Wasabi Yang Anda Makan Selama Ini Mungkin Bukan Asli

By | November 8, 2016

KOMPAS.com – Jika Anda penggemar makanan Jepang, terutama sushi dan sashimi, pasti mengenal baik wasabi. Namun, kemungkinan besar wasabi yg Anda makan selama ini bukanlah wasabi sungguhan.

Hal ini sebab wasabi yg disajikan di luar Jepang biasanya bukan wasabi asli, melainkan campuran dari horseradish (sejenis lobak), mustard, dan pewarna makanan.

Seperti dikutip dari Huffingtonpost, bahkan di Jepang sendiri, permintaan mulai wasabi sangat tinggi. Sehingga terkadang penikmat makanan Jepang harus memakai wasabi campuran, merupakan sedikit wasabi dicampur ke horseradish.

Wasabi asli rasanya lebih seperti obat herbal dibanding “wasabi” horseradish. Tetap ada rasa pedas, tapi wasabi asli tak menghasilkan sensasi pedas membakar yg bertahan lama walau telah selesai memakannya.

Pedas wasabi asli lebih halus dibanding yg “palsu”. Pasta horseradish yg biasa disajikan di restoran memiliki rasa yg lebih kasar dan tidak terasa menyegarkan.  

Wasabi asli berasal dari akar Wasabia japonica. Horseradish tumbuh lebih cepat dan besar dibanding Wasabi Japonica. Oleh karena itu, horseradish lebih murah dan cepat tumbuh.

Jadi, bahkan di Jepang, horseradish kerap kali dipakai sebagai pengganti Wasabi japonica. Wasabi japonica sendiri tanaman asli Jepang. Saat ini, tanaman tersebut juga tumbuh di China, Taiwan, Selandia Baru, Australia, dan Amerika utara.

Wasabi asli kehilangan rasa aslinya setelah lewat 15 menit. Jadi, bagi mendapatkan sensasi kesegaran wasabi, akar baru diparut ketika memang mulai disajikan. Hal ini utama dikerjakan karena, rasa wasabi terkuat cuma bertahan 15 menit setelah penyajian.

Daun dari tanaman wasabi juga mampu dimakan. Biasanya dimakan mentah-mentah sebagai salad, dibuat asinan, maupun digoreng menjadi keripik.

Sumber: http://travel.kompas.com