Pertama Kali Dapat Piala Citra, Riri Riza: ‘ATHIRAH’ Itu Personal

By | November 10, 2016

#boxpergi{float:right;width:150px;text-align:left;display:table;background: #F1F1F1;border: 1px solid #E1E1E1;border-radius: 5px;margin:10px 0px 0px 5px;padding:5px;display: block;} #boxpergi a{color: #333333;}
Diskon tiket pesawat SESUKA-mu! Hanya di PERGI.COM harga kalian bulatkan ke bawah

Riri Rizamembawa pulang piala kebanggaan dan bergengsi buat para insan perfilman Indonesia, Piala Citra. Riri menjadi pemenang Sutradara Terbaik di FFI tahun 2016 atas karyanya, ATHIRAH. Lelaki 46 tahun ini sukses mengalahkan empat nama lainnya merupakan Kimo Stamboeldan Timo Tjahjanto(HEADSHOT), Upi Avianto(MY STUPID BOSS), Yosep Anggi Noen(ISTIRAHATLAH KATA-KATA) dan Pritagita Arianegara(SALAWAKU).

Ini adalah kali pertama sutradara kelahiran Makassar itu mendapatkan Piala Citra. Mengapa baru tahun ini padahal salah sesuatu karya terbaiknya, LASKAR PELANGI(2008) adalah film terlaris kedua sepanjang tahun 2007 hingga 2016 dengan jumlah penonton 4,7 juta?

“Ini pertama kali aku mampu (Piala Citra). Tapi sebenarnya gini, dua karya kalian yg terbaik seperti LASKAR PELANGI, 3 HARI UNTUK SELAMANYA, SANG PEMIMPI, itu berada di era yg kita memilih tak ikut FFI. Jadi memang aku tak milik banyak kesempatan,” tuturnya ketika ditemui di Taman Ismail Marzuki, hari Minggu (6/11) lalu.

Sebenarnya, Riri pernah masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik dalam FFI 2004 dulu atas film ELIANA, ELIANAyang dibintangi Rachel Maryam. Namun, dirinya dikalahkan oleh Rudy Soedjarwoatas AADC.

Riri baru pertama kali mendapatkan Piala Citra/Riri baru pertama kali mendapatkan Piala Citra/KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Lalu, pada tahun 2005, film arahannya yg dibintangi oleh Nicholas Saputra, GIE, mendapatkan titel Film Terbaik. Namun, dirinya dikalahkan oleh Hanung Bramantyodalam film BROWNIES.

“Saya milik kesempatan di film ELIANA, ELIANAdan GIEtetapi aku tak dapat, arena ada yg lebih baik dari saya. Jadi ini aku sangat bahagia,” ujarnya.

Riri layak bahagia, sebab selain menyabet titel Sutradara Terbaik, film arahannya, ATHIRAH, juga menyabet Film Terbaik 2016. Plus, pemeran Athirah Kalla dalam film tersebut, Cut Minijuga dianugerahi titel Pemeran Utama Wanita Terbaik.

“Ini film yg sangat dekat. Saya bekerja di Makassar lima tahun lebih dengan komunitas seni dan film di sana, (saya) coba menemukan lagi aku ini siapa. Film ini hampir seperti puncak pertama aku mampu kesempatan. Akhirnya membuat film yg ceritanya tiba dari Sulawesi Selatan. Jadi ini sangat personal,” jelasnya.

Riri Riza sempat takut kurang fokus karena kerjakan AADC 2 & ATHIRAH/Riri Riza sempat takut kurang fokus karena kerjakan AADC 2 & ATHIRAH/KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Meski bahagia, Riri sempat diderita kekhawatiran lantaran takut tidak mampu maksimal mengerjakan beberapa film dalam sesuatu tahun. “Tahun ini kalian ada beberapa film (AADC 2& ATHIRAH). Itu bukan satu yg mudah. Saya sebenarnya agak khawatir (jika) publik merasa karya aku menurun karena kalian mengerjakan beberapa film. Tetapi alhamdulillah dapat terbukti malam ini bahwa karya kami dapat bertahan dengan baik,” ujarnya.

Partner Mira Lesmana ini juga bangga dengan anggota dewan penjurian FFI yg makin baik lagi. “Saya rasa ini adalah masa yg menarik karena yg memilih lebih ke para anggota asosiasi dan profesional. Jadi sebenarnya sentimen kami seluruh ingin melihat keragaman Indonesia dan film itu adalah cermin yg paling bagus. Bahwa Indonesia yg mestinya kami terima sekarang ini adalah yg multi culture,” lanjutnya.

“Tetapi memang film-film yang memiliki kualitas baik ternyata adalah film yg membicarakan tentang multi culturalism, dan diversity Indonesia.Kita harus bangga sebenarnya orang film sangat maju dalam bagaimana menerima cerita dan itu sangat membanggakan. Saya terus merasa seperti sutradara muda tapi kali ini aku melihat bahwa aku dikelilingi dari mereka yg kebanyakan lebih muda dari aku dengan kualitas film yg semakin baik.” tandasnya. Selamat, Mas Riri.

Sumber: http://www.kapanlagi.com