Pasha Ungu Terlibat Kasus Penipuan Lomba Marathon Di Palu?

By | November 3, 2016

Diskon tiket pesawat SESUKA-mu! Hanya di PERGI.COM harga kita bulatkan ke bawah Kejuaraan Nomoni International Marathon di Palu yg digelar pada 25 September 2016 dulu menimbulkan sebuah polemik. Pasalnya, sejumlah pelari yg memenangi kejuaraan tersebut belum mendapat hak mereka yakni hadiah sejumlah uang yg dijanjikan sebelumnya. Merasa tertipu, sejumlah pemenang lomba tersebut melaporkan pihak EO (Event Organizer) yg menggelar event tersebut. Adapun total uang yg dijanjikan sebagai hadiah mencapai angka 600 juta rupiah.”Kita ini menjadi salah tiga pemenang dari Nomoni International Marathon yg diselenggarakan 25 September 2016. Setelah lomba pun kalian dijanjikan 2 pekan buat penerimaan hadiahnya. Setelah beberapa pekan belum ada lagi, dijanjikan lagi sesuatu pekan sampe dengan hari ini dijanjikan siang ini masuk tetapi tak ada,” ungkap Yayuk Sri Wahyuningsih salah sesuatu pemenang lomba ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (2/11).Yayuk bersama beberapa rekannya yg juga menjadi pemenang lomba tersebut pun tidak mampu menerima jawaban pihak EO sehingga harus membawa perkara ini ke jalur hukum. Tak cuma kecewa dengan jawaban EO, Yayuk cs juga tidak puas dengan jawaban pihak Pemerintah Daerah. Pihak Pemda dalam hal ini diwakili oleh Pasha Ungu sebagai Wakil Walikota Palu yg ketika usai lomba memberikan hadiah secara simbolis kepada pemenang. Meski begitu, Yayuk cs tidak ingin melaporkan Pasha melainkan pihak EO yg dianggap lebih bertanggung jawab.”Jelas laporin EO-nya, rest directornya Steffy Burase. Kalo Pasha atau Pemda dan EO kan urusan dapur mereka ya, aku nggak tau. Sampai ketika ini kok mereka lempar-lemparan, di web Palu, Pasha Ungu bilang itu bukan rangkaian dari kegiatan ulang tahun Palu tetapi kalo dilihat di webnya kan dia didukung. Yang nyerahin plakat hadiah itu Pasha Ungu,” terang Yayuk. Saat ini, Yayuk cs ingin agar persoalan ini cepat selesai. Ia berharap pihak EO langsung membayarkan hak para pemenang sambil proses hukum berjalan. Ia tak mau peduli apakah ada keterlibatan Pasha Ungu atau pihak Pemda dalam permasalahan ini.”Saya sih hanya mampu menuntut bagaimana polisi mampu cairkan hadiah kita. Kita pengennya sih kami hanya dibayar, selesai. Kita minta pertanggung jawaban lalu ke EO-nya. Saya nggak mau terlalu jauh. Masalah EO dengan Pemda setempat kan kalian nggak tau apa ada perjanjian atau apa,” harapnya. (kpl/pur/abl)
Sumber: http://www.merdeka.com