4 Fakta Menarik Tentang Gumuk Pasir Parangkusumo

By | November 3, 2016

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pernahkah Anda mendengar soal Gumuk Pasir Parangkusumo? Gundukan pasir yg terletak di Kabupaten Bantul ini menjadi kebanggaan warga Yogyakarta. Betapa tidak, gumuk pasir ini cuma ada segelintir jumlahnya di segala dunia. 

Mayoritas wisatawan cuma tahu bahwa Gumuk Pasir Parangkusumo unik dan mampu digunakan bagi sandboarding. Namun, ada dua fakta unik terutama secara geologis yg membedakan Parangkusumo dengan gumuk-gumuk pasir lainnya. 

Tipe barchan

Sebelum membahas lebih jauh soal Gumuk Pasir Parangkusumo, ada baiknya kami mengetahui definisi “gumuk pasir” terlebih dahulu. Pemandu dari Jogja Geowisata, Ikramullah Sultana, angkat bicara.

“Gumuk pasir adalah salah sesuatu bentang alam yg proses pembentukannya dipengaruhi angin, terbentuk karena pasir yg menumpuk dalam jumlah besar,” papar Ikram, panggilan akrabnya.

Jogja Geowisata adalah operator tur yg mengkhususkan diri pada tempat-tempat wisata yg berkaitan dengan fenomena geologis di DI Yogyakarta. Ikram sendiri yaitu lulusan dari Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Meski namanya Gumuk Pasir Parangkusumo, tulisan besar di gerbang masuknya adalah “Gumuk Pasir Barchan”. Rupanya, barchan merujuk pada macam gumuk pasir tersebut. 

“Gumuk pasir tipe barchan memiliki ketinggian 5-15 meter,” lanjut Ikram.

BACA JUGA: Gumuk Pasir Barchan dan Parangkusumo, Apa Bedanya?

Gundukan pasir ini berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi yg endapannya dibawa oleh sungai-sungai yg bermuara di Pantai Selatan, antara yang lain Sungai Opak dan Sungai Progo.

“Setelah terendap di pinggir pantai, barulah angin dari Samudra Hindia mengukir tumpukan pasir ini. Jadilah bentang alam yg unik,” tambah Ikram.

Dengan ketinggian ini, Gumuk Pasir Parangkusumo cocok menjadi lokasi sandboarding.

Istimewa dan langka

Situs Parangtritis Geomaritime Science Park menunjukkan, Gumuk Pasir Parangkusumo termasuk dalam gumuk pasir pesisir (coastal dunes). Gumuk pasir ini terdapat di segala garis lintang di dunia, akan dari kutub hingga khatulistiwa. 

Di Asia Tenggara, coastal dunes sedikitnya terdapat di tiga negara, yakni Filipina (La Paz Sand Dunes), Vietnam (Mui Ne Sand Dunes), dan Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat dua gumuk pasir yg memanjang di selatan Jawa. Namun, pembentukan paling signifikan terdapat di DI Yogyakarta.

Menariknya, gumuk pasir yg ada di Filipina dan Vietnam juga yaitu tipe barchan. Lalu apa istimewanya Gumuk Pasir Parangkusumo? 

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI DI Yogyakarta terkenal milik satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara, yakni Parangkusumo.

Gumuk pasir juga mampu diklasifikasikan berdasarkan perbedaan iklimnya. Pada iklim basah, umumnya dijumpai gumuk membusut (hummock dunes) dan gumuk parabolik (parabolic dunes). Pada iklim kering dan setengah kering (arid dan semi-arid), lebih banyak ditemukan gumuk pasir barchan

Terdapat sesuatu fakta yg menarik dari Gumuk Pasir Parangkusumo: tipenya barchan, tapi iklimnya tropika basah. Hal inilah yg menjadikan Gumuk Pasir Parangkusumo langka.

Gumuk pasir ini bahkan seharusnya tak terbentuk karena iklimnya yg tak sesuai. Inilah yg membuat Gumuk Pasir Parangkusumo istimewa dan langka.

Tempat pembuatan klip video

Selain digunakan sebagai tempat sandboarding, Gumuk Pasir Parangkusumo juga menjadi lokasi pembuatan dua klip video.

Klip video tersebut antara yang lain “Godai Aku Lagi” yg dinyanyikan Agnezmo, dan video dari grup band yang berasal Yogyakarta, Letto. 

YOUTUBE Selain digunakan sebagai tempat sandboarding, Gumuk Pasir Parangkusumo juga menjadi lokasi syuting dua video klip. Antara yang lain video klip “Godai Aku Lagi” yg dinyanyikan Agnezmo, dan video klip grup band yang berasal Yogyakarta yakni Letto.

Satu-satunya tempat sandboarding di Asia Tenggara

Meski gumuk pasir tersebar di Indonesia, Vietnam, dan Filipina, cuma Gumuk Pasir Parangkusumo yg menjadi lokasi sandboarding. Dengan merogoh kocek Rp 70.000, wisatawan dapat menyewa papan bagi sandboarding sepuasnya. Harga itu telah termasuk pemandu yg sigap mengajarkan cara meluncur dari gundukan pasir.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Di sini, wisatawan mampu menyewa papan bagi sandboarding dengan harga Rp 70.000 buat main sepuasnya.

Sumber: http://travel.kompas.com