Jangan Lakukan Hal Ini Di Media Sosial Saat “Traveling”

By | November 5, 2016

KOMPAS.com – Di kalangan millenial, dunia perjalanan identik dengan media sosial. Tak sedikit pelancong yg mengabadikan kisah dan foto perjalanan mereka di media sosial seperti Instagram, Facebook, Path, juga Steller.

Situs Huffington Post pada Senin (10/9/2016) menyebutkan, per September 2016, hampir beberapa juta orang di semua dunia yaitu pengguna aktif Facebook. Jumlahnya lebih banyak lagi dalam hal pemajang foto-foto artsy di Instagram. 

Bagi pelancong, media sosial memang sedikit banyak menolong perjalanan. Namun, ada baiknya mengetahui do’s and dont’s sebelum Anda menggunakannya.

Salah sesuatu penulis Huffington Post, Abigail Fedorovsky mengungkapkan dua hal yg boleh dan tak boleh dikerjakan dalam ranah media sosial ketika traveling. Berikut daftarnya.

DO

1. Mendokumentasikan perjalanan

Begitu datang di rumah, Anda mulai akan fokus terhadap rutinitas sehingga momen liburan pun cepat terlupakan. Oleh karena itu, mendokumentasikan perjalanan lewat media sosial lumrah dilakukan.

Anda dapat mem-posting foto perjalanan dan makanan yg dicicipi selama perjalanan. Namun ingat, tidak seluruh pengguna media sosial cuma ingin melihat wajah Anda yg menutupi layar.

2. Media bagi komunikasi

Meski Anda sedang fokus terhadap perjalanan, jangan lupa ada keluarga yg menunggu kabar dari rumah. Selain memakai komunikasi segera lewat Whatsapp atau aplikasi chat lainnya, Anda dapat menunjukkan kepada keluarga di mana posisi Anda sekarang.

3. Unduh media sosial yg digunakan warga lokal

Beda negara, beda lagi media sosial yg digandrungi warganya. Ketika traveling ke Thailand misalnya, Anda mampu mengunduh Line karena Line lebih banyak digunakan dibanding aplikasi chat lainnya seperti Whatsapp. Orang Thailand juga lebih banyak memakai Instagram dibanding media sosial lainnya.

Mengunduh media sosial ini sebagai ajang komunikasi dengan warga lokal tidak ada salahnya. Jika Anda berkenalan dengan warga lokal di tengah perjalanan, Anda dapat tetap berkomunikasi lewat media sosial tersebut.

4. Travel advice

Bingung mencari hotel buat menginap, atau mencari tempat makan yg khas lokal? Gunakan media sosial seperti Instagram, lengkap dengan geotag dan hashtag.

Anda mampu mem-posting foto lokasi Anda sekarang kemudian menuliskan pertanyaan Anda di kolom caption. Adanya geotag dan hashtag akan memudahkan warga lokal bagi mengetahui posisi Anda.

BARRY KUSUMA Suku Mentawai

DON’T

1. Di-block

Tiap negara milik peraturan masing-masing soal media sosial. Indonesia misalnya, milik peraturan bagi tak mem-posting foto-foto yg tak senonoh. Ketahui betul apa yg boleh dan tak boleh di-posting pada media sosial begitu Anda datang di negara tujuan.

2. Terlalu kadang melihat layar ponsel

Posting di media sosial memang membawa kesenangan tersendiri. Namun, hal itu bukan berarti Anda harus terus-menerus melihat layar ponsel. Jangan lupa, Anda sedang traveling dan inilah waktunya membaur dengan lingkungan sekitar. 

3. Posting foto orang yang lain di media sosial tanpa permisi

Anda wajib meminta izin kepada orang yang lain seandainya ingin memotret mereka. Pada dasarnya hal ini dikerjakan bagi menghormati orang tersebut. Lakukan hal ini ketika memotret siapa pun warga lokal, sebelum Anda mem-posting di media sosial.

Sumber: http://travel.kompas.com