Merawat Gerabah Klipoh Warisan Leluhur Borobudur

By | November 7, 2016

MAGELANG, KOMPAS.com – Berwisata ke Candi Borobudur tak lengkap seandainya tak mampir ke kampung gerabah Klipoh atau Nglipoh yg letaknya sekitar empat kilometer barat daya candi Buddha itu.

Kampung ini menawarkan pengalaman menarik buat wisatawan yg ingin coba membuat sendiri kerajinan dari tanah liat (lempung) atau gerabah. Kampung ini memang telah lama dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah. Sebagian besar penduduknya adalah perajin gerabah.

Ratusan macam gerabah dihasilkan oleh penduduk Klipoh yg kemudian dipasarkan ke luar daerah.

(BACA: Cara Menuju Sentra Industri Gerabah Dusun Klepoh)

Adalah Supoyo, salah sesuatu perajin gerabah Klipoh. Sejak puluhan tahun dulu Supoyo akrab dengan seni kerajinan tanah liat yg diwariskan oleh orang tuanya. Konon usia munculnya kerajinan gerabah Klipoh sama dengan usia Candi Borobudur yg diduga dibangun pada abad ke-9 itu.

Supoyo pun dapat membuat kerajinan gerabah tanpa harus belajar formal. Sebab, sejak kecil ia terbiasa melihat orang tua dan warga di lingkungan sekitarnya yg membuat kerajinan itu.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Perajin gerabah di Kampung Klipoh, Desa Karang Anyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Saroyah (43), Rabu (24/2/2016), sedang membuat gerabah di halaman rumah miliknya. Membuat gerabah adalah mata pencaharian yg ia lakukan setiap hari.

“Sejak kecil aku telah biasa membuat gerabah, tetapi dahulu belum berpikir bagi fokus jadi perajin, aku jadi buruh serabutan dulu. Sekitar tahun 2004 aku akan terjun ke dunia gerabah sampai sekarang,” kata Supoyo, Jumat (4/11/2016).

(BACA: Mau Buat Gerabah seperti Demi Moore di Film”The Ghost”? Datang ke Sini…)

Supoyo yg kini dipercaya menjadi Ketua Perajin Bina Karya Dusun Klipoh itu menyampaikan dari sekitar 270 kepala keluarga (KK), 80 persen di antaranya berprofesi sebagai perajin gerabah.

Setidaknya 70 macam gerabah sudah dihasilkan, akan dari asbak, tempat lilin, kendi, mangkok, cangkir, pot bunga sampai miniatur patung Buddha dan Candi Borobudur.

“Selama ini pemasaran sebagian besar ke daerah sekitar Kabupaten Magelang. Namun ada juga yg telah sampai ke luar daerah dan mancanegara,” kata Supoyo.

Harga kerajinan gerabah Klipoh bervariasi tergantung ukuran dan kerumitan pembuatannya. Harga yg termurah Rp 1.000 sampai yg termahal Rp 1,5 juta per buah.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Hasil-hasil kerajinan gerabah di Kampung Klipoh, Desa Karang Anyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2016).

Proses pembuatan gerabah membutuhkan waktu yg tak singkat. Dimulai dengan pemilihan bahan tanah liat, pembentukan, pengeringan, pembakaran, pewarnaan dan finishing.

Supoyo biasa memakai bahan tanah liat lokal yg memiliki ciri khas tanah Borobudur. Namun ia juga coba mengombinasikan bahan tanah liat luar daerah, seperti dari Sukabumi, Jawa Barat.

“Biasanya kalian membeli tanah liat dari pemilik lahan di sekitar Borobudur, harganya Rp 500 per kilogram. Kalau tanah liat dari Sukabumi dapat mencapai Rp 17.000 per kilogram,” urainya.

Sempat Terpuruk

Gerabah Klipoh sejauh ini sudah dikenal dan diminati konsumen karena kualitas. Perekonomian masyarakat pun terangkat dari industri gerabah ini. Namun industri ini juga sempat terpuruk seiring merebaknya industri plastik dan produk pabrikan lainnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan semakin berkurangnya bahan baku tanah liat. Regenarasi pembuat gerabah juga dinilai minim. Tidak banyak generasi muda ketika ini yg mau belajar membuat dan berwirausaha gerabah ini.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Perajin gerabah di Kampung Klipoh, Desa Karang Anyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Saroyah (43), tengah membimbing pengunjung cara membuat kerajinan gerabah, Rabu (24/2/2016).

“Anak-anak sekarang enggan belajar membuat gerabah. Makanya aku sedikit memaksa anak aku bagi belajar gerabah. Bersyukur mereka mau, sebab kalau tak diwariskan siapa lagi yg mulai mempertahankan gerabah. Bisa-bisa gerabah Klipoh punah di masa yg mulai datang,” ungkapnya.

Destinasi Wisata Alternatif

Menurut suami dari Yumaroh (45) itu industri gerabah belakangan kembali bergairah. Selain diprioritaskan pada penjualan produk, kini gerabah Klipoh menjadi salah sesuatu destinasi wisata di sekitar Candi Borobudur.

Sektor ini terbukti menolong mengangkat kembali perekonomian masyarakat Klipoh. Masyarakat dibantu oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, pemerintah desa dan stake holder setempat membuat terobosan dengan membuat paket atau program membuat gerabah buat wisatawan Borobudur.

“Kami memberikan paket wisata buat pelajar, umum maupun turis dengan harga terjangkau akan Rp 15.000 per orang. Mereka mampu segera praktik membuat gerabah. Turis asing juga banyak yg berminat, seperti dari Belanda, China, hingga Australia,” katanya.

Dwi Oblo/National Geographic Indonesia Dusun Klipoh di Magelang sudah populer sebagai salah sesuatu sentra pembuatan gerabah. Dusun ini menawarkan destinasi wisata yg unik di wilayah Borodubur, Magelang, Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Desa Karanganyar, Muhammad Catur Windarmoko, mengaku seandainya masyarakat akan melirik sektor pariwisata bagi mengangkat kembali potensi gerabah. Sebab telah lama desa ini banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara bagi melihat dan praktik.

“Kami mengadakan berbagai kegiatan seni budaya, misalnya festival gerabah pada peringatan Hari Santri Nasional akhir Oktober 2016 lalu. Tujuannya agar masyarakat semakin tergugah pada sektor ini,” kata Muhammad Catur Windarmoko.

Sumber: http://travel.kompas.com