Catat… “Business Trip” Bukan Piknik, Ini Tips Suksesnya!

By | September 15, 2016

KOMPAS.com – Banyaknya barang yg dibawa dalam business trip tidak terus memastikan kesuksesan. Kuncinya justru pada ketepatan perlengkapan yg dibawa.

Toni, bukan nama sebenarnya, merasakan betul ketidaknyaman salah mempersiapkan perlengkapan perjalanan bisnis.

Senin pagi itu, manajer pemasaran sebuah perusahaan multinational itu harus bergegas ke bandar udara (bandara) bagi perjalanan bisnis ke Bali dan berlanjut ke Singapura.

Malam sebelumnya, Toni memasukkan segudang barang bawaan karena tidak milik cukup waktu bagi memilah. Acara keluarga pada akhir minggu terlanjur menyita waktunya.

Penyesalan telah segera tiba selama perjalanan Toni ke bandara. Kebanyakan barang bawaan telah merepotkan, berat pula.

Akhirnya, Toni membongkar ulang barang bawaannya. Dia pun meminta sang istri menyusul ke bandara bagi mengambil barang yg tidak jadi dia bawa.

“Harusnya lebih selektif,” gerutu Toni kepada dirinya sendiri selama membongkar barang bawaan. 

Ingat, bukan piknik

Pelajaran dari pengalaman Toni, business trip bukanlah piknik. Karenanya, pemilihan barang harus secermat mungkin.

Thinkstock.com Ilustrasi business trip

Pastikan saja segala barang yg dibawa memang tepat guna dan mendukung keperluan bisnis.

Baju, misalnya, cukup disesuaikan dengan jumlah hari perjalanan. Tambahkan sesuatu setel pakaian sebagai cadangan.

Pakaian formal seperti jas atau blazer yang dibawa sebaiknya berwarna dasar, seperti hitam atau cokelat. Demikian pula bagi bawahan.

Agar penampilan tidak monoton, dua pillihan kemeja atau blouse dengan warna berbeda mampu menjadi solusi. Tambahkan saja aksesori yg tepat, akan dari dasi dan jepitannya bagi pria, atau bros bagi perempuan.

Setelah urusan penampilan, bawaan terpenting dari sebuah perjalanan bisnis adalah perlengkapan kerja yg tepat. Laptop, misalnya.

Bagi Anda yg tidak jarang melakukan perjalanan bisnis, pastikan laptop Anda bukan malah menjadi tambahan beban. Jangan sampai laptop Anda bukan hanya berat, tetapi malah lemot pula.

Sebaiknya, pilih laptop dengan prosesor terbaru bagi kebutuhan mobilitas tinggi. Prosesor Intel Core i, misalnya. (Baca : Awas… Menata Laptop Terlalu Lama Bisa Merusak Mata )

Soal bobot, usahakan berat di kisaran sesuatu kilogram. Biasanya, laptop dengan bobot seringan itu mulai berdesain tipis. Pastikan saja “dalaman” mesinnya tetap mumpuni.

Satu hal yg harus dipastikan pula ketika memilih laptop untuk perjalanan bisnis adalah kapasitas baterai. Meski berdesain tipis dan berbobot ringan, baterai tetap harus tahan lama.

Bayangkan kecanggungan yg harus dihadapi, bila perjalanan dan rapat bisnis kerap terjadi kerepotan mencari “colokan” atau charger lantaran laptop lowbatt.

KOMPAS.COM/ TRI WAHONO Acer Aspire S 13 juga tersedia dalam pilihan dengan layar sentuh.

Bila belum menemukan pilihan yg pas, Acer Aspire S 13 atau Acer Switch Alpha 12 dapat jadi pilihan. Dengan dukungan teknologi Intel Core i Generasi ke-6, kedua laptop ini cuma berbobot 1,4 kilogram.

Acer Aspire S 13 dibekali pula dengan baterai berkapasitas 4.030 mAh. Daya tahannya sampai 13 jam. 

Acer Switch Alpha 12 juga menambahkan teknologi pendingin Acer liquid loop, yang memastikan tidak ada cerita “kepanasan” ketika peranti dipakai lama. Karenanya, Switch Alpha 12 bekerja dalam hening tanpa dengungan kipas pendingin.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Acer Switch Alpha 12 dilengkapi kickstand bagi menopangnya di atas meja ketika difungsikan sebagai laptop

Kedua laptop teranyar besutan Acer ini juga telah menyematkan teknologi BluelightShield. Ini adalah teknologi yg menolong mata tidak cepat lelah atau jadi kering ketika lama menatap layarnya.

Jadi, tidak perlu business trip kebanyakan bawaan lagi, bukan?

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.