Ini Usulan Kemenpar Untuk Transportasi Udara

By | November 5, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengusulkan tiga hal buat pengembangan akses penunjang pariwisata Indonesia. Hal itu disampaikan Arief Yahya kepada pihak Angkasa Pura 1, 2, dan AirNav Indonesia ketika penandatanganan nota kesepahaman.

“Kita usulkan dua hal terkait akses. Untuk jangka pendek ke Angkasa Pura 1 dan Angkasa Pura 2 mengoperasikan bandara selama 24 jam. Kita paham ada enclave (wilayah) sipil dan militer. Nanti silakan (AP1 dan AP2) angkat ke atas supaya kami putuskan bersama,” kata Arief di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Selanjutnya Arief, mengusulkan bagi memakai teknologi keterangan dan komunikasi serta pengelolaan sumber daya manusia. Hal itu ditujukan buat pihak AirNav Indonesia.

“Yang ketiga itu regulasi, banyak pengelola bandara dan AirNav. Kalau kalian ingin izin dari bandara A ke B, pihak airlines harus bikin bisnis plan baru. Padahal yg lebih butuh adalah masyarakat di sana. Satu airlines cukup sesuatu bisnis plan. Simplikasi (mudah dalam perizinan). Dalam jangka pendek perbaiki regulasi izin terbang,” ujarnya.

Ia mengharapkan dalam jangka pendek ini dapat mendapatkan 50 persen slot penerbangan yg baru. Arief menyampaikan seandainya slot penerbangan yg baru itu tak didapatkan berarti ada yg salah dengan sistem regulasi.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Suasana di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (9/8/2016).Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta resmi beroperasi sepenuhnya hari ini.

Adapun hal-hal yang lain yg termasuk ke dalam usulan Kementerian Pariwisata adalah perluasan terminal, perluasan parking stand, serta pembangunan rapid exit taxiway di dua bandara.

Sementara bagi memenuhi kebutuhan 3 tahun ke depan Menpar meminta langsung akan dikerjakan pembangunan bandara baru, seperti di Kulon Progo, Bali Utara, Jawa Barat maupun Banten.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dikerjakan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata (Sekretaris Kemenpar) Ukus Kuswara, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S. Baskoro, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, serta dengan Direktur Utama AirNav Indonesia Bambang Tjahyono. Penandatanganan itu disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Baskoro menuturkan dalam kerja sama ini mulai langsung menyiapkan langkah-langkah agar seat capacity lebih besar seperti yg diutarakan Arief. Selain itu, ia juga menyebutkan mulai tidak mengurangi jam penerbangan bandara-bandara yg ada di bawah AP1.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Sebanyak 16 Tour Operator Polandia, Austria, Hungaria, Slovakia, Bulgaria serta perwakilan Emirates di Bandara Silangit, Siborongborong. Mereka dibawa keliling ke Danau Toba di Sumatera Utara yg yaitu danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia yg di tengahnya ada Pulau Samosir.

“Kita juga lihat slot penerbangan agar kalian tingkatkan terutama yg ada di Bali. Untuk pesawat kecil nanti kalian arahkan kalau mampu ke Bandara Lombok,” kata Danang.

Sedangkan Muhammad Awaluddin menjelaskan mulai menambahkan layanan dari sisi pelayanan. Ia pun juga sejalan dengan yg disampaikan oleh Danang.

“Kita concern dengan destinasi baru. Kami sekarang tingkatkan capacity runway di Bandara Silangit dan infrastruktur buat destinasi Danau Toba,” jelas Awaluddin.

Sumber: http://travel.kompas.com