Pelayanan Dikeluhkan Wisatawan, Ini Jawaban Imigrasi Kupang

By | October 30, 2016

KUPANG, KOMPAS.com – Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang Agus Dwianto menyampaikan pihaknya melakukan pemeriksaan kepada wisatawan asing sesuai prosedur tetap (protap) yg sudah digariskan oleh Direktorat Jenderal Keimigrasian.

“Mereka masuk ke suatu wilayah di Indonesia wajib kami periksa dokumen keimigrasiannya sesuai petunjuk dari Ditjen Imigrasi, dan itu telah protap,” katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu (29/10/2016).

(BACA: Turis Australia Kecewa Lamanya Pemeriksaan Imigrasi di Pelabuhan Kupang)

Ia mengklarifikasi hal tersebut menyusul adanya keluhan dari para wisatawan Australia yg menilai Imigrasi Kupang tak memberikan pelayanan maksimal ketika datang di Kupang dengan kapal pesiar “Coral Discovery” pada Rabu (26/10/2016).

“Saya rasa kalian telah melaksanakan tugas dengan baik dalam melayani para wisatawan tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, buat para turis yg memakai alat angkut non reguler wajib melapor ke pihak imigrasi ketika datang di suatu wilayah.

“Bagi alat angkut non reguler yg memiliki agen di Indonesia harus memberitahukan kedatangan kapal tersebut sekurang-kurangnya 2 x 24 jam kepada pihak Imigrasi sebelum tiba,” katanya.

(BACA: Lambat Melayani Wisman, Kadispar NTT Berang)

Menurut Agus, surat yg masuk ke Kantor Imigrasi Kupang dari agen penjalanan baru diterima pada Senin (24/10/2016), yg isinya menyatakan bahwa pada Rabu (26/10/2016) mulai datang sebuah kapal pesiar di Kupang yg mengangkut wisatawan asing.

“Agen kapal pesiar itu tak menyebut berapa jumlah wisatawan asing yg diangkut serta waktu tibanya di Pelabuhan Tenau Kupang. Tiba-tiba kita ditelepon bahwa kapalnya telah bersandar pada pukul 06.45 Wita,” ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (12/5/2014).

Dalam situasi yg serba mendadak tersebut, lanjut Agus, pihaknya mengambil kebijakan agar wisatawan yg tiba cukup mengumpulkan paspornya agar pemeriksaan mampu lebih cepat.

“Kami lakukan pemeriksaan selama sekitar 20 menit, setelah itu kalian tak tahu lagi urusan mereka. Jika kalian dinilai tak maksimal dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan asing, rasanya cuma mengada-ada,” ujarnya.

Agus menyampaikan pihak Imigrasi mulai menolong Pemprov NTT dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT dengan selalu memberikan pelayanan yg prima kepada para wisatawan.

Apalagi, tambah Agus, NTT ketika ini menjadi salah sesuatu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia, khususnya obyek wisata Labuan Bajo serta Taman Nasional Komodo yg dihuni binatang komodo (Varanus komodoensis).

Sumber: http://travel.kompas.com