuk pasir ini salah sesuatu bentang alam yg proses pembentukannya dipengaruhi angin, terbentuk karena pasir yg menumpuk dalam jumlah besar,” tutur Ikram, panggilan akrab pria tersebut.

(BACA: Lomba “Selfie” di Gumuk Pasir, Mulai ala Timteng sampai Jasmine)

Ikram melanjutkan, tumpukan pasir ini berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi yg endapannya dibawa oleh sungai-sungai yg bermuara di Pantai Selatan. Antara yang lain Sungai Opak dan Sungai Progo.

“Setelah terendap di pinggir pantai, barulah angin dari Samudera Hindia mengukir tumpukan pasir ini. Jadilah bentang alam yg unik,” tambah Ikram.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Di sini, wisatawan dapat menyewa papan bagi sandboarding dengan harga Rp 70.000 bagi main sepuasnya.

Bersama rombongan “Take Me Anywhere 2”, KompasTravel menyambangi Gumuk Pasir Parangkusumo dua waktu lalu. Gumuk pasir ini terletak di Kabupaten Bantul, sesuatu garis dengan Pantai Parangtritis.

Namun begitu datang di lokasi, kenapa tulisan besar di area gumuk pasir bertuliskan “Gumuk Pasir Barchan”?

“Pada intinya gumuk pasir ini namanya Parangkusumo. Tapi secara sains, macam gumuk pasirnya adalah Barchan. Gumuk pasir diklasifikasikan dalam beragam jenis,” papar Imad, panggilan akrab Imaddudin.

Gumuk Pasir Barchan memiliki ketinggian antara 5-15 meter. Di sini, wisatawan dapat menyewa papan buat sandboarding dengan harga Rp 70.000 bagi main sepuasnya.

Didampingi guide, Anda mulai diajarkan bagaimana cara meluncur dengan mulus di atas pasir. Sebelum digunakan, bagian bawah papan dilumuri dengan lilin.

Waktu terbaik buat tiba adalah sore hari, saat matahari tak terlalu terik. Anda juga mampu melihat panorama sunset sambil sandboarding.

Setelah kesuksesan “Take Me Anywhere” pertama merupakan edisi Bali, Kompas.com kali ini bersama OPPO menggelar “Take Me Anywhere 2”. Sebanyak 10 orang pemenang kompetisi “Take Me Anywhere 2” berlibur ke Yogyakarta bersama KompasTravel selama tiga hari akan Jumat (14/10/2016) hingga Minggu (16/10/2016).

Reservasi tiket penerbangan dikerjakan melalui situs perjalanan Tiket.com.

Para pemenang menjalani beragam aktivitas wisata penuh petualangan sampai mencicipi kuliner khas Yogyakarta. Semuanya dipandu oleh biro perjalanan Jogja Geowisata.

Selain itu, para pemenang juga merasakan kenyamanan menginap di Hotel Santika Premiere Jogja, salah sesuatu properti dari jaringan hotel Santika Indonesia Hotels & Resorts.

Ikuti petualangan seru para pemenang di Yogyakarta. Kisah mereka tayang dalam liputan khusus: “Liburan Seru ala ‘Take Me Anywhere 2′”.

Sumber: http://travel.kompas.com