Jangan Salah Tempat Menginap Untuk Nikmati Surabaya Di Sela Agenda Padat

By | November 11, 2016

SURABAYA, KOMPAS.com –  Menyenangkan menikmati Surabaya pada malam hari. Tiap sudutnya kini dihiasi hamparan lampu LED dalam berbagai bentuk dan warna. Kawasan bisnis kota ini bukan perkecualian.

Bila kebetulan sedang melancong di sana, cobalah sempatkan waktu bagi keluar sebentar di atas pukul 9 malam—dimana jalan penting telah tak macet lagi. Coba tebak apa yg dapat ditemukan?

“Surabaya milik lampu warna-warni jenis begini resmi setelah lebaran (pada 2016). Menyambut Agustus, kira-kira,” ungkap Budiyanto, warga Surabaya yg menemani perjalanan tim Kompas.com ketika bertandang ke Kota Pahlawan, Senin (22/8/2016).

Selain di jalan utama, LED itu juga menghiasi taman-taman kota yg kalian lewati. Di antaranya, Taman Bungkul, Taman Pelangi, Taman Prestasi, Taman Skate dan BMX, serta taman di seberang Monumen Kapal Selam.

“Sejak terang (ada lampu LED), anak-anak muda Surabaya lebih senang bermain di taman. Biasanya mereka foto-foto di sana,” tambah Budiyanto.

Kawasan bisnis

Pemandangan yg sama selalu kita dapati ketika memasuki Tunjungan, salah sesuatu kawasan bisnis Surabaya. Mengulik riwayatnya, Tunjungan memang dirancang menjadi kawasan bisnis, bahkan sejak masa sebelum kemerdekaan.

Dengan riwayat itu, tutur Budiyanto, tidak heran bila kawasan ini milik banyak tempat menginap. Swiss-Belinn Tunjungan, misalnya, adalah salah sesuatu tempat menginap yg berada di jalur penting kawasan tersebut.

Swiss-Belinn Tunjungan berjarak 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Juanda atau 10 menit dari Gubeng atau Stasiun Pasar Turi.

Doc Swiss-Belinn Tunjungan Tipe kamar Deluxe Room.

Saat ini, hotel tersebut memiliki 190 kamar, terdiri dari deluxe room, grand deluxe room, junior suites, dan suites. Rentang biaya menginap di sini akan Rp 588.000 hingga Rp 2,75 juta.

Selain menyediakan kamar bagi menginap, hotel tersebut milik pula enam ruang meeting buat konsumen yg ingin menggelar rapat bisnis.

Lokasi hotel yg berdekatan dengan banyak fasilitas publik, akan dari pusat perbenjaan, kawasan kuliner, hingga wisata bersejarah, dapat jadi benefit tambahan.

Tak ada salahnya bila Anda yg tiba ke Surabaya dan menginap di sini dalam perjalanan bisnis meluangkan waktu menyambangi tempat-tempat bersejarah itu. Melipir saja di sela kepadatan agenda.

Ada banyak arsitektur warisan zaman kolonial yg masih dapat ditengok di sini. Gedung Siola, misalnya, bangunan yg berdiri membentang panjang antara Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali.

Tak jauh dari situ, ada pula Gedung Aniem yg dulunya punya perusahaan listrik Hindia Belanda di Jalan Gemblongan.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Nasi rawon, kuliner khas Surabaya yg dijual penjaja di sekitar kawasan Tunjungan.

Pilihan kedua, kalau cuma ingin menikmati kuliner khas Kota Pahlawan itu, ada banyak pula penjaja makanan yg menawarkan kuliner khas seperti rujak cingur, rawon, tahu tek-tek, atau lontong balap.

(Baca juga: Surabaya dari Balik Kaca)

Kalaupun waktu tidak cukup, pemandangan Surabaya pada malam hari mampu dinikmati cukup dari balik jendela kamar Swiss-Belinn Tunjungan.  

Doc Swiss-Belinn Tunjungan Barelo, gabungan dari bar, restoran, dan lounge sebagai salah stau fasilitas di Swiss-Belinn Tunjungan, Surabaya.

Pemandangan kota terhampar tepat di depan mata, saat pengunjung berdiri di balik jendela kamar hotel ini yg menghadap ke barat. Semakin tinggi lokasi kamar, jangkauan pemandangan pun semakin luas, termasuk ke area-area penuh warna-warni lampu LED.

“Lumayan, mampu mencicipi pemandangan Surabaya dari jendela kamar, meskipun tidak sempat jalan-jalan karena banyaknya pekerjaan harus digarap seharian,” kata Tyo, salah sesuatu pengunjung hotel yg mendapat kamar menghadap ke barat, kepada Kompas.com.

Buat rehat penghilang penat, di sini tersedia pula fasilitas seperti bar, restoran, lounge, kolam renang, dan pusat kebugaran.

Jangan khawatir pula soal makanan. Di BaReLo Swiss-Belinn Tunjungan, sejumlah menu lokal sampai internasional mampu disantap nikmat.

Instagram Swiss-Belinn Tunjungan Menu sup kepala ikan salmon yg mampu dinikmati pengunjung Swiss-Belinn Tunjungan pada November 2016.

Beberapa menu khusus pun kerap disajikan di sini pada rentang waktu tertentu. Pada November 2016, misalnya, hotel ini menyajikan sup kepala salmon, di antara deretan menunya. Yummy….
Sumber: http://travel.kompas.com