Berakhir Pekan Di Banyuwangi, Ada Festival Ngopi Sepuluh Ewu

By | November 7, 2016

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Berencana buat berakhir minggu di Banyuwangi, Jawa Timur? Jangan lupa bagi berkunjung ke Desa Adat Kemiren karena mulai digelar Festival Ngopi Sepuluh Ewu, Sabtu (5/11/2016).

Di jalan desa sepanjang 1,5 kilometer mulai disajikan kopi dan jajanan khas Kemiren di pelataran rumah warga dan siapa pun yg tiba boleh menikmatinya.

“Bukan cuma minuman kopi yg disuguhkan, nanti mulai ada edukasi tentang kopi. Jenis-jenis kopi yg ada di Banyuwangi mulai dihadirkan pada festival Ngopi sepuluh Ewu agar masyarakat tahu kopi asli Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada KompasTravel, Jumat (4/11/2016).

(BACA: Mengenal Cascara, Teh dari Kulit Kopi di Banyuwangi)

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda menjelaskan ide festival tersebut muncul dari tradisi ngopi bareng yg diselenggarakan oleh masyarakat Kemiren.

“Di masyarakat Kemiren ada istilah ‘sak corot dadi seduluran’ yg artinya ‘sekali seduh kalian bersaudara’. Festival ini telah masuk tahun keempat. Ya dengan ngopi bareng mampu mempererat silaturahmi,” jelasnya.

“Sedangkan kopi yg mulai ditampilkan dalam festival ini adalah kopi produksi Banyuwangi,” sambung Bramuda.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Masyarakat Desa Kemiren di Banyuwangi, Jatim, menyuguhkan kopi secara gratis pada Festival Ngopi Sepuluh Ewu yg digelar Selasa (20/10/2015) malam.

Yang khas dari Festival Ngopi Sepuluh Ewu, menurut Bramuda, adalah cangkir kopi yg digunakan memiliki bentuk dan motif yg seragam.

Biasanya cangkir kopi tersebut dihadiahkan di pernikahan masyarakat Using. Minimal sesuatu keluarga memiliki beberapa set cangkir khas Using.

Jika dihitung dengan jumlah kepala keluarga yg ada di Desa Kemiren, total cangkir yg mulai disiapkan pada festival tersebut sekitar 10.000 atau ‘sepuluh ewu’ dalam bahasa daerah Using.

“Bukan cuma sekadar menikmati kopi, pengunjung juga mampu cupping kopi dan belajar bagaimana mengolah kopi. Bagi pecinta kopi ya ini tempat yg cocok buat mereka buat berkunjung dan berwisata,” pungkas Bramuda.

Sumber: http://travel.kompas.com