Sensasi Hangat Menyantap Sate Kuda Lada Hitam

By | November 2, 2016

SATE identik dengan daging ayam, sapi, atau kambing. Tidak cuma ketiga daging ini yg mampu disate. Daging kuda pun bisa.

Di Cimahi tepatnya di Jalan Kalidam Nomor H95 berdiri kedai yg menjajakan makanan unik yakni sate kuda. Kedai Sate Kuda Pak Yanto namanya. Kedai tersebut sudah beroperasi selama enam tahun.

Daging kuda dipasok dari Cijerah Cimahi. Di sana terdapat pusat jagal daging kuda. Kuda yg disembelih di sana yaitu hewan yg tak lagi produktif namun masih sehat.

Pasokan daging kuda pun terus ada di sana lantaran pemiliknya, Yanto, telah bekerja sama dengan pemasok selama enam tahun.

Daging kuda yg diambil buat dijadikan sate adalah bagian pinggang atau has. Berbeda dengan daging sapi dan kambing yg diselimuti lemak, daging kuda memiliki karakteristik tanpa lemak.

Diselimuti lemak membuat daging sapi dan kambing bisa bertahan setengah hari di suhu normal. Daging kuda tak memiliki ketahanan tersebut sehingga perlu penanganan tertentu seperti dimasukkan freezer agar tak basi.

Daging kuda yg dipakai tak harus yg muda. Asalkan sehat, cukup umur dan masih segar, kuda mampu disembelih bagi dijadikan sate.

“Daging kuda aman buat dikonsumsi penderita diabetes karena enggak ada lemaknya,” ujar putra Yanto, Mochamad Fachmy ketika ditemui di kedainya oleh Tribun Jabar.

Daging kuda pada dasarnya alot dan tak gurih seperti daging ayam, sapi, atau kambing. Fachmy menyiasatinya dengan memakai beragam rempah agar empuk dan tidak kalah lezat dengan sate lainnya.

Daging kuda dipotong dan dipilah kemudian dilumuri kunyit, jahe, asem, dan rempah lainnya. Setelah itu, daging ditusuk kemudian dibakar.

“Kita mengiris dagingnya dipilah. Daging yg tak terpakai sate digunakan buat rica-rica. Sate murni daging kuda tanpa serat,” ungkap Fachmy.

Satu porsi sate kuda berisi sepuluh tusuk dibanderol seharga Rp 24.000. Sate kuda yg sudah dibakar dilumuri bumbu kacang atau lada hitam.

Ada baiknya menyantap sate kuda lada hitam tak perlu lagi memakai bumbu kacang karena mulai menghilangkan rasa lada hitamnya. Kedua menu tersebut dilengkapi kecap, bawang, acar, dan cengek.

“Paling banyak orang memesan sate kuda lada hitam. Ada sensasi hangat ketika dimakan,” katanya.

Sate Kuda Pak Yanto bisa menghabiskan hingga 30 porsi sate. Jika sedang ramai pengunjung, sebanyak lebih dari 50 porsi sate terjual. Sate pun mampu dilengkapi lontong seharga Rp 3.000 dan nasi Rp 5.000. (ISA RIAN FADILAH/Ary/Tribun Jabar)

Sumber: http://travel.kompas.com