Batik Air Layani Rute Halim-Manado

By | November 2, 2016

MANADO, KOMPAS.com – Batik Air resmi membuka rute penerbangan baru Halim Perdanakusuma (Jakarta) – Manado (Sulawesi Utara), Senin (31/10/2016). Hal ini ditandai dengan penerbangan perdana (inaugural flight) ID 7735 memakai pesawat Boeing 737 seri 800 yg mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan membawa 47 penumpang.

Rute Halim Perdanakusuma – Manado ini yaitu rute penerbangan domestik yg menjangkau secara segera pulang-pergi dan mulai melayani penerbangan tiap hari dengan jadwal keberangkatan pukul 17.20 WITA bagi rute Manado – Halim Perdanakusuma, dan pukul 00.50 WIB bagi Halim Perdanakusuma – Manado.

“Pembukaan rute baru ini sebagai bentuk komitmen Batik Air bagi meningkatkan konektivitas antar daerah di Indonesia,” ujar Airport Manager Lion Grup buat Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Spener Walukow.

(BACA: Ke Raja Ampat Semakin Mudah, Batik Air Buka Rute ke Sorong)

Selain itu juga pembukaan rute baru ini, menurut Spener, sebagai upaya promosi buat mengembangkan pariwisata dengan melihat potensi leisure yg ada dari tiap-tiap daerah.

Di tempat yg sama, General Manager Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, Nugroho Jati menyebutkan bahwa tren positif wisatawan ke Manado ketika ini harus dipermudah dengan dibukanya konektivitas dan kapasitas.

(BACA: Ingin Pergi Sendiri ke Manado, Ini Tawaran “Itinerary”-nya)

Kapasitas sudah tersedia dengan beroperasinya 1×24 jam Bandara Sam Ratulangi sejak Agustus dahulu yg telah seharusnya membuat airline lebih agresif bagi menjangkau daerah yang lain guna membuka konektivitas lebih luas lagi.

“Kini pasar sudah dibuka sehingga harapan kita adalah agar maskapai yang lain mampu langsung memaksimalkannya dengan membuka rute baru,” ujar Nugroho.

Nugroho menjelaskan bahwa dari sisi kesiapan, bandara Sam Ratulangi bersiap mengoptimalkan semua aspek utamanya yg terkait dengan safety, security, dan services yg didukung SDM yg profesional.

“Semoga penambahan rute baru Halim – Manado mampu membawa dampak positif terhadap perkembangan bisnis dalam jasa kebandarudaraan dan perkembangan pariwisata Indonesia,” pungkas Nugroho.

Sementara itu, dari pantauan di Bandara Sam Ratulangi penyambutan penerbangan perdana dilaksanakan dengan pengalungan Kain Bentenan yg yaitu kain khas masyarakat Minahasa kepada penumpang pertama dan kru pesawat baik yg baru datang dari Halim Perdanakusuma – Manado maupun ketika boarding bagi rute sebaliknya.

“Kaget dan terkejut pastinya karena ketika hendak boarding aku dikalungi kain dan diberikan ucapan selamat terbang, selamat sampai bandara tujuan oleh Duta Bandara, pengalaman yg menyenangkan. Harapan aku ke depannya agar tak cuma Batik Air saja, melainkan maskapai lainnya mampu membuka rute yg sama,” ujar Ahmad Syahroni, salah sesuatu penumpang Batik Air ID7734 tujuan Halim Perdanakusuma.

Sumber: http://travel.kompas.com