Pedas Setan Yang Menghebohkan Lidah

By | November 6, 2016

BERAWAL dari Malang dan mengawali jaringannya di Jawa Timur, Kober Mie Setan justru naik daun di Pulau Dewata. Jurus santapan murah yg tak murahan ampuh memikat kaum muda Bali bagi terus mengantre panjang.

Di ekor antrean sepanjang sekitar 8 meter, Ni Nyoman Ayu Triawati dan Ni Komang Yuli Astriani tetap saja ceria dan bersetia. Mereka tertawa saja saat ditanyai panjangnya antrean di Restoran Kober Mie Setan di kawasan Renon, Bali, Selasa (26/4/2016).

”Ada banyak makanan yg sedang heboh di Bali, tapi yg terus ramai, ya, Kober Mie Setan, harus rela antre lama di sini,” kata Ayu tertawa.

Sejak enam bulan terakhir, orang muda seperti Ayu dan Yuli tiba-tiba gandrung bersantap mi yg pedasnya bikin orang menyumpah ”setan” itu.

”Di Bali belum pernah ada santapan mi yg seheboh ini. Mi lalu bukan pilihan bersantap di restoran, tapi sejak Kober Mie Setan dibuka di Bedugul tiba-tiba jadi kehebohan dan terus diserbu pengunjung,” kata Ayu.

Semakin pendek antrean, semakin terbacalah beragam menu yg ditulis di sebuah papan tulis ”jadul” yg digantung di atas kasir. Semua hidangan utamanya bernama aneh, seperti Mie Angel, Mie Setan level 1-5, dan Mie Iblis Cabe. Minuman yg ditawarkan pun bernama unik, Es Pocong, Es Kuntilanak, Es Sundel Bolong, Es Genderuwo, wuiiih….

”Yang enak itu Mie Iblis,” bisik Ayu merekomendasikan pilihannya.

KOMPAS/RIZA FATHONI Suasana Restoran Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

”Itu mi goreng berbumbu kecap, enak kok. Mungkin karena hitamnya kecap yg membuatnya dinamai iblis,” kata Ayu tertawa sambil merekomendasikan Mie Iblis berbumbu 15 cabai.

Yuli tertawa-tawa mendengar bisikan Ayu. ”Iya, sih, Mie Iblis memang enak. Tetapi, untuk saya, 10 cabai telah maksimal,” katanya terkekeh.

”Kalau tak tahan pedas, dapat pesan Mie Angel, menu mi yg tanpa cabai sama sekali. Dimsumnya juga enak, lho,” ujar Yuli. Keduanya sama-sama tertawa menyerah saat ditanyai rekomendasi minuman yg bernama serba seram itu.

Tidak murahan

Papan tulis ”jadul” di atas kasir segera memberikan gambaran jurus yg dipakai Kober Mie Setan hingga berkibar di Bali. Santapan dari dapur utamanya memang lima menu di atas yg menawarkan sensasi mi dimasak superpedas.

Kober Mie Setan juga milik dapur lain, merupakan dapur sushi dan dimsum yg menawarkan 16 macam sushi dan sepuluh ragam dimsum.

Sementara Kober Coffee menawarkan puluhan macam minuman—beragam kopi seduhan barista, beragam jus buah, dan beragam minuman kreasi Kober yg dinamai seluruh macam setan Nusantara itu.

Hebatnya, seluruh menu itu berharga Rp 10.000 atau kurang. Ya, harga murah adalah jurus penting Kober Mie Setan.

KOMPAS/RIZA FATHONI Menu di Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

Namun, jangan membayangkan rasa, penyajian, dan suasana yg ditawarkan Kober Mie Setan murahan. Setiap sajian di Kober dimasak per porsi, sesuai dengan pesanan khusus jumlah cabai yg merentang dari lima sampai 60 buah cabai. Santapannya pun bebas MSG.

Mie Iblis ukuran L dengan lima cabai disajikan dengan daging olahan, pangsit goreng, dan sayur yg ditata elok.

Mie Angel alias mi rebus tanpa kuah yg bebas cabai juga disajikan dengan cantik, kuning bersihnya mi dipadu hijaunya rajangan daun bawang dan bawang goreng, diimbuhi pangsit goreng.

Mi ini berasa datar yg cenderung gurih karena dirancang buat para pengunjung yg jeri bersantap pedas.

Menu terpedasnya adalah Mie Setan level 5 yg juga disuguhkan dengan tampang mirip Mie Angel, tapi diramaikan oleh tuangan adonan cabai di tengah gelungan mi.

Hati-hati menyantap menu ini karena mi yg beraroma gurih itu dialasi 60 cabai yg dirajang lembut yg bakal langsung ”membakar” mulut penyantapnya.

Aneka dimsum dan sushi pun disajikan dengan dengan apik, dengan beragam rasa. Menu ceker berbumbu kecap menjadi salah sesuatu yg terlezat, begitu pula aneka sushi udangnya. Beragam minuman yg disajikan ”seadanya” dengan gelas plastik tipis pun memiliki tampang memikat karena warna-warnanya yg menyala.

KOMPAS/RIZA FATHONI Menu di Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

Hebohnya di Bali

Sejak awal kemunculannya di Jalan Soekarno-Hatta, Malang, pada 2011, Kober memang menyasar ”dompet tipis” para mahasiswa yg berkuliah di kota pelajarnya Jawa Timur itu. Harga murah dipadu dengan suasana bersantap khas orang muda menjadi konsep penting Kober Mie Setan di Malang.

Konsep itulah yg selalu disalin saat manajemen Kober melebarkan sayap dengan para investor di sejumlah kota di Jawa Timur.

Di Bali, popularitas Kober Mie Setan dimulai dengan dibukanya cabang di Bedugul pada 2014. Sontak saja para orang muda Bali terpikat dengan sensasi mi pedas serba murah yg tak murahan itu, memicu antrean para penanam modal yg berminat membuka cabang-cabang baru Kober Mie Setan di Pulau Dewata.

Menariknya, pola kerja sama nonwaralaba itu memicu kreativitas para investor baru Kober Mie Setan buat membuat inovasi baru.

Gusde, penanam modal penting Kober Mie Setan di Renon, misalnya, membangun suasana restoran Kober yg serba terbuka dan lapang. Tak cuma itu, Kober di Renon yg baru dibuka pada Oktober 2015 itu agresif menyodorkan menu baru, utamanya sushi dan dimsum.

”Kober Mie Setan memang berjodoh dengan Bali sehingga dalam waktu beberapa tahun saja berhasil membuka tiga cabang di Bali. Lazimnya, Kober Mie Setan dibuka di rumah toko. Saya menawarkan kepada manajemen Kober Mie Setan konsep restoran baru dengan atmosfer yg lebih cozy agar menjadi tempat nongkrong anak muda. Kami juga selalu menawarkan menu baru kepada manajemen Kober. Segala menu baru diuji mencoba dahulu di Renon dan seandainya berhasil ditawarkan kepada pengelola Kober Mie Setan lainnya,” kata Gusde.

KOMPAS/RIZA FATHONI Menu di Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

Gusde menyebut, bukan hanya orang-orang muda Bali yg meminati Kober. ”Wisatawan mancanegara pun penasaran dengan antrean Kober. Bahkan, tidak jarang ada turis asing yg bertaruh bagi memakan sajian mi paling pedas di Kober. Makin beragamlah konsumen kami,” kata Gusde tertawa.

Pedasnya mi Kober memang seperti setan, tapi pedas itu yg membuat pelanggan seperti Ayu dan Yuli terus kembali. (ARYO WISANGGENI G)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 Juni 2016, di halaman 31 dengan judul “Pedas Setan yg Menghebohkan Lidah”.

Sumber: http://travel.kompas.com