Dua Pemuda Krayan Ini Memelopori “Save The Borneo Forest”

By | November 7, 2016

NUNUKAN, KOMPAS.com – Adanya keterangan bahwa ada jalan darat yg dibuka oleh perusahaan kayu dengan memakai alat berat ekskavator telah tembus dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara menuju daerah perbatasan membuat Novrianto dan Jovial,  pemuda kelahiran Kecamatan Krayan penasaran dan gundah.

Kecamatan Krayan yaitu satu-satunya daerah terpencil di wilayah perbatasan Kalimantan Utara yg cuma mampu dikunjungi dengan memakai moda transportasi pesawat udara.

Di sesuatu sisi adanya akses jalan ke Krayan memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pokok di wilayah NKRI, namun di sisi lainnya bayang-bayang kerusakan hutan perawan Kalimantan yg selama ini menghasilkan oksigen yg didistribusikan hampir ke segala dunia selalu membayangi tidur mereka.

“Saya mampu keterangan ada 3 warga Krayan yg dapat tembus ke Krayan dengan memakai motor dari Malinau. Kawan aku yg sekarang tinggal di Bandung penasaran, dahulu kalian sepakat bagi coba melalui jalur tersebut,” ujar Novrianto, Minggu (6/11/2016).

Untuk mewujudkan keinginan meretas hutan yg 30 persennya masuk di kawasan TNKM Kayan Mentarang tersebut, mereka membutuhkan motor yg tangguh menghadapi medan ekstrem.

Mereka harus merogoh kocek hingga Rp 25 juta buat merombak motor Shogun dan Jupiter King yg biasa mereka gunakan. Mereka merombak penampilan kedua tunggangan yg biasa digunakan dalam kota tersebut menjadi motor off-road yg dapat melampui seluruh macam rintangan di dalam hutan dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer tersebut.

Dari ukuran ban motor bagian depan mereka memakai ukuran 18 inchi dengan ban buat off-road, gear belakang juga mereka naikkan ukurannya. Shockbreaker juga diubah dengan menggunakan shockbreaker motor RX king.

Tak lupa mereka juga membawa sparepart bagi berjaga-jaga karena medan yg mereka tempuh adalah hutan belantara. ”Kita pilih motor bebek karena rendah, kaki kami sampai sehingga lebih gampang pengendaliannya,” kata Novrianto.

Persiapan motor beres, mereka mencari moment yg dapat melibatkan warga terkait aksi mereka bagi menyelamatkan hutan di wilayah perbatasan tersebut.

Akhirnya mereka memilih moment peringatan HUT ke-71 RI. Alasannya setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Krayan menggelar pertandingan bola sebulan penuh. Bahkan perayaan tersebut dikerjakan warga Krayan sejak puluhan tahun dahulu dengan mengundang kesebelasan dari negara Malaysia.

Mereka berharap aksi penyelamatan hutan sebagai jantung dunia mulai membuat warga Krayan ikut tergugah dan ikut berpartisipasi.

Tanggal 12 Agustus, kedua pemuda kelahiran Krayan tersebut berangkat pulang kampung melalui jalur darat. Dari Pulau Nunukan mereka memakai perahu jungkung ke Sungai Ular yg yaitu wilayah Nunukan daratan yg menyatu dengan Pulau Kalimantan.

Sumber: http://travel.kompas.com