Memanjakan Lidah Dan Mata Di Laka Leke Ubud

By | November 11, 2016

UBUD, KOMPAS.com – Santap malam sekaligus menyaksikan tarian khas Bali tentu memberi pengalaman yg membekas. Indra pengecap dan penglihatan mulai dimanjakan ketika berkunjung ke restoran Laka Leke yg berlokasi di Jalan Nyuh Kuning, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

“Saya memulai usaha restoran dari tahun 1997. Awalnya cuma ada enam meja. Dulu di Ubud hotel masih belum ada, jalanan juga belum sebesar ini. Saya mengembangkan ini dengan bertahap,” kata Ketut Setia pemilik Laka Leke yg ditemui ketika acara Familiarization Trip The Anvaya Beach Resorts Bali, Jumat (4/11/2016).

Dari promosi mulut ke mulut tamu yg tiba ke restoran Laka Leke, Ketut berhasil mengembangkan bisnisnya. Sayang promosi tersebut cuma berhasil meramaikan restorannya pada siang hari.

“Saya mencoba berpikir bagaimana malam hari bisa ramai. Akhirnya bisa ide bagi untuk pertunjukan tarian. Kebetulan keluarga juga ada yg seniman. Jadi dia bantu manage,” kata Ketut.

Gamelan Bali di restoran Laka Leke, Ubud.

Tari Kecak dengan 100 penari menjadi pentas perdana Laka Leke pada tahun 2002. Tak disangka pertunjukkan tersebut sukses dan fisukai oleh para wisatawan. Ketut akhirnya memberi variasi tarian, tidak cuma Tari Kecak, namun juga Tari Joged, Tari Katak, orkestra gamelan atau dikenal juga Tingkilik, dan Tari Barong. 

Sampai ketika ini, pengunjung mampu menikmati sajian tarian khas Bali dan makan malam tiap hari Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu yg dihargai paket harga akan Rp 165.000. 

“Setiap sore juga ada workshop melukis media kertas atau telur, memahat, belajar nari, atau belajar gamelan,” kata Ketut. Workshop umumnya dimulai di atas jam 12 siang dengan harga Rp 75.000. 

Hidangan Bebek Crispy di restoran Laka Leke, Ubud, Bali.

Untuk makanan, jangan lewatkan hidangan bebek crispy alias bebek goreng garing, hidangan andalan dari Laka Leke. “Saya awalnya belajar masak dulu, resep dari keluarga. Baru belajar buat me-manage restoran,” kata Ketut. 

Ketut merekomendasikan bebek crispy kepada KompasTravel. Di bagian kulit dan tulang bebek goreng ini memiliki tekstur yg sangat garing. Namun demikian, tekstur daging bebek yg cenderung kenyal tetap terjaga. Sama sekali tidak ada rasa amis bebek, bukti mengolah daging bebek yg tepat. 

Hidangan bebek crispy disajikan dengan tiga varian sambal, yakni sambal matah dan sambal ulek dengan level pedas dan level medium. Laka Leke memiliki menu yg terdiri dari hidangan Indonesia dan Barat. 

Suasana dengan tempat makan semi outdoor, halaman belakang sawah, pepohonan rindang, kolam ikan, patung-patung serta ukiran khas Bali, membuat santapan di Laka Leke yg sebenarnya membuat makanan jadi tambah nikmat.

Sayang jadwal berkunjung KompasTravel ke Laka Leke di siang hari. Momen melihat tarian khas Bali sembari makan malam belum terlaksana. 

Sumber: http://travel.kompas.com