Laguna Pulau Rufas, Mutiara Tersembunyi Di Raja Ampat

By | November 10, 2016

RAJA AMPAT, KOMPAS.com – “Brumm..tok..tok..tok” . Suara mesin kapal yg aku tumpangi memekakkan telinga. Sang juru kemudi memacu dapur mesin berbahan bakar bensin. Haluan perahu meninggalkan titik selam Pianemo di Raja Ampat.

Pemandangan bawah laut Pianemo menghilang. Karang berwarna-warni aneka ukuran juga ikan sirna dari pandangan mata. Keheningan bawah laut berganti keriuhan penumpang kapal yg aku tumpangi.

Decak kagum pada Raja Ampat masih terasa kental. Di sekeliling perahu, bukit-bukit karst yg terbentuk jutaan tahun lalu

(BACA: Menikmati Keindahan Raja Ampat dari Gunung Botak)

Lalu, perahu melaju memecah ombak. Buih-buih air muncul di perairan Raja Ampat. Dari jadwal acara paket wisata bahari PT Pelni “Let’s Go Raja Ampat” muncul nama obyek wisata Pulau Rufas.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Air laut Pulau Rufas yg kelihatan jernih pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst mampu kelihatan dari puncak bukit.

“Kita ke Pulau Rufas setelah ini,” kata seorang pemandu wisata yg menemani saya.

Matahari ketika itu masih mengawali perjalanannya. Begitu pun dengan aku dan peserta paket wisata bahari PT Pelni. Di Pulau Rufas, kalian diagendakan buat snorkeling.

Tak perlu waktu lama dari titik snorkeling pertama di Pianemo ke Pulau Rufas. Juru kemudi cukup memacu perahu sekitar 10 menit. Pulau Rufas pun masih dapat terlihat.

Saya sendiri belum milik bayangan tentang Pulau Rufas. Sedikitnya referensi di dunia maya menjadi sesuatu tantangan. Saya cuma berbekal keterangan dari pemandu wisata.

Waktu 10 menit berlalu dengan cepat. Juru kemudi memperlambat putaran mesin tempel di perahu. Di depan perahu saya, lebih dahulu siap bagi masuk.

“Ini di dalamnya seperti laguna,” celetuk Rio singkat.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Perahu kayu berada di laguna Pulau Rufas yg kelihatan jernih pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst dapat kelihatan dari puncak bukit.

Laguna adalah sebuah danau kecil yg terjadi pada laut dangkal. Perairan ini biasanya dikelilingi oleh karang atau gosong pasir yg menutup pesisir atau muara sungai. Saya langsung siap mengeluarkan kamera.

Perlahan demi perlahan, haluan kapal mengendap-endap masuk melalui sebuah celah pulau. Semua penasaran. Seorang kontributor media punya swasta yang berasal Sorong, Jeje juga bersiaga dengan kamera seperti tidak ingin kehilangan momen.

Bening seperti kaca. Rasanya analogi tersebut tidak berlebihan bagi menggambarkan panorama laut di Pulau Rufas. Dasar laut kelihatan dengan jelas.

Warna laut di tengah Pulau Rufas tergradasi. Warna hijau dan biru yg berasal dari ganggang laut dan karang berdampingan. Selebihnya, pasir putih membentang di dasar laut Pulau Rufas.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pasir putih di Pulau Rufas pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst dapat kelihatan dari puncak bukit.

Seakan terpenjara, laguna Pulau Rufas bak taman laut nan jernih. Di ujung pintu masuk Pulau Rufas, sebuah rumah kayu beratapkan daun sagu kering berdiri. Sementara di sisi ujung kiri titik masuk terbentang dermaga.

Saya menetapkan bagi mendaki bukit Pulau Rufas begitu datang di dermaga. Pemandangan dari sisi atas Pulau Rufas mungkin berbeda. Di atas bukit terdapat sesuatu pondok yg terpantau tidak terawat.

Alas sepatu tidak menggigit batuan kapur. Tak ada pegangan buat menuju pondok itu. Bahaya terus mengikuti saat mendaki. Berpegangan dengan ranting pohon dan batuan karst dapat jadi salah sesuatu cara yg aman bagi mendaki.

Dari atas pondok bukit, aku masih harus menaiki tangga. Tangga tersebut membawa aku ke lantai beberapa pondok. Dari sana, laguna Pulau Rufas kelihatan menawan.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Sebuah pondok di salah sesuatu puncak bukit karst Pulau Rufas, Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst dapat kelihatan dari puncak bukit.

Pasir putih di Pulau Rufas seperti memeluk laguna. Di sisi kanan, karang-karang mewarnai laut. Tebing-tebing karst juga membentengi laguna. Warna abu-abu, hijau, biru, putih, dan hitam tampak harmonis menyuguhkan lanskap yg memanjakan mata.

Seorang pemandu wisata paket wisata bahari PT Pelni lainnya, Rani menyampaikan obyek wisata Pulau Rufas belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Ia menuturkan pihak-pihak travel agent di Raja Ampat belum banyak menyediakan tujuan wisata ke Pulau Rufas.

“Sampai sekarang belum banyak yg masukin Pulau Rufas ke itenerary wisata,” jelasnya.

Di Pulau Rufas juga terdapat pantai berpasir putih. Di pinggir pantai tumbuh pohon seperti pohon pinus. Di tengah pulau, telah terdapat fasilitas seperti homestay dan kamar mandi hasil swadaya seorang warga Desa Pam. Homestay tersebut disewakan bagi wisatawan.

Ah, Pulau Rufas seperti mutiara tersembunyi dari Raja Ampat. Keindahannya terbenam di dasar laut. Tersisihkan oleh keindahan Wayag, Pianemo, juga Misool di Raja Ampat.

 

 

Sumber: http://travel.kompas.com