Parade “Makhluk Halus” Di Museum Angkut, Horor!

By | November 1, 2016

MALANG, KOMPAS.com – Matahari masih terang bersinar ketika sejumlah makhluk halus itu muncul di Museum Angkut, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (30/10/2016). Kedatangan para makhluk halus itu sontak membuat pemandangan di museum yg berdiri pada 9 Maret 2014 itu menjadi horor.

Namun, ribuan pengunjung yg memadati museum yg penuh dengan berbagai model angkutan kuno itu tak histeris. Mereka malah mendekat, bahkan mengajaknya berfoto bersama.

Rupanya, makhluk halus yg akan bermunculan sejak pukul 16.30 WIB itu bukan makhluk halus yg sesungguhnya. Mereka adalah para peserta festival Halloween part III Dark Noon yg diselenggarakan oleh pengelola museum seluas 3,8 hektar itu.

Ada berbagai macam “setan” yg beradu aksi menyapa ribuan pengunjung. Mulai dari zombie, mumi, valak, bahkan drakula. Bukan cuma pada hari itu saja. Sebelumnya, sejak Halloween itu dibuka pada Jumat (28/10/2016), pemandangan yg sama juga terjadi.

KOMPAS.com / Andi Hartik Halloween ketika mengelilingi di kawasan Museum Angkut, Kota Batu, Jawa Timur bagi menyapa pengunjung, Minggu (30/10/2016)

“Ini temanya senja kala ya. Kalau orang jawa bilang surup-surup. Pergantian matahari dan bulan. Orang bilang ketika itu yaitu waktu keluarnya setan yg sesungguhnya. Sangat menakutkan sehingga anak-anak harus pulang ke rumah,” kata Manager Operasional Museum Angkut, Endang A Shobirin.

Total ada 308 perserta yg ikut dalam event tersebut. Terdiri dari pelajar di SMK dan perguruan tinggi yg ada di Malang. Penampilan mereka diperlombakan. Bagaimana cara berkostum, makeup, dan bersikap seperti tema Halloween yg dibawakan.

“Target kami bagaimana memberikan pemahaman bahwa museum transportasi ini mampu mendidik. Tidak cuma pengetahuan tentang transportasi, tetapi juga ada seni, budaya juga fashion,” jelasnya.

Adanya event halloween membuat kunjungan wisatawan ke museum itu meningkat. Dari yg biasanya sekitar 1.000 pengunjung per hari, naik menjadi 3.000 pengunjung. Fanny Amalia, salah sesuatu perserta dengan kostum bertema naga ini mengaku sangat antusias. Bahkan ia rela berlama-lama menjalani makeup bagi penampilan yg maksimal.

“Ini bagi pengalaman saja. Tadi makeup-nya sampai beberapa jam,” katanya.

KOMPAS.com / Andi Hartik Halloween ketika mengelilingi di kawasan Museum Angkut, Kota Batu, Jawa Timur buat menyapa pengunjung, Minggu (30/10/2016)

Muhammad Samual, peserta lainnya juga mengungkapkan hal yg sama. Ia mengaku mempersiapkan penampilannya sebagai mumi itu selama beberapa setengah jam. Ia sengaja mengambil tema yg sangat sulit bagi dikerjakan itu. Menurutnya, penampilan itu malah tampak berbeda dari peserta lainnya.

“Konsepnya, cari yg agak langka. Yang agak jarang dipakai orang. Susah buat bergerak sih,” jelasnya.

Selain berselimut lapisan kain putih, ia juga memasang adonan krim dan tepung terigu di sekujur tubuhnya. Bahkan ia juga memasang lem buat membuat lapisan kain dan tepung itu mengental di tubuhnya.

KOMPAS.com / Andi Hartik Halloween ketika mengelilingi di kawasan Museum Angkut, Kota Batu, Jawa Timur buat menyapa pengunjung, Minggu (30/10/2016)

Setelah selesai menyapa pengunjung dengan berkeliling semua pojok museum, datang ketika para Halloween itu berpesta. Mereka naik ke atas panggung, dahulu berjalan sesuatu per sesuatu layaknya di atas catwalk.

Ekspresi yg ditampilkan tentu menakutkan sesuai tema konstum dan makeup. Selama itu aksi panggung itu, musik DJ mengiringi. Setelah itu, para peserta bersama pengunjung berjoget bersama mengikuti alunan musik.

Sumber: http://travel.kompas.com