Ini 5 Destinasi Tersembunyi Di Lereng Gunung Salak

By | November 5, 2016

BOGOR, KOMPAS.com – Bagi Anda yg suka melancong ke Bogor, Jawa Barat, mendengar Puncak dan Gunung Gede-Pangrango mungkin telah biasa. Namun, bagaimana dengan wisata ke Gunung Halimun Salak?

Bagi yg bertualang taka da salahnya seandainya Anda menelusuri salah sesuatu lereng gunung di Bogor yg menyimpan dua destinasi wisata menarik.

Gunung Salak lebih dikenal dengan nuansa “gelap”-nya, terlebih pernah menjadi tempat jatuhnya pesawat dua tahun lalu. Namun, ternyata di lereng Gunung Salak tersembunyi berbagai lokasi wisata yg menarik dan berpotensi ramai pengunjung.

(BACA: 5 Oleh-oleh Kuliner Klasik Bogor yg Wajib Dibawa Pulang)

KompasTravel merangkum lima destinasi wisata yg tersembunyi di kaki gunung yg terakhir kali meletus tahun 1600-an ini. Berikut rangkumannya.

KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI F Pengunjung di antara beberapa air terjun, Curug Cigamea (kiri) dan Curug Cimudal (kanan) di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

1. Berendam di Gemericik Asrinya Curug Cigamea

Curug Cigamea terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, dan masuk ke dalam kawasan Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), Kabupaten Bogor. Untuk menuju ke sana Anda bisa melewati jalur utama, merupakan lewat Lewiliang.

Sebenarnya ada enam curug atau air terjun di kawasan ini yg dijadikan obyek wisata. Namun Curug Cigamea menjadi primadonanya. Selain karena pemandangannya yg indah, akses menuju Curug Cigamea tergolong mudah.

(BACA: Kota Bogor, Tetirah di Kota Mozaik Sejarah)

Untuk masuk ke obyek wisata tersebut, Anda perlu masuk terlebih dulu ke KTNGHS dengan membayar Rp 5.000, dulu tiket masuk ke obyek wisata seharga Rp 7.500 per orang.

Dari pintu masuk menuju curug, sepanjang jalan Anda disuguhkan rindangnya pepohonan hijau hingga satwa hutan seperti monyet. Di akhir pekan, jangan lewatkan coba flying fox dengan tiket Rp 20.000 bagi menikmati panorama Curug Cigamea dari ketinggian.

M LATIEF/KOMPAS.com Salah sesuatu hal dapat dikerjakan para orang tua penggemar kemping dan naik gunung buat mengobati rasa kangen ala “tempoe doloe” adalah kemping bersama keluarga di Gunung Bunder, Gunung Salak, Jawa Barat.

2. Berkemah di Alam Gunung Bunder Bersama Keluarga

Gunung Bunder yg berada di kaki Gunung Salak, tepatnya di wilayah Cibatok, Bogor, Jawa Barat, yaitu salah sesuatu area berkemah.

Pemandangannya yg indah, lengkap dengan dua curug, dan lokasi yg gampang di jangkau membuat tidak cuma pendaki yg berkemah di sini. Berbagai keluarga banyak yg sengaja menghabiskan akhir pekannya di alam ini.

Bagi yg memilih sekadar berkemah santai bersama keluarga, areal perkemahan ini cocok dijadikan alternatif liburan. Khusus yg doyan naik gunung, dari area inilah pendaki juga dapat ke Kawah Ratu atau dua puncak Gunung Salak.

Di sekitar perkemahan Gunung Bunder wisatawan mampu bermain ke Curug Ngumpet. Lokasi air terjun ini mampu ditempuh berjalan kaki sejauh cuma 300 meter dari area berkemah dan pintu masuk pendakian ke Kawah Ratu, Gunung Salak.

Raiyani Muharramah Elang di Suaka Elang yg berada di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kampung Loji, Kecamatan Cigombong, Bogor

3. Melihat Elang Lebih Dekat di Suaka Elang Loji

Suaka Elang ini berada di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kampung Loji, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Untuk menuju kesana Anda mampu melalui Stasiun Batutulis, Cihideung, Cibadak, Pasir Jaya, kemudian sampailah di Loji.

Pengunjung pun mulai bertemu kawasan hutan yg masih alami nan sejuk, sehingga suasana petualangan mulai sangat terasa.

Di Suaka Elang ini terdapat sebuah konservasi spesies raptor terancam punah seperti elang jawa dan macam burung pemangsa lainnya. Di sanalah dikerjakan upaya penyelamatan, pengembangbiakan, hingga pelepasliaran satwa tersebut ke alam bebas.

Pengunjung diperkenankan berkemah di Suaka Elang ini dan mampu mengunjungi Curug Cibadak yg terletak sekitar 1,3 km. Biaya bagi masuk ke tempat penangkaran elang sebesar Rp 7.500 per orang dan parkir Rp 5.000 per motor.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Umat Hindu mengikuti prosesi pujawali ke-9 Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Tamansari Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/9/2014). Pura di kaki Gunung Salak ini yaitu pura terbesar kedua di Indonesia, setelah Pura Besakih Bali.

4. Mengunjungi Pura Terbesar Kedua di Indonesia, Pura Parahyangan Agung Jagatkartta

Pura Parahyangan Agung Jagatkarta tidak sekadar tempat peribadatan umat Hindu. Pura yg terletak di kaki Gunung Salak, Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor ini yaitu yg terbesar kedua di Indonesia setelah Pura Besakih di Bali.

Lokasi Pura Parahyangan Agung Jagatkarta terbilang unik, karena konon, Kerajaan Pakuan Pajajaran Sunda pernah berdiri di lokasi ini. Konon pula, di sinilah Prabu Siliwangi berkumpul bersama prajuritnya. Jangan heran kalau Anda melihat sebuah candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam.

Pura ini dibuka bagi umum akan pukul 11.00-15.00 WIB. Tak perlu tiket masuk, Anda tinggal melepas alas kaki dan menggunakan selendang di pinggang.

Juga tentu saja menggunakan pakaian yg sopan merupakan tak bercelana pendek. Kotak donasi tersedia buat Anda yg ingin membayar seikhlasnya.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Bocah bermain layang-layang di depan lumbung padi di Kampung Budaya Sindang Barang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Rabu (19/1/2011).

5. Kampung Budaya Sindang Barang di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari.

Kampung Budaya Sindang Barang terletak di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Ini adalah tempat Anda melihat perkampungan Sunda nan bersejarah di Jawa Barat.

Di sini, wisatawan mampu melihat rumah tinggal ketua adat yg disebut Imah Gede. Anda juga dapat mengelilingi dan melihat leuit alias rumah penyimpanan padi. Ada pula penginapan bagi tamu terhormat, atau disebut Bale Pesanggrahan.

Sumber: http://travel.kompas.com