Genjot Pariwisata, KA Yogyakarta-Magelang Akan Diaktifkan

By | November 9, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Lintas Kereta Api non-operasi Yogyakarta-Jawa Tengah yg berhenti beroperasi sejak tahun 1978 direncanakan mulai diaktifkan kembali buat menggenjot sektor pariwisata.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam informasi tertulis di Jakarta, Selasa (9/11/2016), menyampaikan bagi memacu reaktivasi tersebut, pihaknya mengecek segera sejumlah titik lokasi perlintasan KA yg ada ketika ini serta alternatif titik perlintasan KA Yogyakarta-Magelang.

(BACA: Liburan Murah ke Solo? Ini Panduan Lengkapnya…)

Dalam peninjauannya tersebut Budi Karya didampingi Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro.

Budi menyampaikan bahwa reaktivasi jalur lintas KA Yogyakarta – Magelang mulai dilanjutkan sampai ke Borobudur dalam upaya bagi lebih mendorong kunjungan wisatawan khususnya ke Candi Borobudur di Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

“Rencana reaktivasi ini bagi supaya Candi Borobudur lebih laku”, katanya.

(BACA: Mau Jajal “Merapi Lava Tour”? Simak Dulu Tips Ini)

Dia menuturkan bahwa Candi Borobudur di Jawa Tengah termasuk dalam titik destinasi wisata yg diutamakan selain Danau Toba di Sumatera Utara dan Mandalika di Pulau Lombok.

Akan tetapi, lanjut Menhub, masalah aksesibilitas transportasi menjadi suatu kendala yg dihadapi bagi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur.

KOMPAS.COM/NAZAR NURDIN Sejumlah wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi Pura Mangkunegaran di Solo, Jawa Tengah.

“Kita memikirkan bagaimana aksesibilitas itu mampu secara integrated (terpadu) tergabung dengan titik-titik daerah wisata yg ada. Bisa dibayangkan ada suatu konektivitas rel, kereta api mampu ke Candi Borobudur, Solo, Jogja dengan frekuensi yg tinggi sehingga turis milik banyak pilihan. Ini menjadi pusat-pusat ekonomi yg bagus,” katanya.

Bahkan, menurut Menhub, ke depan Solo-Yogya-Borobudur mulai diintegrasikan dengan Semarang yg memiliki wisata bahari.

Budi menilai upaya reaktivasi perlintasan KA Yogyakarta-Magelang ini menjadi masalah yg tak gampang karena adanya bangunan-bangunan yg sudah berdiri dan menjadi tempat tinggal masyarakat.

Jika rencana rekativasi itu dilanjutkan mulai menimbulkan masalah finansial dan sosial yg berat di masyarakat.

Karena itu, Kemenhub mulai melakukan upaya yang lain dengan membangun perlintasan KA baru yg rencananya mulai dimulai pada pertengahan tahun 2018.

Diharapkan pembangunan jalur KA Yogyakarta-Magelang ini selesai pada 2019. “Pembebasan tanah beberapa tahun, pembangunan pertengahan 2018 dan selesai 2019,” katanya.

Budi menyampaikan estimasi biaya yg diperlukan bagi merealisasikan pembangunan perlintasan KA sepanjang 40 kilometer itu sekitar Rp 5-6 triliun yg bersumber dari APBN dan swasta.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS Sejumlah wisatawan mancanegara memotret seorang abdi dalem di Keraton Yogyakarta, Kamis (17/9/2015). Selama bulan September, kunjungan wisatawan mancanegara ke Keraton Yogyakarta relatif stabil, yakni sekitar 400 orang per hari.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo memaparkan nantinya jalur KA Yogyakarta-Magelang ini mulai mengikuti jalur jalan raya yg ada.

“Jalur mulai mengikuti jalur jalan raya yg ada ketika ini, sekarang ini jalan provinsi mulai ditingkatkan menjadi jalan nasional. Jadi nanti yg dibangun yg dari Stasiun Sentolo ke utara (arah Magelang),” katanya.

Prasetyo menambahkan buat lebih meningkatkan kunjungan wisata khususnya di Yogyakarta, Solo, dan Candi Borobudur nantinya KA yg melayani rute ini mulai didesain secara khusus begitu juga dengan stasiun yg dilalui juga mulai didesain dengan mengusung budaya kearifan lokal.
Sumber: http://travel.kompas.com